Budak CEO Tampan

Budak CEO Tampan
Takut Istri


__ADS_3

Author sebelumnya memasukkan tokoh fiksi terkenal Tony Stark dan memberikannya dialog. Tapi Author takutnya jatuh ke hak cipta. Ya udah, mending Author ubah ke tokoh sendiri yang terinspirasi dari Tony Stark sendiri, yakni Doni Stark. Doni Stark di sini bukan tokoh super hero, melainkan pembuat komik super hero. Silver Man.



Nggak ada super hero benaran di kisah cintanya Raga dan Rania. Wkwkwk. Semoga suka.




***



Semua orang menahan napas melihat apa yang telah dilakukan oleh Rania. Sementara Rania yang masih dalam keadaan menangis, dapat menyadari kesalahan besarnya. Cepat-cepat ia memutar otaknya. Apa alasannya memukul Raga dengan sangat keras sampai terjengkang begitu...



"Oh Tuhan! Tolong aku!" batin Rania berpikir cepat.



Sementara orang-orang masih terperangah dengan aksi luar biasa nekat dari Rania. Orang sinting model apa yang berani memukul seorang Raga Anggara. Tapi Rania berusaha mengabaikan mereka.



Ia terus berpikir...



"Sayang! Kau ini apa-apaan?! Aku kan tidak suka rahasiaku diumbar-umbar!" seru Rania tiba-tiba. "Ini dia!" batinnya senang. Ia berharap dapat berhasil dijadikan sebagai alasan.



Sambil menghapus air matanya, Rania membantu Raga berdiri. Raga sendiri masih tampak syok di balik kemarahannya yang jelas akan memuncak...



"Beraninya kau, Ra--"



Cup. Mata Raga langsung terbelalak. Batinnya tidak selesai berujar. Betapa tidak, ketika Rania tiba-tiba nekat menciumnya di depan mereka semua. Sebuah ciuman yang sangat ganas, sampai membuat para wanita menahan napas iri.



"Haa, haa, aku tidak akan segan memukulmu lagi, Sayang!" Rania terengah-engah saat melepaskan ciumannya. Ia tersenyum nakal.

__ADS_1



Sementara di tengah napasnya yang tidak karuan itu, Rania memikirkan soal pukulannya. Jujur saja itu pukulan pertama sepanjang hidupnya. Seumur-umur Rania tidak dapat membayangkan seorang gadis sepertinya akan bisa memukul layaknya pria yang gemar berkelahi. Raga benar, ia benar-benar berubah terlepas masih takut dengan anjing. Inikah keberanian dari seorang gadis yang sebentar lagi mencapai dua puluh tahun bulan Januari nanti?



"Sakit, ya, pukulanku?" Rania pura-pura bersimpati sambil mengelus manja pipi Raga. "Makanya kau jangan menyebalkan, Sayang!"



Kemudian Rania tertawa pura-pura sambil menutup mulutnya, tidak melupakan tawa khasnya. Sementara tangannya yang satu lagi menepuk bahu Raga. Sok asyik.



Glek. Tapi Rania dibuat menelan ludah detik berikutnya. Karena dilihatnya raut wajah Raga seperti...



"Oh, Tuhan! Aku benar-benar melakukan kesalahan besar!" batin Rania ketakutan.



Ia menunggu Raga bersuara. Namun setengah menit kemudian, tuannya itu diam bagai robot berdarah dingin. Tawa Rania yang dibuat-buat itu tidak dapat bertahan lebih lama lagi sebagai pengalihan rasa takutnya. Ini sangat, sangat, dan sangat mencekam!




Mendadak ia merutuki keberaniannya. Seharusnya biar saja Raga mengatakan rahasianya bahwa Rania adalah seorang budak sebenarnya. Istri cuma cover belaka. Seharusnya Rania membiarkannya...



Membiarkan ratusan ribu manusia di sini tahu!



Membiarkan rakyat Indonesia yang menonton lewat TV tahu!



"Bukankah aku cuma seorang budak..." batin Rania pilu seraya menoleh ke arah kamera yang tak berhenti mengarah padanya.



"HAHAHAHAHAHA!"


__ADS_1


Rania langsung tersentak kaget. Tawa Raga tiba-tiba terdengar sampai ke seluruh pantai yang luas itu. "Kenapa Raga tertawa?" batin Rania bertanya-tanya.



Raga terus saja tertawa sampai membekukan seketika udara di sekeliling mereka semua. Tawa itu terdengar sangat mengerikan. Bukannya lega, Rania justru semakin takut dibuatnya.



"Raga, kumohon... Am--"



"Inilah rahasia istriku!" seru Raga, memotong omongan hati Rania. Ia berseru sambil mencekik leher Rania dengan lengannya.



Rania membelalakkan matanya karena kaget. Sementara tidak ada rasa sakit, karena Raga tidak mencekik terlalu kuat. Cekikan Raga sekarang layaknya best friend.



"Di balik kecantikannya yang tiada tara ini, kalian melihat dia bisa membuatku bertekuk lutut!" lanjut Raga, masih tertawa mengerikan. "Sepertinya nanti malam aku tidak akan diberi jatah malam pertama! Ya, aku mana bisa membangkangnya! Kan suami takut istri! Hahaha!"



Sontak saja tawa pun meledak keras. Ada yang natural sampai dibuat-buat karena merasa tidak lucu.



"Jangan lakukan itu, Nona Rania! Sayang kalau melewatkan malam pertama dengan pangeran seperkasa Tuan Raga!" seru Doni Stark dari arah belakang. Raga dan Rania membalikkan badan mereka. Tangan Raga langsung menunjuk-nunjuk dengan gaya seperti seorang best friend sambil menepuk dadanya.



Doni Stark yang merupakan keturunan Indonesia itu meneguk ludahnya. Bukan apa-apa, tampang membunuh Raga sama sekali tidak dihilangkannya. Best friend apanya kalau begitu. "Mimpi apa aku semalam harus berhadapan dengan makhluk yang lebih mengerikan dari karakter Zanoz ciptaanku," batin Doni Stark, keringat dingin.



Sementara Rania hanya diam. Untuk saat ini ia selamat...



Tapi ketika hanya tinggal mereka berdua saja, entah di mana itu, Rania akan mendapatkan...



"Persiapkan dirimu untuk hukuman yang sangat berat, Rania," bisik Raga di tengah riuhnya tawa mereka semua.


__ADS_1


***


__ADS_2