Bukan Casanova

Bukan Casanova
BC. CHAPTER 26 [Berangkat Sendiri]


__ADS_3

Tomy sudah kembali ke kota Britania Raya, laki-laki itu baru saja turun dari taxi yang ditungganginya.


Berjalan memasuki hunian mewah itu Tomy celingak-celinguk, melihat ke seluruh ruangan yang nampak kosong.


"Pada kemana?" gumamnya dengan terus berjalan menuju kamarnya.


Tapi kemudian Tomy mendengar sayup-sayup suara perdebatan, perlahan laki-laki itu berjalan menuju sumber suara hingga tanpa sadar ia berdiri di depan pintu kamar Cakra yang tertutup.


Karena masih kurang jelas suara perdebatan itu ditelinga Tomy, Tomy pun mencondongkan tubuhnya agar kepalanya menempel di daun pintu namun BRAK!!


Ternyata pintu itu tidak tertutup rapat hingga ketika tubuh Tomy bertumpu pada daun pintu, pintu itu terbuka dan Tomy terjatuh ke depan.


Sontak Helen dan Cakra melihat kearah pintu, "Tomy?!" ucap sepasang suami istri itu, lalu dengan cepat Cakra meraih selimut yang masih terlipat di atas bantal, kemudian melilitkan selimut lebar itu di tubuh istri seksinya.


"Aduuuuuhhh... Apes banget sih gue!" keluh Tomy dengan memegangi pinggangnya yang sakit akibat membentur lantai.


"Lo udah balik?" tanya Cakra berusaha mengalihkan fokus Tomy agar tidak menanyakan kenapa Helen panas-panas begini selimutan.


"Udah, gue balik duluan, ntar malem gue ada pertemuan sama camer." sahut Tomy.


"Camer? Lo udah yakin mau nikah?" tanya Cakra dengan raut wajah yang serius.


"Ya... Mau gimana lagi, orang bokap yang nyuruh, durhaka lagi ntar gue nolak." sahut Tomy.


"Terus lo udah tau siapa cewek yang mau di jodohin sama lo?" tanya Cakra yang mulai kepo.


"Stela, anaknya pak Steven itu loh, yang ngejar-ngejar lo!" nada malas itu menghiasi ucapan kata yang diucapkan Tomy.


"Hah?! Yang bener lo?!" teriak Cakra spontan.


"Memangnya kenapa kalau memang benar? Kamu tidak setuju dengan perjodohan mereka, Tuan?" tanya Helen dengan sedikit mendongakkan kepalanya, ya tatapan sinis terpancar dari netra indah milik Helen.


Terdiam Cakra beralih fokus kepada istrinya, sedangkan Tomy terlihat menahan tawa, ya ia mulai membaca ada tanda-tanda rumus bucin yang mulai melekat pada diri sahabatnya itu.


"Eeee... gue mau ke kamar dulu deh, mau mandi!" alibi Tomy yang tak mau sedikitpun mengganggu perseteruan antara Cakra dan Helen.


Cakra menatap punggung sahabatnya yang kini telah menghilang ditelan dinding pembatas ruangan itu.


Helen menangkup pipi kanan dan kiri suami tampannya itu agar melihat kearahnya, "Tuan, lihat aku!" ucap Helen

__ADS_1


Karena kedua tangan Helen keluar dari dalam selimut yang membelitnya kini tubuh seksi itu kembali terekspos oleh mata telanjang Cakra.


Belum sempat Cakra menjawab, Helen mendapati kalau arah pandangan mata Cakra mengarah kepada dua aset kembarnya yang bergelantung indah tertutup BraSport yang terlihat belahannya, dua bongkahan kenyal itu terlihat menyembul seolah ingin keluar.


"Aaaaaaaa!!! Kau! Suami mesum!" teriak Helen yang segera berdiri di atas ranjang dengan kedua tangan yang menyilang menutupi dadanya, sambil mundur beberapa langkah menjauhi Cakra.


"Kenapa? Bukankah aku sudah melihat semuanya? Buat apa kau tutupi lagi?" tanya Cakra yang saat itu juga berdiri hendak meraih tubuh Helen.


"Tidak akan lagi!" ketus Helen masih dengan tangan yang menyilang demi menutupi kedua aset kembarnya.


Terlihat Cakra menaikan salah satu alisnya, kemudian CEO Frans Group itu menyugar rambutnya kebelakang, "Bagaimana jika aku ingin?"


Selangkah demi selangkah Cakra berjalan mendekati Helen, sedangkan Helen menggelengkan cepat kepalanya, dengan kaki yang terus menjauhi suaminya yang semakin mendekat itu.


"Ayo lah Baby, jangan begitu..." rengek Cakra dengan berusaha meraih tubuh istrinya yang terus saja menghindar darinya.


"No! Tidak akan! Jika masih ada alat kontrasepsi di dalam otak mu! Dan juga barusan kau memikirkan gadis lain yang lebih muda dari ku! Noooo!!! Aku tidak rela tubuh ku disentuh oleh laki-laki penikmat tubuh wanita seperti mu!" cecar Helen yang membuat Cakra mengerutkan kedua alisnya.


"Ayolah Helen, kau salah paham sayang." Cakra berusaha menjelaskan, namun apalah daya kini Helen sudah terlanjur takut dengan pikiran negatif yang telah merasuk kedalam otaknya.


Ingin sekali Cakra membujuk wanita itu hingga masalah ke salah pahaman ini selesai, namun apalah daya, baru saja ia memutar otak tiba-tiba gawai tipisnya berdering meminta perhatian lebih dari sang pawang.


Cakra terlihat tengah berbincang serius dengan seseorang yang melayangkan panggilan padanya.


Sedangkan Helen beranjak dari ranjang empuknya, ia pun memutuskan untuk mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat.


Setelah selesai dengan ritual mandinya Helen keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk kecil yang membelit tubuhnya.


"Kok sepi?" gumam Helen dengan celingak-celinguk mencari sosok Cakra yang tak lagi terlihat di dalam pelupuk matanya.


Tak mau berpikir lebih panjang lagi Helen segera mengenakan pakaiannya.


Yaaa... wanita berstatus istri CEO itu keluar dari dalam kamarnya, dan kebetulan ada Tomy yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


"Tom, lihat Cakra nggak?" teriak Helen dengan berjalan mendekati Tomy.


"Tidak, mungkin dia sudah berangkat ke pesta." sahut Tomy dengan berdiri di tempat nya.


Mendengar penuturan dari Tomy, Helen terdiam, benarkan Cakra meninggalkannya dan berangkat ke tempat pesta seorang diri?

__ADS_1


Benarkan Cakra meninggalkan dirinya?


Segudang terkaan itu kini memenuhi otak kecil Helen, gadis itu termenung duduk di ruang tengah.


"Bos cantik sedang apa?" tanya Tomy yang sudah rapi dengan DC pesta yang ia kenakan.


"Kau tidka lihat aku duduk!" Ketus Helen, entah mengapa ia menjadi tidak mood setelah Cakra tidak lagi terlihat di sekitarnya.


"Sudah-sudah jangan sedih gitu, ikut gue yuk!" ajak Tomy


"Nggak ah males!" ketus Helen.


"Yakin nggak mau ikut? Ntar kalau di sana Cakra di godain cewek gimana?" Tomy bertanya dengan menghempaskan pantatnya dipermukaan sofa yang empuk.


Terdiam Helem berpikir sejenak, namun kemudian ia beranjak dari duduknya, "Tunggu aku! Sebentar!"


Wanita itu berlari masuk kedalam kamarnya, kemudian dengan sangat cepat ia mengganti pakaian nya dari T-Shirt+hotpants menjadi gaun indah yang anggun dan mewah.


Sedikit ternganga Tomy menatapnya, "Ayo Tom! Kita berangkat!" ucap Helen dengan berjalan menuju pintu keluar.


Tomy berdiri dan membungkukkan tubuhnya sedikit, bak prajurit istana "Baik yang mulia Ratu." ucapnya.


Sedangkan Helen sedikit tertawa mendengar ucapan Tomy yang menurutnya lucu itu.


Keduanya pun kini berangkat menuju tempat pesta.


Didalam ruang kerjanya Cakra mendengar deru mesin mobil yang menyala dan seperti nya suara itu kian menjauh.


"Mobil? Jangan-jangan Tomy udah berangkat?" gumam Cakra dengan beranjak dari duduknya.


CEO genius itu segera menutup dokumen nya dan berlari ke luar dari ruang kerjanya.


"Sial! Awas kau Tom!!" umpat Cakra karena melihat sahabatnya itu membawa serta istrinya untuk pergi ke pesta.


Tak mau berlama-lama Cakra segera bersiap kemudian berangkat ke pesta seorang diri.


Niat hati ingin berangkat bersama sang istri agar terlihat seperti raja dan ratu dari Frans Group kini malah CEO tampan itu berangkat sendiri menggunakan mobil pribadi nya sendiri.


Setibanya di tempat pesta, Cakra mendapati sang istri dari kejauhan tengah duduk sendiri, ia pun memutuskan untuk mendekati nya namun tiba-tiba sebuah tangan merangkul lengan kekarnya...

__ADS_1


"Cak? Akhirnya lo datang juga...


__ADS_2