
Helen masih termenung di teras belakang, tatapan mata nya menuju ke arah kolam, namun tidak dengan otaknya.
Wanita itu tengah memikirkan ucapan ibunya beberapa jam yang lalu di balik sambungan telepon.
{Suami mu itu orang kaya nduk, kalau kamu tidak cepat memberikan keturunan, awas hati-hati, kamu harus siap untuk di madu, karena seorang pemimpin perusahaan besar itu pasti butuh keturunan, dan diutamakan laki-laki}
Kata-kata bu Rosma, ibu dari Helen itu jika di pikir ada benarnya juga, "Bagaimana ini? Di sisi lain Cakra sepertinya tidak mengharapkan kehadiran bayi kecil di antara kita, tapi di sisi lain, keluarganya pasti butuh penerus, sedangkan Alinda pasti ikut dengan suaminya, aku harus gimana?" berpikir Helen dengan menikmati hembusan angin sore itu.
Sampai akhirnya kedua tetangganya sudah sampai di belakang punggungnya, "Say? kamu di sini? aku teriak-teriak loh dari depan, nggak ke dengeran ya?" ucap Charoline dengan menepuk punggung Helen.
"Oh ya ampun, maaf Nyonya, aku tidak mendengarnya." ucap Helen dengan senyum kikuknya.
"Ya udah sih nggak papa, yuk kita mulai!" ajak Agata yang sudah semangat.
"Em... Iya ayok!" Helen segera berdiri, tapi bukannya menyalakan musik, wanita itu malah berdiri di depan Charoline dan Agata.
"Loh say, musiknya kok tidak dinyalakan?" tanya Charoline dengan raut wajah bingung.
"Oh iya... Hehe... maaf lupa." ucap Helen dengan nyengir pepsodent, wanita cantik istri CEO tampan itu segera menyalakan musik.
Setelah alunan musik DJ mulai terdengar ketiga wanita pecinta aerobik itu mulai pemanasan dan dilanjut seperti biasanya.
Setelah lewat satu jam ketiganya istirahat terlebih dahulu, kembali Helen terlihat melamun dan tidak fokus.
"Say? kamu sedang ada masalah?" tanya Charoline.
"Iya dari tadi kayak nggak fokus, cerita lah siapa tau kita bisa bantu." timpal Agata dengan mengelap keringat menggunakan handuk kecil yang dibawanya.
Terdiam Helen, seolah wanita itu tengah menimbang-nimbang masalah ini, apakah perlu untuk di curhat kan, atau biar saja berjalan apa adanya.
Charoline dan Agata saling pandang seolah tau apa yang tengah menjadi masalah istri CEO tampan itu.
"Suami kamu marah?" tanya Agata yang saat itu langsung membuat Helen menoleh cepat, seolah benar Agata tersenyum dengan mengusap pundak Helen.
"Tak apa, setiap rumah tangga pasti akan ada sedikit masalah, tapi jangan pernah menyerah." nasihat Agata seolah menarik Helen untuk menceritakan masalah yang di hadapinya.
"Bukan marah, malah saya yang marah." ungkap Helen memulai pembicaraan.
"Kamu marah? Kenapa? Suami mu itu hebat loh, masih muda tapi sudah menduduki jabatan CEO utama, suami ku saja salut sama suami mu." Jelas Charoline.
Menunduk Helen, benar juga dia punya suami yang hebat, kaya, dan menyayangi dirinya, ya... masih kurang satu dan itu sungguh mengusik hati wanita cantik instruktur senam itu.
"Apa lagi yang membuat mu masih kurang?" tanya Agata, yang seolah sangat dekat dengan Helen.
"Em... saya takut dimadu." cetus Helen membuat kedua ibu-ibu itu saling pandang dengan tatapan bingung.
"Bukannya suamimu sangat menyayangimu?" Agata kembali bertanya.
__ADS_1
"He'em ya begitulah, tapi... bukan kah seorang pewaris harus hadir diantara kita?" tanya Helen dengan memandang Charoline serta Agata secara bergantian.
"Ekhem... tunggu! Kamu tidak anovulasikan?" tanya Charoline dengan sangat berhati-hati, sungguh ia takut jika sampai pertanyaannya itu akan menyinggung perasaan Helen.
"Astaga, ya tidaklah." sahut Helen dengan menatap Charoline.
"Lah kalau tidak kenapa harus bingung?" tanya Agata yang semakin bingung.
"Masalahnya ada pada suami saya, dia sepertinya tidak mau memiliki keturunan." lesu Helen berucap.
"Tidak mau mempunyai keturunan? Tapi mau enaknya saja begitu?" cetus Charoline.
"Em... Ya bukan seperti itu, lebih tepatnya, saya yang menghindar." jelas Helen.
"Kenapa? Jika dia mau menyentuhmu, maka sudah bisa dipastikan kau akan segera mempunyai keturunan." ucap Charoline yang sedikit merasa gemas.
"Ya... tapi tidak sesimpel itu, saya takut jika sampai baby kecil lahir, lalu dia akan membenci anak tidak berdosa itu." Helen mengutarakan ujung dari masalahnya.
"Coba saja dulu, dan alangkah lebih baik nya jika kau yang membuka diri, kau rayu dulu suamimu, jadi buatlah dia melayang." ide gila itu keluar dari mulut Charoline yang asli nya memang hyp.
"Tapi apa tidak kasihan, sehari penuh dia capek kerja dan nanti pulang malam, apa kalian yakin jika saya menggodanya malam ini, maka dia akan tergoda?" muncul keraguan didalam hati Helen.
"Tidak masalah, coba saja dulu, pilih lah baju yang seksi dan..." Charoline menjelaskan dari A sampai Z.
Ya... jika masalah ranjang memang dialah ahlinya sedangkan Helen dan Agata menjadi pendengar setia.
"Jika kau masih malu-malu maka coba kau tonton vidio ini, tunggu aku kasih link nya." ucap Charoline yang segera meraih gawai tipis yang ia letakkan di atas meja kecil yang ada di samping kursi malas itu.
"Mrs.Charoline are you sure?" terbelalak Helen bertanya kepada Charoline.
"Yes Baby, good luck!" senyum terpancar dari wajah Charoline dan Agata sebelum keduanya pamit, karena hari mulai menjelang senja.
Setelah kedua tetangganya itu pulang, Helen memasuki kamarnya, ia terdiam cukup lama, kini wanita dewasa itu tengah menimang-nimang ponselnya.
"Buka? Nggak! Buka? Nggak? Buka? Nggak!..." gumam Helen dengan terus menatap gawai canggih yang ada di genggamannya itu.
"Nggak di buka, sudah terlanjur penasaran aku, tapi... Kalau dibuka, duh baru bayangin nya aja udah geli sendiri." Helen melempar gawai canggih itu keatas ranjang empuknya.
Pada akhirnya Helen berjalan mendekati ranjang, tangan dengan jemari lentik itu kembali meraih gawai yang tadi dilemparnya, rasa penasaran membuat wanita cantik itu membuka link yang di kirim oleh Charoline sore tadi.
...πππππ...
Di dalam gedung tepatnya di sebuah ruangan yang begitu luas, terdapat banyak sekali orang-orang penting malam ini.
Rapat besar itu baru saja selesai padahal jarum jam sudah menunjuk angka sembilan.
"Sudah malam ternyata." gumam Cakra.
__ADS_1
"Ya sudah kita pulang!" imbuhnya kembali dengan mengajak kedua sahabatnya.
"Sarah bagaimana?" tanya Bayu yang saat itu melihat Sarah sang sekretaris tengah menelfon seseorang.
"Mungkin dia dijemput pacarnya." cetus Tomy.
"Sarah! Kamu pulang sama siapa?" tanya Bayu yang memberanikan diri untuk bertanya.
Karena sudah tau pasti larinya Bayu akan kemana, Cakra meninggalkan satu sahabatnya itu.
"Dahlah Tom, kita pulang!" Ajak Cakra, Tomy pun hanya mengikuti langkah kaki Cakra.
-
Di dalam mobil, Cakra mengemudi sedangkan Tomy duduk di jok penumpang yang ada di samping Cakra.
Jalanan malam itu tak begitu ramai dan saat pandangan Tomy menatap kearah luar, "STOP CAK!!" teriaknya mendadak yang membuat Cakra spontan menginjak remnya.
Ckkkiiiiiitttt!!!
"Gila lo Tom!" bentak Cakra dengan banyak sekali umpatan yang ia tujukan pada sahabatnya itu.
"Gue ada urusan! Gue turun di sini!" ucap Tomy.
"Lo yakin? Terus gue pulang sendiri?" tanya Cakra yang tidak mendapatkan sahutan dari sahabatnya itu.
Setelah diamati dari dalam mobil, terlihat dari kejauhan ternyata Tomy menghampiri Stela yang sedang nongki bareng teman-teman nya.
"Syaland! punya dua temen aja pada ninggalin! Haaaahhh... dahlah pulang aja!" gerutu Cakra dengan hati yang sangat awut-awutan malam itu.
Malam itu Cakra dengan hati yang dongkol mengemudi hingga mobilnya mulai memasuki kawasan perumahan elite.
Mobil mewah itu berbelok ke salah satu halaman luas yang tak lain adalah kediamannya.
Langkah panjang itu mulai turun dari mobil kemudian memasuki rumah yang terlihat sepi, "Kemana Helen? akh mungkin sudah tidur, toh ini sudah malam." gumamnya dengan menaiki tangga.
CEKLEK!!
Membuka pintu kamar Cakra segera meletakkan tas kerja juga melepas jas yang ia kenakan, tinggal kemeja putih dengan dasi yang mulai ia tarik untuk di lepas.
CEO tampan itu menyangkutkan dasi yang baru saja di lepasnya pada tempat yang tersedia, tak lupa ia juga meletakkan sepatu di tempat nya dan ketika ia membalikkan tubuhnya.
BRUGH!!
Tubuh tegap itu menabrak tubuh sintal istrinya yang terlihat sangat cantik dan seksi dengan balutan lingerie merah yang ada renda-renda hitamnya.
"Sudah pulang? Apa kau lelah?...
__ADS_1
π₯°π₯°π₯°
Yuk berikan like kalian tentunya setelah kalian baca ya say, jangan jadi reader goib, karena othor juga pengen lihat siapa saja yang mampir di sini, dan semoga kalian yang dukung karya ini di lancarkan rejekiny, disehatkan jasmani dan rohaninya, yuk ah klik subscribe juga biar makin semangat update othor nya, ok see you next episode...