
Bayu dan Tomy sedang senggang siang itu, kedua bujang tampan itu gabut dan merasa bosan, mau ke ruangan Cakra pasti Helen ada di sana, akhirnya keduanya mengurungkan niatnya untuk mendatangi CEO utama Frans Group itu.
"Enaknya ngapain ya Tom?" tanya Bayu dengan memainkan jari-jarinya.
Tersenyum semirik Tomy, sudah pasti dapat kita tebak apa yang ada di dalam otak bujang mesyum itu kan?
"Lo jangan anaeh-aneh lo Tom! Ini masih jam kerja, cuma kita lagi nggak ada kerjaan aja." Ucap Bayu yang sudah menaruh curiga kepada sahabatnya itu.
"Yeee... Apaan coba." sahut Tomy dengan memanyunkan bibirnya, tapi kedua tangan Tomy meraih laptop yang ada di meja kerjanya.
Bayu menatap curiga dan pastinya penasaran juga, pada akhirnya Bayu berjalan mendekati Tomy yang terlihat sibuk menggerakkan krusor demi menscroll layar laptop yang ada di hadapannya.
"Yang mana yaaaa?" gumam bujang tampan itu terlihat tengah memilih deretan film yang sudah di download nya.
"Yang itu aja kek nya seru deh." Bayu memberi saran dengan duduk di samping Tomy.
"Tapi... Lo yakin? ini banyak adegan ehem nya loh!" Sudah Tomy coba memperingatkan.
Tapi bukankah jika dikasih tau begitu anak muda malah semakin penasaran, ya begitulah Bayu, "Halah nggak masalah udah pernah coba juga, mau gaya yang gimana?" cibirnya mengentengkan peringatan yang di ucap Tomy barusan.
"Hadeh... ok deh, ntar kalau kencing tanggung sendiri lo!" Ledek Tomy dengan meng-Klik tombol play pada layar.
"Bacot lo! Emangnya lo! Yang nggak bisa nahan!" cetus Bayu dengan mentoyor kepala Tomy menggunakan jari telunjuknya.
Keduanya sibuk dengan menonton film horor yang berdurasi kurang lebih satu jam itu.
Terkadang raut wajah tegang menyelimuti keduanya, bahkan kadang pula tawa lepas terdengar ketika ada adegan yang lucu.
Dan sampai pada akhirnya ada adegan yang mana si cewek tengah di gauli oleh pacarnya, dan pada film itu terlihat sangat intens, hingga membuat Bayu dan Tomy terdiam.
Fokus keduanya bahkan hampir menahan nafas, tak terasa ada sesuatu yang mengeras minta di lemaskan.
"Oh sial!" umpat Tomy yang segera meraih gawai canggihnya dan menelfon tunangannya, yang tak lain adalah Stela.
"Hey Baby? Aku kangen, ketemuan yuk? Abis itu kita ngemol deh, gue yang bayarin." terdengar samar oleh telinga Bayu kalau sahabatnya itu mulai merayu tunangannya melalui sambungan telepon.
"Gila lo Tom! Gitu aja nggak tahan!" cibir Bayu.
"Bacot lo! Liat tu celana lo juga bentar lagi bakalan basah, pasti bakal terkencing-kencing lo!" sahut Tomy dengan menunjuk pangkal paha Bayu.
"Njir! Gue nggak gitu ya!" berkilah Bayu tak mau di anggap sudah bernafsu.
__ADS_1
"Hahaha... mending lo ke toilet deh sekarang, dari pada lo main di sini, sendirian lagi hahaha... Gue mah, mau ketemuan sama ayang Stela, bay-bay bestot..." ucap Tomy dengan ngeloyor pergi.
"Woy kena SP lo awas! Belum jam istirahat ini!" teriak Bayu mengingatkan.
Tapi sepertinya peringatan itu sudah tidak lagi mempan untuk Tomy yang sudah pergi jauh dari ruangan itu.
Kembali Bayu terfokus dengan adegan yang ada di dalam laptop itu, dan saat ini terdengar rintihan juga desah manja dari pemeran wanitanya.
"Duh ni adegan nggak habis-habis sih? Nyesel gue milih ni film." gumam Bayu.
"Apa nggak capek tu ceweknya, main sampe lama banget." bergumam Bayu dengan masih menonton adegan panas itu.
Akhirnya demi kebaikan dirinya sendiri, Bayu mempercepat ke adegan selanjutnya, "Nah aman ni, pasti di sini nggak ada yang aneh-aneh lagian cewek sama cewek gini mau ngapain?" gumam Bayu dengan masih melihat dua gadis di dalam film itu.
Tapi ternyata salah satu gadis itu adalah cowok yang tadi, dia menyamar dan terjadilah lagi adegan panas yang malah lebih panas dari yang tadi, bahkan terlihat di sana si cowok memainkan bagian inti si wanitanya menggunakan lidahnya.
Selanjutnya bahkan ada adegan 69 juga, "Oh Astaga apa lagi ini!" Tak mau berlama-lama Bayu yang sudah sesak itupun menutup paksa laptop milik Tomy.
Kemudian Bayu memutuskan untuk ke toilet saja dari pada ia harus menanggung rasa yang mengganjal ini sepanjang hari.
Wajah Bayu tentunya memerah karena tak dapat di pungkiri ia sudah terpengaruh adegan tersebut.
Dan apesnya ia malah bertemu dengan Cakra, mereka berpapasan, dan basa-basi Bayu bertanya, "Woy, Cak! Dari mana lo?"
Langkah kaki Bayu segera melangkah menuju toilet tujuannya, tapi ternyata perhatiannya kembali tercuri tak kala ia mendengar suara seorang gadis yang tengah mengumpat, dari dalam ruang meeting.
Penasaran Bayu semakin besar saja, dan laki-laki itupun mengesampingkan hasrat yang meninggi itu.
Perlahan Bayu membuka pintu toilet itu dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Celine dengan pakaian yang memperlihatkan belahan dadanya, bukan hanya itu, asap di dalam ruangan ini sepertinya semacam obat perangsang yang di pasangnya.
Perlahan Bayu menutup pintu dan menguncinya.
"Cel? Lo ngapain?" tanya Bayu yang saat itu berjalan maju mendekati gadis yang tak lain adalah sekretaris peribadi CEO utama.
"Bantuin gue Bay!" Memohon gadis itu dengan wajah yang sudah memerah.
Bisa jadi obat yang berupa asap ini sudah mempengaruhi dirinya, "Lo kenapa?" Bayu yang sudah paham dengan kondisi Celine berpura-pura bertanya.
Celine berdiri dan melingkarkan kedua lengannya di leher Bayu, "Please, lakuin itu!" pintanya memelas.
Bayu menaikkan salah satu alisnya tapi dengan tangan yang melingkar di pinggang ramping gadis itu.
__ADS_1
"Melakukan apa?" tanya Bayu berpura-pura polos.
"Cium gue Bay!" tanpa malu Celine meminta nya kepada Bayu, semakin terhibur saja Bayu saat itu.
Celine menarik paksa tengkuk Bayu, tapi laki-laki itu malah menghindar tak kala Celine memajukan wajahnya.
"Sabar dong Baby." ucap Bayu dengan cengengesan, mungkin dalam hati bujang itu merasa bahagia karena saat ia membutuhkan pelampiasan saat itu juga datang gadis yang memohon-mohon untuk di sentuhnya.
Terus berusaha mendekati bibir Bayu, Celine sampai menghimpit sesuatu yang mengganjal dibawah sana.
"Ough Shi*t, lo yang mulai duluan Celine! Jadi jangan salahin gue kalau hal buruk terjadi!" itu lah Kata-kata terakhir yang Bayu ucapkan sebelum akhirnya ia mulai memagut bibir penuh berwarna pink nude itu.
Tangan Bayu masih stay memeluk juga mera-mas-re-mas pinggang ramping itu, kemudian perlahan tangan nakal itu turun kebawah.
Dire-masnya pantat sintal itu dan sedikit Bayu memajukan tubuhnya hingga sang junior terhimpit dengan kekenyalan paha Celine.
Semakin panas kegiatan keduanya sampai Celine meminta agar Bayu memasukkan junior nya yang sudah berpengalaman itu.
"Lo yakin?" tanya Bayu yang saat itu sudah memangku Celine duduk di salah satu kursi.
Tak menjawab Celine malah langsung melepas kain segitiga kecilnya dan dengan cepat naik keatas pangkuan Bayu.
"Ahh!!" Teriak Celine sedikit tertahan, "Kok sakit sih?" gumam nya.
"Santai Baby, bukan begitu caranya." Ucap Bayu.
Perlahan Bayu beranjak dari duduknya dan membalikkan posisi menjadi Celine yang duduk di atas meja.
Dengan begitu Bayu lebih mudah melumaskan inti yang indah itu.
Meracau tidak jelas Celine siang itu, untung saja ruang meeting ini kedap suara, jadi aman lah kegiatan dua muda-mudi ini.
Setelah cukup licin jalanan masuk itu, Bayu segera melesakkan senjata andalannya.
Suara lenguh des-ah memenuhi ruangan itu bahkan keringat membasahi tubuh keduanya.
"Thanks Bay." bisik Celine dengan duduk di pangkuan Bayu, posisi itu inti keduanya masih menyatu.
Bayu melanjutkan gerakannya sampai keduanya melenguh panjang tanda sudah mencapai puncaknya.
...~βββπΌβββ~...
__ADS_1
Cakra yang masuk kembali ke dalam ruangan, sedikit pengaruh obat perangsang berupa asap itu masih mempengaruhi kesadarannya.
Dan di sana ia mendapati istrinya tengah tertidur di atas sofa, tak mau membahayakan si baby yang tengah tumbuh di dalam perut besarnya itu, Cakra segera menggendong tubuh Helen dan di bawanya tubuh Helen ke dalam kamar pribadi di dalam ruangan itu...