
Malam itu Helen dan Cakra berada di dalam rumah hanya berdua, karena seperti perintah Helen, Tomy dan Bayu terbang ke negara tanah air tercinta, demi membawakan mangga Dermayu yang asli dari kota Indramayu.
Bersantai Helen meluruskan kakinya di atas ranjang berukuran king size itu.
"Baby capek?" tanya Cakra yang kini duduk di samping Helen.
Wanita cantik itu hanya menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku baik-baik saja." sahutnya santai.
Keduanya kembali terdiam, karena tiba-tiba Cakra harus membuka e-mail masuk, dan itu seputar pekerjaannya.
"Sarah berhenti?" tanya Helen yang saat itu memecah keheningan diantara keduanya.
"Iya." sahut Cakra dengan mata yang masih fokus pada layar gawai canggihnya.
"Kenapa?" tanya Helen dengan penasaran.
"Tidak tau, mungkin putus kali sama Bayu." jawab Cakra asal.
"Sok tau kamu!" cetus Helen dengan menenggelamkan tubuhnya di bawah selimut badcover yang tebal dan hangat.
Cakra tak lagi menyahuti, sungguh laki-laki itu di buat sibuk dengan e-mail yang baru masuk itu.
Lumayan lama Cakra fokus dengan e-mail seputar pekerjaan itu hingga Helen yang menunggu nya sampai tertidur.
...πππππ...
Sungguh malam hangat yang sepasang suami-istri itu lalui berjalan begitu cepat, bahkan kini sinar mentari sudah menembus tirai-tirai jendela kamar Helen dan Cakra.
Dengan sigap Helen menyiapkan semua keperluan suaminya.
Seperti rencana awal, Helen hari itu di ajak Cakra ke kantor, bagaimana jika ibu hamil muda itu bosan?
Itu urusan belakangan, yang penting Cakra tidak mau jauh-jauh dari istri cantiknya.
Baru saja Cakra dan Helen tiba di kantor besar itu, bahkan Cakra baru saja menghempaskan pantatnya di atas kursi kebesarannya.
__ADS_1
TOK... TOK... TOK...
Pintu ruangan itu terdengar di ketuk dari luar, "Masuk!" teriak Cakra dengan mulai membuka-buka dokumen yang ada di meja kerjanya.
CEKLEK!!
Pintu terbuka dan di sana terlihat Tomy bersama dengan Bayu berjalan beriringan, tak lupa satu kantong paper bag besar berisi beberapa buah mangga di tenteng masing-masing tangan dua bujang itu.
Ya jadi setiap satu tangan membawa satu paper bag berisi buah mangga, jadi ada empat paper bag yang mereka bawa masuk kedalam ruangan itu.
"Oh ASTAGA!! Owww... So sweet... kalian baik banget deh." Helen menyambut semua paper bag yang di tenteng duo bujang itu.
"Em... Bos cantik, emang beneran ngidam, kan Bos Cakra udah ngidam, kalian jangan boros-boros dong, masa dua-duanya ngidam." Cetus Tomy yang baru saja menyerahkan paper bag berisi mangga itu.
Mendengar celetuk dari bibir Tomy, mata bulat Helen menatap kearah Tomy, bukan tatapan tajam yang ia berikan, tapi malah lebih ke ancaman yang mematikan.
"Mampus lo! Siap-siap aja ntar lo di suruh bawa in sinar aurora dari kutub utara." bisik Bayu yang sudah tidak mau lagi main-main dengan bos cantiknya yang lebih sulit ditebak isi hatinya itu.
Tersenyum kikuk Tomy, jujur saja mungkin bujang tampan itu tak sadar dengan apa yang di ucapkan nya barusan.
Helen masih terdiam dengan tatapan yang sama dan masih tertuju pada Tomy, "Eee... ini di sini tadi ada pisau Bos, mau Tomy bantu kupas kan?"
Masih bertampang kikuk Tomy menawarkan kebaikannya demi mengalihkan pandangan Helen yang sungguh membuat takut juga salah tingkah itu.
TOK... TOK... TOK...
Terdengar pintu ruangan itu di ketuk oleh seseorang, tersenyum lebar Tomy mendengarnya.
Merasa lega Tomy, akhirnya ada alasan untuk dirinya beralih fokus pada pintu yang baru saja diketuk.
"Maaf Bos, ada yang mau masuk, Tomy permisi ya?" Tanpa menunggu jawaban dari Helen, Tomy segera berlari menuju pintu utama ruangan tersebut.
CEKLEK!!
Dibukanya pintu itu dan Tomy juga mempersilahkan seseorang untuk masuk.
__ADS_1
"Celine?" lirih Cakra mendapati gadis yang selalu mengejar-ngejar cintanya itu kini berpakaian sopan layaknya pekerja kantoran.
Sudah jangan di tebak lagi bagaimana ekspresi Helen saat ini, istri cantik CEO Frans Group itu melirik tajam kearah suaminya, seolah dapat Cakra rasakan lirikan mata Helen, CEO utama itu segera mempersilahkan Celine untuk duduk di kursi yang tersedia.
Profesional Cakra menanggapi Celine yang ternyata melamar pekerjaan, dan kedudukan sekretaris pribadi lah yang menjadi incaran gadis dewasa itu.
"Coba kau teliti berkas-berkasnya Bay!" Ucap Cakra dengan menyerahkan map tebal yang tadi Celine serahkan padanya, kepada Bayu.
Dengan hormat Bayu menerima map itu untuk diperiksanya.
Sengaja Cakra melirik arloji silver yang melingkar macho di pergelangannya, "Sudah siang, saya tinggal makan siang dulu, nanti kalau sudah selesai kalian berdua juga boleh makan siang!"
Cetus Cakra dengan beranjak dari duduknya, tubuh besar itu menghempaskan pantatnya di permukaan sofa di samping, dimana Helen duduk.
"Baby mau makan apa?" sangat halus Cakra bertanya kepada istrinya.
Tersenyum Helen, "Terserah sayang saja, toh apa pun yang kau pilih kau tidak bisa memakannya secara langsung, kan?" canda dengan sejuta maksud dan tujuan itu Helen lontarkan.
Melihat kemesraan kedua sejoli itu hati Celine terasa terkoyak, dan itu malah menambah dendam di dalam hati gadis itu kian membengkak.
"Maaf Bos, ini saya baru saja selesai menelitinya, dan nona Celina pantas untuk menempati kedudukan itu, tidak ada alasan untuk menolak nona Celine menggantikan Sarah." jelas Bayu dengan sopan.
"Gimana Yank? Keputusan ada di tangan mu." Bukannya menjawab Bayu, Cakra malah meminta pertimbangan dari istrinya.
"Hah kok aku? Kalau aku nggak bolehin gimana?" tanya Helen masih dengan nada santainya.
"Apa pun keputusan mu, aku akan menurutinya Beib." Menguatkan keyakinan istrinya, yang dapat Cakra lakukan.
Helen tersenyum ia menggenggam tangan Cakra, "Iya, bahkan kau tidak bisa makan tanpa ku." cetus Helen yang membuat tiga orang lain yang ada di dalam ruangan itu serasa membatu.
Untuk Tomy dan Bayu mungkin biasa saja karen sudah pemandangan setiap hari tapi ini ada Celine, calon sekretaris baru, dan mereka berdua, pasangan bucin ini mengumbar kemesraam di hadapan nya juga?
"Nona Celine, harus profesional dalam bekerja, dan itu Bos cantik adalah Nyonya Cakra, atau istri CEO utama kita." Jelas Bayu mewanti-wanti.
Jujur saja Bayu bukan takut Cakra di goda, hanya takut jika Helen cemburu dan apa yang akan di lakukan Helen untuk mengerjai Celine? Dirinya saja baru kembali dari negara tanah air tercinta hanya karena salah bercanda semalam...
__ADS_1