
Pagi itu, biasa saja, sama seperti biasanya. Suara burung kenari di depan rumah, dan desir angin lewat jendela kecil dalam kamarku, hmmm pemandangan di depan rumahku, bisa membuat ku terus memandangi nya, tanpa sadar ini sudah waktu nya berangkat sekolah.
"Riri! Sudah pukul enam seperempat Ri, bukannya hari ini kamu jadi petugas penjaga gerbang?" suara mama mengagetkan ku.
"Iya mah, ini lagi siap siap, sebentar lagi berangkat."
Tak pakai lama, merapikan baju seragamku, memeriksa kembali semua buku pelajaran, minum segelas air putih, dan mencium pipi mama.
"Mah, Riri berangkat dulu ya, doakan hari ini semua lancar ya?" sambil mencium tangan kanannya.
"Gak sarapan lagi?" tanya mama, "Kamu setiap pagi, bantuin mama buat sarapan untuk semua, tapi kamu sendiri gak sarapan."
lanjutnya lagi.
"Gak ah, nanti ngantuk, jadi males... berangkat ya mah, Assalamu'alaikum." sambil tersenyum aku meninggalkannya tanpa menunggu kata kata mama lagi.
__ADS_1
bisa terlambat kalau mendengarkan mama pagi-pagi.
Menjadi petugas penjaga gerbang, salah satu tugas yang aku sukai, dari sekian banyak tugas menjadi anggota inti OSIS di SMA favorit di kota B. Tugasnya itu menjadi pendamping Guru Piket, mencatat siswa siswi yg tidak disiplin, dari cara berpakaian, kelengkapan dan waktu, juga menerima surat ijin siswa. Kalian pasti sudah mulai paham kenapa aku menyukainya.
Namaku Rhiana Rahadian Zain, orang orang terdekatku memanggil ku Riri. Aku siswi kelas 2 B. Aku tidak termasuk kelompok siswi-siswi cantik, wajah biasa aja, body juga biasa aja, tapi aku berusaha jadi yang tidak biasa, kenapa? Karena hampir semua cowok ganteng di sekolah dekat dengan ku sebagai sahabat tentunya, dari semua siswa-siswi di sekolah siapa yang gak kenal aku. Pede banget ya, kakak-kakak senior juga, hmm mereka dekat denganku, mungkin karena wajahku yang biasa aja itu. Jadi mereka tidak khawatir pacar mereka akan cemburu.
Jadi itulah salah satu keuntungan yang kudapatkan dengan menjadi petugas penjaga gerbang. banyak mengenal siswa dan siswi satu sekolah, juga beberapa wali siswa dan guru-guru juga pastinya.😊
Aku berjalan kaki ke sekolah, dengan berbagai macam alasan, aku lebih suka melakukannya seperti itu. Rumahku memang tak begitu jauh dari sekolah.
Belum begitu banyak kendaraan yang melintas pagi itu, semua tampak biasa aja. Semangat ucapku dalam hati.
Sesampainya di sekolah aku bahagia sekali, hehehe seperti ini yang kusukai, sepi...belum banyak orang. Bahkan guru yang datang pun, baru beberapa guru saja.
Aku buru-buru ke kelas meletakkan tas ku di bangku, dan memakai topi petugas, membawa buku memo, dan langsung menuju ke ruang TU memeriksa daftar guru piket hari ini dan siapa siswa lain yang juga bertugas bersamaku.
__ADS_1
"Wow, hari ini dengan Bapak Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan. Bakalan seru nih." seruku pelan.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri Riri?" terdengar suara berat Bapak Wakil Kepala Sekolah di belakang ku.
Tanpa sadar aku langsung berbalik badan, memberi salam selamat pagi, dan "Selamat Pagi Bapak, maaf saya terlalu mengagumi Bapak, jadinya terlalu senang pas tau saya akan mendampingi Bapak hari ini." Aku memberikan jawaban sejujurnya karena memang itu yang aku rasakan.
Dengan tersenyum, Pak Huda mengusap kepalaku , sambil berkata tak percaya, "Kamu itu murid Bapak yang paling aneh, hampir setiap murid-murid disini takut sama Bapak. Kenapa kamu malah mengagumi Bapak?"
Kami berdua pun melangkah bersama ke arah gerbang sekolah. Aku pun memberanikan diri menjawab pertanyaan nya, "Maaf sebelumnya Bapak, saya tau ini tidak pantas bagi saya untuk mengatakan ini, tapi saya merasa Bapak adalah figur Bapak yang saya rindukan." Pak Huda memandangi ku, dan tersenyum.
Rumi akhirnya datang, dia sahabatku, teman sekelasku juga yang hari ini pastinya akan bertugas bersama kami. Tak menunggu lama kami pun mulai bertugas pagi itu.
*****---_____---********
Sudah selesai nih, bab pertama nya semoga kalian suka ya. Dan mau memberikan ku like juga menjadikan novel ini favorit mu..
__ADS_1
Aku padamu....☺️☺️☺️☺️
Terimakasih sampai bertemu di bab selanjutnya ya