Bukan Ini Mau Ku

Bukan Ini Mau Ku
kejutan!!!


__ADS_3

"Apa yang sedang kamu pikirkan Ri?Kamu gak berpikir yang tidak-tidak kan?" tanyanya membuyarkan lamunanku. "Aku mengajak mu pulang bersama, tapi kita dari tadi lebih banyak diam daripada ngobrol nya." ucapnya lagi. "Maaf Dian, ini terlalu cepat untukku. Dan bisakah kita berteman saja." Aku berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Aku jomblo, tapi aku happy.


Tanpa sadar kami berdua sudah menyusuri jalan Sarbini, tampak sebuah Masjid dengan kubah berwarna hijau, ada gang kecil di seberang nya. Itu jalan menuju rumah ku.


"Erdian, maaf sampai di sini saja ya. Rumahku sudah dekat."


"Oh ya? Yang mana rumah mu?" dia melihat ke kanan dan ke kiri. Aku tersenyum, belum waktunya aku bawa teman laki-laki ke rumah. Mama bisa pingsan nanti, pikirku.


Kami berdua berhenti, dan "Rumahku di gang itu, rumah dengan kolam ikan kecil didepannya. Tapi Erdian maaf sebaiknya kamu menemaniku sampai disini saja. Maaf ya." Semoga kamu tidak memaksa Erdian.


"Oke, terimakasih sudah mau pulang bersama. Sampai ketemu besok!" Erdian seperti nya mengerti. Dia tidak menunggu ku masuk ke gang. Dan langsung mengendarai sepedanya.


Akhirnya lega juga....

__ADS_1


Aneh hari ini aku bahagia sekali melihat rumahku didepan mata. Cepat-cepat aku "Assalamualaikum Mah," tanpa menunggu jawaban, masuk rumah, cuci kaki, cuci tangan, cuci muka dan ganti baju lalu rebahan. Nikmat.....


"Waalaikumsalam loh mana orang nya?" mama masih melongo di depan pintu yang terbuka. "Riri ya, kebiasaan deh, kalau pulang sekolah, masuk aja gak nunggu mama bukain pintu, besok jangan begitu lagi, kalau sudah masuk pintu jangan dibiarkan terbuka, nanti tiba-tiba ada yang masuk gimana." Mama ngomel-ngomel sambil menutup pintu.


"Dhuaar!" seruku. "Ya Allah Riri!" mama ternyata kaget loh. 🀭 "Maaf Mah, lagian mama kenapa sih ngomel-ngomel, Riri laper mah." Dengan wajah memelas aku merayu mama biar gak ngambek lagi. Biasanya berhasil. "Ya sudah, ayo makan siang dulu. Mama juga udah laper nungguin kamu biar ada teman makan." πŸ˜„ Berhasil kan, Mama gak ngambek lagi. Mumpung 2 bocil lagi tidur siang semua.


Sebenarnya di rumah, masih ada adik laki-laki ku, dan satu keponakan laki-laki, Ibunya yang otomatis kakak perempuan ku, bekerja di Kota A. Dia memutuskan berpisah dari suaminya dan bekerja di Ibukota agar bisa mengirimi Mama uang untuk biaya hidup anak laki-laki nya yang baru berusia 2tahun. Kadang-kadang dia pulang dengan tiba-tiba, dan pergi lagi dengan segera. Entahlah, aku tak pernah bertanya, bukan tidak perduli tapi sudahlah bukan urusan aku juga kan, masalah rumah tangga itu masih terlalu berat untuk anak kelas 2 SMA seperti ku. Jadi kalau dengan masalah, sebaiknya kita gak usah dekat-dekat iya gak?


Mama menjauh-jauhkan buku puisi itu lalu 'Nah Ri, kalau jaraknya segini keliatan tulisan nya" πŸ˜„ seru Mama bersemangat.


Ah Mama, sikapmu selalu bisa menenangkan ku. "Mah, Riri itu aneh gak sih, menurut Mama?" Masih sambil serius membaca, "Masa anak sendiri dibilang aneh Ri."


"Mama serius nih, katanya boleh curhat, Riri aneh ya sampai sekarang gak punya pacar?" Akhirnya Mama meletakkan buku puisi ku, dan memegang wajah ku dengan kedua tangannya, sambil tersenyum "Riri, pacaran atau enggak itu pilihan kamu, Mama dan Papa tau Riri sudah besar, jika Riri bisa bertanggung jawab, dengan semua tugas Riri, tidak mengecewakan Mama Papa dengan memutuskan untuk Pacaran, silakan. Tapi kalau kamu belum bisa pilihlah mana yang terbaik untukmu, sebelum jatuh cinta pada orang lain, Riri sudah cinta belum sama diri Riri sendiri?" Mama menatapku dalam tapi tatapannya penuh kesejukan.

__ADS_1


"Riri, sebenarnya nyaman seperti sekarang Mah, bisa fokus dengan sekolah, dan bebas mau ngapain aja, gak terikat pacaran, tapi juga kadang kecil hati ketika teman-teman cewek bilang sudah mau umur 17tahun kok belum pernah pacaran." Aku tertunduk malu, bingung, akankah Mama mengerti yang kurasakan πŸ˜”.


"Riri, pernah dengar semua akan indah pada waktunya?" aku mengangguk "Percayalah Ri, seperti apapun kita, jodoh itu sudah ada yang mengatur, Mama bangga dengan Riri sudah bisa memberikan Mama dan Papa hasil yang terbaik, jika sudah waktunya Riri pasti akan dapatkan yang terbaik." Mama mencium keningku dan meninggalkan ku sendiri yang masih duduk didepan rumah.


"Terimakasih Mah" ...


"Maaf, kamu Riri kan?" tiba-tiba seseorang sudah berdiri di depanku. Belum lagi aku menjawab, dia sudah bertanya lagi. "Sedang baca apa? Boleh saya ikut lihat bukunya?" tanyanya lagi. "Tapi ....


________^_^______


Siapa lagi itu yang datang? Kita lanjutkan besok ya, semoga kalian suka terimakasih ☺️☺️☺️


ku tunggu Like dan komennya ya πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2