
Selesai menikmati makanan yang tersaji, aku dan mamah bersih-bersih. Sementara adikku menjaga keponakan. "Mah, Riri sekalian nyapu dan bersihkan rumah juga ya?" "Oke" jawab mamah singkat padat jelas.🤭
Bersih-bersih rumah sudah, tinggal halaman depan rumah, di halaman depan rumah banyak pohon-pohon besar, oh ya aku belum kasih tau ya ini bukan rumah kami yang sesungguhnya, kami hanya mengontrak sementara, menunggu sampai aku lulus SMA. Setelah kelulusan, kami akan balik kampung ke kota C. Nah pohon-pohon besar di depan rumahku ini pohon duku guys sudah tua karena besar dan tinggi sekali. Milik yang punya rumah tentunya 🤭.
Tiba-tiba ada rasa aneh dibelakang ku, seperti ada orang mengikuti ku, masa sih. Bukan hantu kan? Masih siang nih, eh sudah sore ya. Cepat-cepat aku membalikkan badan, dan "Eh Kak Arman ( yang di depanku malah ☺️ guys, akunya ketakutan dia senyum-senyum coba), dari kapan ya ada disitu, kok bisa gak kedengaran suaranya, aku kira hantu." Aku melanjutkan menyapu halaman tinggal sedikit lagi terus masuk ke rumah, pikirku.
"Masa disamakan dengan hantu Ri, kamu tega sekali, aku kan cuma berjalan mengendap-endap tanpa sendal, biar kamu tidak kaget, siapa yang sangka refleks mu tinggi juga, aku belum sempat dhor mengagetkan kamu, kamunya malah udah nengkok, yang ada nih, yang kaget aku Ri." bela diri banget dia. "Aku lagi nyapu Kak, katanya gak baik, kalau nyapu tinggal sedikit ditunda-tunda, tidak baik juga ada orang nyapu, terus ada orang yang berdiri di tempat yang lagi disapunya itu. Minggir, oh ya bukuku mana? Katanya mau dikembalikan." Aku membuka satu tanganku meminta bukuku agar dikembalikan.
__ADS_1
"Iya nanti, pasti aku kembalikan, gak sekarang, bukunya gak aku bawa." Dia balik menunjukkan kedua tangannya yang kosong, membuktikan bahwa dia gak bawa bukunya. "Jangan marah Ri, iya nanti aku kembalikan. Aku nanti malem boleh ke rumah?" pintanya dengan wajah memohon. "Kak Arman, yang baik dan ganteng, (langsung ☺️dia) kita itu gak dekat, iya kenal, iya tau tapi bukannya ini baru kali kedua, kita bener-bener ngobrol ya? Jadi jangan ke rumah. Aku banyak tugas habis itu mau tidur." wajahnya berubah datar.
"Riri, aku tau kita gak dekat, tapi aku mau kita dekat boleh gak? Aku juga tau kamu gak punya pacar kan? Sudah setahun aku perhatikan kamu, gak ada satu pun teman laki-laki yang kamu ajak main kerumah. Jadi aku mau berteman dengan kamu Ri" rayunya.
"Bukannya kita sudah bertetangga ya? Memang kurang? Kamu memata-matai aku dong kalau gitu?" tanyaku padanya.
"Nanti, aku tanya ma.." " Tanya apa Ri?" tiba-tiba Mama keluar dari rumah. Jangan-jangan mama sudah perhatikan kami berdua ya dari tadi, kok cepet banget mama keluar dari rumah.
__ADS_1
"Ibu, saya mau minta ijin, saya mau main kerumah, pingin ngobrol-ngobrol sama Riri nanti malem kalau boleh?" wuaaaah ini cowok berani banget ya...Dia emang usianya lebih tua dari aku banget, apa karena itu dia gak main-main ya, dia serius ya, belum habis aku berpikir, mama sudah memberikan jawaban bijaknya.. "Maaf nak Arman, Ibu seneng kalau Riri punya temen yang baik, tapi sekarang ini Riri lagi banyak tugas mau penjurusan, mungkin mainnya sorean aja, jangan malem malem ya, boleh kok main ke rumah, ngobrol nya jangan sama Riri aja, sama Ibu juga☺️(oh mama bisa aja) kalau gak ya sekarang kan baru pukul 4 sore, ya sekarang aja, jadi tetangga gak kepo, gimana?" Tau gak temen-temen, aku awalnya udah seneng nih wah top mama menolak halus biar Kak Arman gak main ke rumah. Tapi kok belakang nya , "kalau mau main sekarang aja" Maksudnya Ma'e gimana ini?
Aku buru-buru menyelesaikan menyapu halaman, mohon diri untuk mandi, meninggalkan mama dan kak Arman berdua di halaman. Mereka masih ngobrol-ngobrol sebentar, ketika aku pergi. Sejujurnya hatiku merasakan ada yang aneh, deg deg deg...
Aku senang ya, atau aku takut, ya semua itu benar, aku senang tapi juga takut. Takut ini semua hanya khayalan dan akan menyakitkan kelak. Tapi apa aku mau begini terus?
Hmmm hanya berteman dengan laki-laki yang usianya lebih dewasa, gak ada yang salah juga kan, sudahlah mandi dulu saja biar adem kepalaku....mandi.
__ADS_1