Bukan Ini Mau Ku

Bukan Ini Mau Ku
Sebenarnya aku ingin....


__ADS_3

"Kreeet" ku buka pintu belakang, biasa deh si kakak kalau pulang lewat pintu belakang. Baru aja nongol di depan pintu. "Selamat Ulang Tahun Riri, ini buat Lo!" ucap kakak ku Tiwi, sambil memberiku hadiah baju tidur, lucu, model yang berkerut- kerut kesukaan ku. Gak pernah dibungkus, pakai kresek doang. "Makasih kak, gak kurang malem nih datengnya? Kiki udah tidur tuh, kasihan tau, dia juga kangen kan sama ibunya." gerutu ku sambil membuatkan kopi susu untuk nya. "Soalnya gak beli oleh-oleh Ri, beli kado buat Lo doang, dan iya-iya kali ini gw nginep 3 malem di rumah." "Yang bener, Janji ya? Awas Lo gak gw akui jadi kakak lagi, kalau Lo bohong melulu." Aku sodorkan segelas kopi susu untuknya. Lanjut merapikan semua kekacauan, di kamarku dan menyembunyikan 2 surat ajaib dari 2 orang yang ajaib juga🤭.


"Ri, tidur depan tv yuk, jangan dikamar dong, begadang ya ma gw, kangen nih curhatan yuk" 😇🤗😊 "Hayuk deh." Ku bawa bantal gulingku, tak lama kami berdua sudah tiduran di ruang keluarga, hanya beralaskan karpet sambil nonton TV.


"Selama gw pergi, ada kabar apa Ri?" tanyanya sambil memeluk guling.


"Hmmm kabar apa ya, gak ada biasa aja" jawabku.


"Serius nih, masa gak ada berita baru? gitu-gitu aja... Gak ada yang seru, soal hidup Lo, atau apa gitu?" tanyanya kepo.


"Ada sih, malah baru aja terjadi, selain dapet kado dari sahabat-sahabat gw, tak pernah menduga , tak pernah ku sangka, akan ada kejutan dapat 2 surat."


"Hari gini, pakai surat?"


"Berisik ah Lu. Iri bilang?.."


"Eh serius, terus Lo jawab apa? Yang mana yang Lo terima?


"Yang nyatain cinta cuma satu, kalau yang satu lagi dia just friend with me."


"Terus terus...yang mana?"


"Nih , Lo baca aja suratnya menurut Lo, gw terima apa gak?"


"Lah lu cinta gak? Jangan tanya gw."


"Gw suka, tapi kalau cinta belum lah...gw baru bener-bener ngobrol dan ketemu dia dua mingguan ini, this is too soon you know. Is it Ok for you if he is older than you?"


"Riri Riri Lo baru mau pacaran, bukan mau nikahan. Kenapa Lo takut sama yang lebih tua, kalau dia cinta sama Lo, ya udah terima aja, Lo juga jomblo kan?"


"Hmmm ya ntar gw pikirin sambil tidur. "


"Kalau orang pintar gitu ya, tidur sambil mikir? Tidur sambil mimpi kali Ri. Ya ya gw gak akan maksa Lo, terus masalah jurusan gimana?"

__ADS_1


"Kalau gw pilih IPS what do you think?"


"Ya gak apa-apa lah, yang mau jalanin kan Lo, bukan papa mama. Nerusin jejak gw dong. Kirain mau ambil jurusan bahasa."


"Tapi mama papa kan anak IPA, kok kita berdua ke IPS, apa gak kecewa ya mereka nantinya."


"Terus kenapa gak bahasa?"


"Gak ah, ntar ketemu bahasa asing yang lain beraaat."


"Lah bahasa asing kan emang banyak, terus Lo cuma suka bahasa Inggris doang nih?"


"Iya, itu aja satu aja fokus."


"Seandainya Lo masuk IPS terus Lo mau kerja apa?"


"Jadi guru Bahasa Inggris, 😇"


"Ya kan kerjaan jadi Guru bahasa Inggris, sambil jualan online atau dagang gitu kan pas tuh sama passion gw."


"Jika itu yang Lo mau gw dukung aja. Termasuk soal yang tadi tuh...terima dong. Gw kan jadi punya calon adik ipar, Gw juga bisa dapet traktiran nih, eh mantep nih kado ulang tahun nya langsung dari yayang beib nih, cie cie cie🤭🤣"


Kakak terus saja meledek aku, tapi entahlah, jujur aku sebenarnya agak suka kalau dia datang walaupun hanya untuk tersenyum, dan menggodaku terus pergi, ah Arman...kenapa jadi mikirin dia...tiduuuur Ri...


Tanpa terasa aku sudah terlelap, dan waktu pun berlalu. Jam dinding menunjukkan pukul 04.15 pagi.


Hmmm suara adzan subuh sayup-sayup terdengar, membangunkan ku. Rasanya masih malas, tapi sepertinya kenal suara ini, ☺️ ini suara Arman ya, batinku. "Baiklah mari kita sholat."


Pagi itu, kenapa jadi lebih bersemangat ya.


Setelah mempersiapkan semuanya, tinggal bersiap untuk berangkat ke sekolah. Kalau ada kakak Tiwi aku tidak perlu masak banyak, nanti dia yang akan memasak yang lainnya.


Aku bisa berangkat lebih pagi kali ini semoga Arman tidak ada diluar, semoga dia tidak menunggu ku.

__ADS_1


Setelah pamitan, sama mama. Aku menutup pintu rumah sendiri, karena yang lain masih tidur. Berangkat jam segini apa gak apa-apa ya🤔 (jam tangan ku menunjukkan pukul 06.15), kira-kira di sekolah sudah ada orang apa belum ya?


Baru berjalan sampai halaman, tiba-tiba kepalaku menabrak sesuatu. "Aduh!"


"Sakit ya," Dia mengusap kepalaku. "Makanya kalau jalan itu jangan nunduk terus, nabrak kan."


"Eh, gak apa-apa kok, gak sakit. Kak Arman, ada apa?" Kok dia sudah disini, duuuh jadi malu.


"Kan aku sudah bilang mau antar kamu sekolah," Arman mendekatkan wajahnya ke wajahku. Kemudian berbisik di telinga ku. "Jadi kamu sudah membaca surat ku, lalu balasan nya mana?" Aku mundur beberapa langkah dari nya, semoga pipiku gak merah karena malu.


"Oh jadi, ingin suratnya dkembalikan nih ya."


"Jadi cintaku diterima?"


"Jadi nganter gak? Kalau enggak aku berangkat sendiri aja." Aku berjalan melewati Arman. Kok jadi begini, "deg deg deg" ada apa ini di hatiku..


Arman berjalan menyusul ku, dan menggandeng tangan ku, kami berjalan menuju motor nya dan akhirnya aku tak menolak dia mengantarku ke sekolah.


Semoga tak ada teman yang melihatku, tunggu, apakah aku malu jika ada teman-teman yang tau? Tapi Arman tidak memalukan, bahkan dia sudah memiliki pekerjaan yang layak, dia sudah memiliki rumah sendiri. Kenapa aku harus malu berboncengan motor dengannya? Kenapa aku nyaman dengannya...Kami belum begitu dekat, tapi kenapa dia tau banyak tentang ku.


Begitu banyak pertanyaan dalam hatiku. Ah Arman yang kau lakukan padaku...


Tak terasa sudah sampai di sekolah, masih sepi. "Sudah Kak, sampai di sini saja. Terimakasih ya"


Arman menarik tanganku, dan tak melepaskan pegangannya. "Aku jemput ya?" tanyanya.


"Bukan gak mau dijemput. Takutnya ada kumpulan atau acara mendadak, kalau pulang, biar aku pulang sendiri aja ya, paling kak Arya yang anter kalau pas bareng. Kalau sampai pukul 2 aku belum di rumah, Kak Arman boleh jemput aku."


"Serius kan ini Ri," Aku mengangguk. "Tapi maaf, aku belum bisa menerima cintamu, tapi aku juga tidak ingin mengembalikan suratmu. Ini masih terlalu cepat untukku. Setelah 3 hari, aku akan memberimu jawaban boleh?"


Arman menatapku, mengecup keningku tanpa ijin, dan berkata "Baiklah, aku sudah menunggu mu selama ini, tambah 3 hari ya, ...aku akan menunggu Ri, selamat belajar, hati hati ya."


"kamu yang harus hati-hati." setelah mengecup punggung tangan kanannya, aku buru-buru berjalan meninggalkan nya. Aduduh aku malu..,

__ADS_1


__ADS_2