
Selama jam pelajaran yang berikutnya, sampai jam pelajaran terakhir. Arya tidak berhenti memperhatikan sikapku.
"Kenapa sih melihat ku seperti itu?" tanyaku tanpa rasa bersalah. " Siapa tadi sampai geger semua orang?" sudah gak sabar. "Aku juga gak kenal kak. Katanya dia suka sama aku, gak masuk akal kan?" Aku terus bicara sambil merapikan buku-buku dan bersiap untuk pulang.
"Tunggu Ri, aku dengar dia akan menunggu di gerbang, serius kah? Kamu terima dia?"
"Sudah berapa lama kamu kenal aku kak?" tanyaku pada Arya, "sudah cukup lama bukan, masih kah kamu tidak mengenal aku?"
"Pokoknya kamu harus kasih aku penjelasan." desaknya. "Kenapa? Kenapa aku harus menjelaskan kepada mu? Aku dan dia baru kenal, kalau dia menyukai ku itu hak nya. tapi aku tidak mengenalnya, dan aku akan menerima nya bukan sebagai pacar tapi sebagai teman. Sudah puas?" Jawabanku membuat Arya terdiam tapi yang aneh dia tersenyum puas.
__ADS_1
Aku kesal dengan sikapnya, sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Tidak mungkin kan Arya punya perasaan padaku. Ketika Arya mulai beranjak dari kursinya, balik aku yang penasaran, gak bisa aku harus tau kenapa dia meminta penjelasan tentang Erdian.
"Tunggu, gantian kenapa dengan sikap mu ini?" Teman-teman sekelas ku sudah mulai meninggalkan kelas, dan itu menjadi kesempatan ku untuk mendengarkan jawaban nya. Bahkan Rumi dan Lina pun telah pulang lebih dulu. Aku memang nyaman dengan Arya, pernah terbersit dalam benak ku untuk menjalin hubungan yang lebih jauh. Tapi lagi-lagi aku takut, dan aku meyakinkan diriku bahwa berteman lebih baik, gak ada acara putus, tidak ada kebencian apalagi jika akhirnya bermusuhan. Tidak tidak tidak. Karena itulah aku suka memanggilnya kakak. Agar aku ingat dengan prinsip ku sendiri.
"Aku hanya takut kamu salah memilih Ri, sungguh hanya itu. Dia ganteng untuk ukuran cowok, tapi dia adik kelas, gak masalah sih kalo kamu mau jadian. Tapi lebih baik kamu kenal dia lebih dalam dulu." Arya langsung berdiri setelah selesai berbicara. π€ Jadi aku kepedean ya, mengira Arya akhirnya jatuh cinta padaku. Aduh jadi malu nih. "Kenapa kamu, sakit lagi kepalanya?" Tiba-tiba Arya khawatir. Saat aku memegang kepalaku.
"Gak kok kak, migrain ku gak kambuh, aku kan lagi bahagia, ada daun muda yang naksir, aku justru sempet kepedean mengira hatimu berubah padaku," π€π€π€. Ya sudahlah kasihan dia nunggu kelamaan nanti di gerbang. Karena kamu juga yang menyarankan, bukankah aku sebaiknya menerima ajakan nya untuk pulang bersama? Katanya suruh mengenalnya lebih dalam kayak orang gali sumur gitu" candaku.
Benar saja Erdian sudah ada disana. Tapi... yang ada di sebelah nya...sepeda mini guys... Gimana caranya kita pulang bersama? Just for your information, aku bukan anak SMA yang unyu unyu, slim dan cantik, ingat kanπ Aku hanyalah siswi SMA yang sangat biasa aja. Arya senyum-senyum melihat kepanikan ku. "Sepertinya dia lupa badanmu itu semok ya Ri" ledeknya senang.
__ADS_1
"Jalan kaki aja Ri kasihan sepedanya kalau boncengan πππ Hati-hati", imbuhnya lagi. Lalu menepuk kepalaku dan segera berlari ke parkiran motor. π€ Aku berjalan ke arah Erdian, berusaha bersikap biasa saja seolah-olah tidak ada yang terjadi, "semoga dia tidak dengar kata-kata Arya tadi," batinku. "Maaf sudah menunggu lama ya? Tadi ada perlu sebentar dengan Arya." Dia tersenyum "Gak apa-apa, ayo." Dan ya dia menuntun sepedanya aku berjalan disampingnya. Biar aman. π€π
"Erdian"ucapku memecah kecanggungan diantara kami. "Ya Ri, mau tanya apa? tanya aja."
"Kamu tau rumahku dimana? kok kamu gak nanya kita mau ambil jalan yang mana?"
"Aku bukan penguntit Ri, aku pernah lewat jalan ini juga sewaktu pulang sekolah dan tidak sengaja melihat mu mengambil jalan yang sama. Dan maaf aku memanggil namamu, bukan kakak. Kamu gak marah kan?" "Ya gak apa-apa kok, aku juga tadi sempat panggil kamu Dian kan. Tapi jujur aku masih merasa ada yang aneh." Erdian menatapku.
Ah Erdian sungguh siapa yang gak mau punya pacar seperti kamu, tapi kamu terlalu terlalu tinggi untukku. Teman-temanku bahkan mengejekku karena dikira senang daun muda, memang nya aku Tante Tante girang apa. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu Erdian. Jangan mempermainkan hatiku, orang Jelek seperti ku juga punya hati.
__ADS_1
Firasat ku mengatakan kamu tak lebih sama seperti teman-teman cowok ku yang lain bukan? Jatuh cinta bukan untuk main main..