Bukan Ini Mau Ku

Bukan Ini Mau Ku
kejutan kedua


__ADS_3

"Iya boleh kak." Aku masih memandangi laki-laki di hadapan ku, menyerahkan buku puisi ke tangannya. Gak salah kan ya ini, batinku.


"Kenapa? kaget ya?" tanyanya lagi. "Enggak sih Kak, tumben aja Kak Arman mau main kesini."


Siapa Arman? Duuuh Dia ini anak tetangga depan rumah ku loh. Dia cakep banget, 🤔 salah gak ya aku? Maksudnya salah lihat gak ya 🤭.


Tapi usianya sudah gak muda lagi, terus kenapa? Kan cakep, baik, dan mapan. Aku salah gak sih, masa aku suka sama yang lebih tua. Apa karena itu aku gak juga pacaran ya. 🤔🤔🤔


"Kenapa Ri, kok malah ngelamun. Aku ganggu ya? Kamu lagi banyak tugas? Kalau gitu aku sebaiknya pulang aja." Kak Arman beranjak bangun dari duduknya.


"Ada angin apa sih Kakak bisa kesini. Aku biasanya lihat kakak selalu sibuk dengan home industry kakak. Lagi sepi job ya?" jawabku pura-pura tidak bersalah karena sudah mengabaikan nya tadi. Untungnya dia gak bisa baca pikiran orang ya.

__ADS_1


"Demi masalah hidup dan mati, jadi harus mulai diperjuangkan, takutnya lepas dari genggaman." Penjelasan nya bukan bikin aku mengerti, malah gagal paham. (Dalam pikiran Arman, "Riri, siang tadi aku melihat mu pulang dengan teman laki-laki, jadi kupikir sudah saatnya aku bergerak.")


"Gini aja, daripada kamu bengong terus, aku beneran kesini karena mau pinjam bukunya boleh? Hanya semalam aja besok aku kembalikan pas kamu pulang sekolah." Sekarang Kak Arman benar-benar balik memandangi ku. "Boleh aja sih Kak, yakin nih mau baca buku sastra puisi, gak bingung nanti?" Ledekku. "Iya, aku gak takut kok, kalau bingung kan ada kamu yang nanti bisa bantu menjelaskan maksud nya." Hmmm pede banget dia ya


"Terimakasih Riri, tunggu saja besok saat aku kembalikan bukunya. Aku harap kamu akan menyukainya, aku pulang ya Ri." Aku mengangguk saja. Nah loh, ada apa dengan besok ini. Dan ada apa dengan hari ini, kenapa ada 2 cowok ganteng deketin aku🤔.


Apakah ini hadiah ulang tahun ku Tuhan? Atau ini hanya kebetulan seperti biasanya. Ah Tuhan, jangan kau berikan aku cobaan yang menggoda seperti ini, eh tunggu bukannya semalam aku berdoa ya, jika jodoh ku sudah dekat, mohon ditunjukkan, didekatkan, sungguh kah? secepat ini doa di sepertiga malam itu terkabul?


"Sudah sore Ri, kenapa kamu kok malah lagi senyum-senyum sendiri begitu? Awas ada setan lewat nanti." Aduduh Mama jangan nakut-nakutin gitu dong. "Tadi mama dengar kamu ngobrol sama laki-laki deh, kok kamu sendirian." Mama terus penasaran, sambil membantuku melipat karpet.


Setelah makan malam, aku mencoba bicara dengan mama soal Kak Arman. "Mah, masih ingat gak soal obrolan kita waktu di depan." Aku pelan-pelan naik ke kasur mama. Tiduran disampingnya. "Mah.." "Iya, kamu itu sebenarnya kenapa Ri?"

__ADS_1


"Sebenarnya tadi waktu jam istirahat pertama di sekolah, ada adik kelas yang datang mendekati Riri, terus tiba-tiba menyatakan perasaan gitu. Riri pikir anak itu salah minum obat kali, eh dia terus minta pulang bareng, ya udah deh akhirnya jalan kaki bareng. Sampai depan masjid itu doang mah." "Terus..." Jawab mama datar aja.


"Eh tadi waktu mama masuk ke dalam, itu tau Kak Arman yang depan rumah juga datang bilang nya mau pinjam buku, kan aneh dia pinjam buku buat apa? Mencurigai deh mah." "Apa? Siapa? Arman? Mencurigakan kali Ri, kamu ini. Tapi bener juga, buat apa ya, Arman kesini. Dia kan bujangan tua, tapi dia juga awet muda masih cakep, mapan lagi. Ya kalau jadi mantu bolehlah bolehlah." Mama malah senyum-senyum. "Ih apaan sih mama ini, serius nih, katanya dia besok balikin bukunya. terus Riri harus gimana? Si Erdian yang adik kelas juga gimana? Maah jangan pura-pura tidur..." Aku menggoyang-goyangkan badan mama.


"Kembalikan buku ya diterima. Kalau Erdian, dia paling cuma mau menguji kamu Ri, dia pasti tau dia cakep, jadi dia mau ngetes kamu tergoda gak. Jadiin temen aja. Kalau kamu terima Erdian terus tiba-tiba kamu diputusin gak nyampe dua hari, image kamu pasti rusak. Ingat kamu disekolah jadi apa? Mama tau kamu bukan yang terpintar, bukan yang tercantik, tapi hampir semua guru kenal kamu, di organisasi kamu juga lumayan penting, ingat juga beasiswa mu, Mama percaya kamu Riri. Mama....." terus sepi.. Loh Mah?.. Ternyata sudah tidur mama guys🤦. Hmmm ya sudahlah sudah malam juga.


Aku mengunci semua pintu, dan jendela. Bersiap menuju kamar ku istana ku. "Harus segera tidur, ini bukan kebetulan kan hari ini ada 2 cowok ganteng deketin aku.


Uaamh ngantuk, mungkin Tuhan sedang sayang padaku ya."


😴😴😴😴😴😴

__ADS_1


Entah apa yang akan terjadi esok, semoga semua baik ya...


__ADS_2