
Malam itu semua terasa berbeda untuk ku, tapi mama dan kakak bersikap biasa saja. Aku memberanikan diriku untuk bertanya padanya langsung, agar hati ini dan pikiran ini tidak melulu resah karena tingkah nya.
"Kak, maaf bisa kita bicara berdua saja?" Aku sebenarnya ragu-ragu, tapi aku tidak mau karena gelisah aku jadi sembrono.
"Ada apa Ri, tumben nih, oh ya belakangan ini Kakak lihat kamu gelisah terus, kamu lagi banyak pikiran?" Kak Tiwi sudah duduk di samping ku.
"Kak, maaf jika apa yang Riri katakan, akan menyinggung mu, aku tidak bermaksud menghakimi atau menyalahkan mu, adalah hak mu melakukan apapun dalam hidup mu, tapi ternyata apa yang kamu lakukan berimbas pada orang lain, maka aku harus bertanya pada mu." Aku memulai pembicaraan ku dengan Kak Tiwi.
"Sebenarnya ada apa sih Ri, kok kamu aneh bicaranya?" Wajah Kak Tiwi kelihatan kesal.
"Jujur Kak, mungkin aku terlihat polos bagimu, sebenarnya aku hanya tidak ingin ikut campur urusan orang lain, sekali pun itu keluarga ku sendiri. Jika kamu berpikir aku tidak mengerti apapun, kamu salah aku mengerti satu dan banyak hal lainnya." Aku juga sudah kesal dan tak tahan lagi.
"Katakan padaku Kak, apa tujuan mu melakukan semua keburukan itu!" Aku bertanya dengan keras pada nya. Toh mama dan yang lain sudah tidur, mereka tidak akan mendengar keributan kami ini.
"Melakukan keburukan apa Ri, kesalahan apa yang sudah ku perbuat sampai kamu tidak sopan padaku?" Kak Tiwi hendak pergi meninggalkan ku.
"Kenapa kamu tidak mengakui saja sendiri, apa harus aku yang mengatakan semuanya." Kesal sekali aku, memang watak yang menyebalkan yang dia punya, batinku.
Kak Tiwi tidak jadi beranjak pergi. Kembali duduk dan sepertinya sekarang dia akan mulai bicara. Aku sudah bersiap mendengarkan semua nya.
"Ri yang perlu kamu tahu, aku melakukan semua karena aku merasa dalam keluarga ini tidak ada yang perduli padaku, semua hanya menyayangi kamu, dan Putra, Mama juga selalu bangga padamu, tapi tidak pernah melihatku, iya aku melakukan banyak kesalahan tapi sekarang kamu bisa lihat, Mama tidak menghukum aku kan?" Sekarang justru Kak Tiwi melemparkan semua kesalahannya padaku, membuat ku menjadi orang yang menyebabkan kesalahan yang dia lakukan.
Padahal selama ini aku lah yang merasakan ketidakadilan dari kedua orang tua kami.
__ADS_1
"Oh jadi, maksud mu, kamu memakai narkoba, melakukan **** bebas, kabur dari rumah, gonta-ganti pacar itu semua karena Aku! Lalu kamu meninggalkan anakmu sejak bayi dan aku yang harus mengurus nya seolah-olah aku ini ibunya, memaksaku diusiaku ini untuk menjadi ibu dan menanggung semua kesalahan yang kamu buat, begitu!"
"Mungkin kamu kesal karena Mama selalu memuji namaku dihadapan mu, itu karena Mama ingin kamu kembali seperti dulu, kamu yang pintar, kamu yang cantik, kamu juga yang mengajarkan semua pelajaran sekolah itu padaku, kamu yang membuat aku yang bodoh ini jadi bisa berdiri seperti sekarang, aku selalu menghormati mu sebagai kakak. Aku yang mencari mu ketika kamu mabuk diluar rumah, aku juga yang melindungi mu saat Papa dan Mama ingin menghukum mu saat kamu ketahuan mengkonsumsi narkoba. Aku juga yang menyarankan kamu menerima perjodohan dari orang tua kita agar kamu menikah dengan Kak Ajat. Karena Mama Papa ingin fokus mengurus mu, aku harus tinggal berdua saja dengan nenek untuk waktu yang lama. Lalu saat aku kembali, kamu malah iri denganku!" Ku tumpahkan semua kekesalan ku. Aku keluarkan semua yang kutahan selama ini.
"Maaf jika kehadiran ku membuat hidupmu sulit, suka atau tidak kamu dan aku kita bersaudara kandung, setiap apa yang kamu punya aku tidak pernah berpikir untuk iri, kamu kakakku, kamu berhak mendapatkan yang terbaik, aku hanya ingin berada di dekat Mama, aku juga ingin tinggal bersama Ibuku. Kalau kamu tidak suka, tunggulah beberapa saat lagi, aku akan pergi kuliah kamu bisa bebas disini menjadi putrinya satu-satunya, tapi berhentilah membuat nya khawatir."
"Berhentilah menggunakan narkoba, mabuk apalagi berpacaran dengan laki-laki lain, kamu seorang Ibu, ingat kamu punya seorang anak laki-laki yang membutuhkan mu. Bukan aku yang harus menghukum mu. Aku tidak membenci mu, tapi aku katakan untuk yang pertama dan terakhir kali aku sangat membenci semua hal salah yang sudah Kakak lakukan, namun aku sangat berterima kasih, karena kamu aku jadi bisa menjaga diriku agar tidak melakukan kesalahan yang sama, dan menghancurkan hidup ku."
Setelah mengatakan semuanya aku pergi meninggalkan nya sendirian, terserah dia mau memaafkan aku atau tidak, apakah dia akan membenciku atau tidak. Aku mengatakan semuanya dengan harapan dia akan berubah menjadi orang yang lebih baik. Aku mengatakan itu agar dia tahu sebenarnya aku perduli, tapi jika hatinya memang sudah beku dan menjadi sekeras batu, jika akal pintar nya selama ini justru menyesatkan nya, maka sudah tidak ada lagi yang bisa aku lakukan untuknya.
Pagi sudah datang, aku sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, aku berpamitan pada Mama dan Kak Tiwi, aku bersikap biasa saja, tapi kali ini aku tidak bangun pagi. Aku sengaja melakukannya agar Kakak bisa membantu Mama, jika dia ingin hanya dia satu-satunya yang diperhatikan mama maka biarlah itu jadi kebahagiaan nya. Aku sudah tidak perduli. Aku harus menyelesaikan sekolah ku, pergi kuliah, lulus dan menikah dengan Arman, lalu keluar dari rumah ini.
Hanya itu tujuanku sekarang, aku melangkahkan kakiku keluar, menemui Arman, dan berangkat ke sekolah. Sejak hari itu aku berubah, aku tetap melakukan kewajiban ku, sebagai anak sebagai adik, sebagai kakak dan ibu untuk Kiki. Tapi aku jadi orang yang berbeda di sekolah, karena aku dan sahabat-sahabatku, memang berbeda kelas aku pun semakin sendiri dan menyendiri, aku berusaha tetap ceria, aku berangkat ke sekolah, belajar dan segera pulang setelah selesai.
"Ah..." desahku dalam-dalam. Setelah menjemput ku dari sekolah, Arman mengajakku pergi ke sebuah tempat makan.
"Kamu baik-baik saja Ri, kamu berubah sejak hari itu, dan sudah sebulan kamu bersikap acuh tak acuh padaku. Kamu hanya membiarkan aku mengantar dan menjemput mu ke sekolah, tidak lebih. Apakah perasaan mu berubah Ri?" Tanya Arman di sela-sela waktu menunggu pesanan kami datang.
"Tidak ada yang berubah Kak Arman, semua yang terjadi adalah apa yang harus terjadi, dan apapun yang akan terjadi, aku akan menerima nya, begitu saja, sekarang aku hanya menikmati apa yang aku bisa nikmati, sebelum semua nya hilang tanpa kusadari." Aku bicara sambil mengaduk-aduk segelas es jeruk dihadapan ku.
Arman menghentikan tanganku, "Kamu akan menghancurkan es batunya jika kamu terus mengaduknya seperti itu Ri."
"Tapi tidakkah kamu menyadari Kak, jika es nya hancur, justru es nya akan menjadi satu sempurna dengan minumannya kan? Bahkan sulit untuk dipisahkan lagi, bukankah itu hebat?" Aku kembali mengaduk-aduk minumanku.
__ADS_1
"Apa maksudmu Ri?" Arman masih tidak mengerti apa yang ku maksud dengan mengatakan semua itu.
"Seandainya aku bisa memilih, aku ingin tidak dilahirkan ke dunia ini, atau dilahirkan sebagai ikan lumba-lumba saja jadi bisa bebas mau pergi kemana saja, tidak sekolah dan tidak terikat apapun." Aku melahap bakso yang sudah ada dihadapan ku.
Arman tidak membalas kata-kata ku, dia hanya menikmati semangkuk bakso pesanannya yang juga sudah datang.
Dalam perjalanan pulang, Arman mengendarai motornya dengan sangat pelan.
"Emmm Kak, jika kamu menjalankan motormu sepelan ini, bukankah lebih baik aku berjalan kaki saja?" Aku memiringkan kepala ku, mencondongkan nya ke samping kiri kepala Arman.
"Tadi kamu berkata tidak ingin dilahirkan, tidakkah kamu memikirkan perasaanku saat mengatakan nya Ri, aku sedih sangat sedih, jadi aku akan menikmati setiap waktuku denganmu dengan sangat pelan mulai sekarang, agar kamu tidak bisa menghilang begitu saja." Jelasnya, sepertinya Arman menangis, tapi masa Arman menangis. Ah entahlah, aku menyandarkan kepalaku di punggung nya, dan hanya bisa berbisik,
"Maafkan aku Arman."
Arman berusaha meraih tangan kiri ku, setelah itu menggenggam nya dan kami pun pulang.
Kehidupan itu sudah berat jadi jangan ditambah berat, jika semua terasa berat, mungkin kamu sedang lupa, kalau Tuhan itu ada, dan masalah Tuhan lebih berat dari kita.
Semangat semua, jangan lupa like komen dan vote ya Terima kasih 😍💖💖💖💖💖
__ADS_1