
~Di tengah pandemi semua serba sulit, semangat buat kita semua ya...semoga kita semua bisa melewati semua cobaan ini~
~````````~~~
Subuh pun menjelang, terdengar suara Arman mengumandangkan adzan subuh, hmmm waktunya bangun. Arman memang bertugas sebagai muadzin, orang yang mengumandangkan adzan di masjid. Seandainya dia menjadi imamku ya, batinku. π€π Buruan sholat ah. Seperti biasa selesai sholat, masak sarapan dulu buat semuanya. Mama juga sudah bangun, tapi wajahnya terlihat tidak senang, "kenapa Mah?" tanyaku sambil mulai memasak.
"Kamu semalem habis isya langsung tidur ya?" mama bertanya padaku, tapi kok gak enak ya nadanya. "Iya Mah, maaf, mama marah ya?" Aku berlutut didepannya yang duduk lemas di kursi. Bingung ada apa ya semalam.
"Kakakmu, semalem pulangnya ya habis isya itu, sebel mama, udah tau Putra harus sekolah, kan kasihan." Mama tertunduk, menahan tangis. Anak laki-laki mama memang hanya Putra, dan adikku ini punya sakit asma, mungkin itu yang membuat mama khawatir dan kecewa pada kakak, dan lagi Kiki juga masih kecil. "Emmm ya sudah, Riri buatkan surat ijin ya?" Aku berusaha menenangkan mama. "Tapi Ri, kan jauh sekolah Putra dari sekolah mu, nanti gimana? Apa gak apa-apa Ri?" Mama masih khawatir. "Gak apa-apa mah, kan hanya ijin satu hari, nanti Riri minta tugasnya sekalian ya, udah oke tenang aja ya?" Aku menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Memberikan segelas teh hangat. Karena memang harus ke sekolah Putra dulu, jadi aku hanya masak nasi, dan sisanya mama yang selesaikan.
Terburu-buru mandi, dan bersiap, membiarkan rambut panjang ku tergerai. Membuat surat ijin untuk Putra, lalu keluar rumah mencari Arman. Untungnya, berasa jodoh, dia sedang berjalan pulang dari masjid, dan melihat ku berdiri di depan rumah. Sekarang, justru dia yang terlihat panik, dan berjalan lebih cepat mendekati ku. "Ada apa?" katanya, setelah lebih dekat dengan ku.
"Ada masalah sedikit, aku mau minta tolong, Kak Arman bisa antar aku sekarang? Aku harus ke sekolah Putra dulu, dan lokasi nya jauh, di dekat rumah kontrakan yang lama, gimana, bisa?" Aku memandangi nya serius, yang dipandangi malah, "Kirain kamu kangen sama aku Ri," π€ "Tunggu aku pulang dulu ambil motor ya, dan ganti celana panjang dulu, ok?" Sekarang gantian aku yang tersenyum, lupa Kak Arman masih pakai sarung kan baru dari masjid. Aku mengangguk, mencium tangan kanannya, dan iseng deh dia mengacak-acak rambutku, sebelum pulang ke rumahnya untuk mengambil motor.
Aku pun kembali ke rumah mengambil tas dan surat ijin, lalu pamit sama mama. Sebelumnya aku menyempatkan untuk mengikat rambut ku, agar tidak acak-acakan jika terkena angin.
__ADS_1
Kak Arman sudah menunggu, ketika aku keluar dari rumah. "Ri, kenapa gak aku saja yang antar suratnya ke sekolah Putra, kamu, tetap aku antarkan dulu ke sekolah mu?"
"Gak, aku sudah janji sama Mama, nanti jadi gak amanah. Ayo jalan Bang, ngojek ya, gratis, bayarnya pakai cinta aja, boleh gak?" jawabku. Arman menengok ke belakang, "Serius ya bayar nya pakai cinta?" dia mencubit hidungku, aku menepuk pundak nya, meminta nya segera menjalankan motor.
Aku hanya diam saja, hanya sekali-sekali menunjukkan jalan menuju sekolah Putra, sampai di tempat tujuan, aku terburu-buru turun, sampai terpeleset, cepat-cepat Arman meraih tanganku, "Hati-hati Ri, pelan-pelan saja aku tungguin kamu kok, gak akan aku tinggalin," sambil melepaskan pegangannya, setelah melihatku sudah stabil berdiri. βΊοΈ Memasuki sekolah dasar tempat Putra belajar, mana ya ruangan kelas tiga, hmmm aku terus mencari, sampai tiba di ujung lorong, ah akhirnya ketemu. Tapi belum ada satu guru yang terlihat, "Masih kepagian apa ya?" batinku. Ah akhirnya ku putuskan untuk menyerahkan surat ijin ke penjaga sekolah, kebetulan baru keluar dari ruangan dapur, didepan kelas Putra. Selesai menjelaskan singkat soal surat ijin, aku pun pamit dan kembali pada Arman.
"Sudah selesai? Ada gurunya?" tanya Arman, aku menggeleng, "Ayo Kak, (aku buru-buru duduk di motor) suratnya, udah aku titipkan ke penjaga sekolah nya, ayo cepetan nanti Riri telat," rengekku. Arman hanya tersenyum, menyalakan motor dan mengantarku ke sekolah secepat mungkin, tapi tetap dengan keamanan.
Sudah pukul 06.45 duh telat gak ya, pikirku, Aku minta Arman menghentikan motornya tidak persis didepan sekolah,
"Kak, disini saja, takutnya sudah mau masuk, makasih ya," aku buru-buru mencium tangan kanannya dan mau masuk ke sekolah, tapi dia memegang tangan ku. "Apapun yang terjadi hari ini, fokus sama belajar mu, nanti aku jemput ya." Sebelum aku mengangguk, dia mencium keningku baru melepaskan ku pergi. Aku bahkan tidak menengok ke belakang, harus cepat masuk kelas.
"Oke!" Tapi pikiran ku hanya tertuju ke rumah. Semoga mama di rumah sudah lebih tenang, sebenarnya ada apa sih di rumah? Ah jadi aku yang gak tenang. Andika masuk kelas membawa sebuah buku, mendekati ku, dan "Ri, ini." Aku menerima buku tugas darinya, menuliskan nya di papan tulis, membagikan buku tugas bahasa Indonesia untuk semuanya dan mulai mengerjakannya.
Ada yang tiba-tiba duduk di kursi kosong di samping ku. Aku menengok ke samping dan mendapati Arya duduk di sampingku. "Aku hanya khawatir, kenapa kamu masuk kelas hampir telat tadi." Aku tidak menjawab nya, seandainya bisa ijin, aku mau pulang dan rebahan di rumah saja, menemani mama. "Ri, kamu marah?" desaknya lagi. Akupun akhirnya buka suara, "Kenapa kamu pindah duduk disitu lagi, (kursi kosong itu memang tempat Arya biasa duduk selama ini) aku baik-baik saja kok. Kalau kamu selalu khawatir, aku akan kembali bergantung padamu." Arya tidak menjawab, tapi dia mendengar apa yang ku katakan, ya setelah kemarin sepakat untuk menjauh demi Sasha, saat aku masuk kelas tadi, aku melihat kursi tempat kami biasa duduk bersebelahan, masih kosong dan Arya terlihat duduk di kursi samping Sasha. Setelah memandang ku cukup lama, Arya pun kembali duduk di sebelah Sasha.
__ADS_1
Rumi menatapku, "Kalian baik-baik saja kan?"
"Iya kok duduk terpisah?" timpal Lina. Kamipun akhirnya mengerjakan tugas bahasa Indonesia, secara berkelompok. Aku diam saja, tidak menggubris pertanyaan mereka berdua. Rumi menepuk-nepuk punggung ku, "Arya jadian sama Sasha ya?" keingintahuan nya tak bisa dibendung, aku memandangi keduanya, gak tahan juga melihat pipi tembem Rumi, "Iya mi. Mereka sepertinya sudah jadian sekarang. Aku juga kaget kok dia sampai harus pindah kursi. Tapi ya sudahlah, kan masih ada kalian berdua nemenin aku." Lina memeluk tubuhku, ah nyaman sekali rasanya. Aku sudah ada yang menghibur sekarang. Semua pelajaran di sekolah pun sudah dilalui dengan aman. Bel istirahat kedua berbunyi, ketika teman-teman sudah keluar kelas, (aturan sekolah kalau waktu istirahat, siswa tidak boleh berada di kelas), eh siapa itu...Erdian?
"Hai Ri, ini maaf terlambat," kami duduk didepan kelasku. "Terimakasih tapi apa ini?" Aku menerima sebuah kotak kecil, dari Erdian.
"Kado yang aku janjikan," jawab nya.
"Kamu sakit ya? Kok aku seperti nya baru melihatmu." Erdian mengangguk, "Ri, aku dan kamu kayaknya terpilih, untuk ikut acara di kota C, sudah dapat kabar belum?" Aku memperhatikan nya, "Aku belum dengar apa-apa." "Tadi Pak Huda ke kelas ku, dia bicara sedikit dengan Pak Danang (Wakil Kepala Sekolah bagian kurikulum, yang bertugas mengajar bahasa Indonesia juga, tapi untuk kelas satu), aku dengar akan ada acara berkaitan dengan hari Sumpah Pemuda." "Kok kamu tau kalau kita terpilih untuk ikut serta?"
"Feeling aja Ri. Aku balik ke kelas ya."
"Oh ya, makasih kadonya!" Erdian meninggalkan ku sendiri menunggu bel berbunyi. Emm hari ini sibuk sekali ya, pikirku. Harus ke rumah kak Arman juga lagi nanti sore. Semoga dia, benar-benar menjemputku, rasanya gak kuat untuk berjalan kaki pulang hari ini... Yeaaay akhirnya selesai pelajaran Biologi dijam-jam terakhir. Tak seperti biasanya aku hari ini langsung mengambil buku jadwal guru mengajar, merangkumnya dan membawanya ke kantor TU dan pulaaaaang.
Β
__ADS_1
Maaf jika bab kali ini agak datar, semoga kalian masih mau menyemangati ku, efek kelamaan di rumah aja, ditambah hujan deras berhari\-hari. Bikin bete nih, gimana di kotamu? Ah semoga cerah disana ya... Terimakasih sudah setia mengikuti novel ini. Mohon berikan like dan komentar ya...πππππππ
Β