Bukan Ini Mau Ku

Bukan Ini Mau Ku
Cinta penuh rahasia, awal dari cinta pertamaku yang sesungguhnya...


__ADS_3

selamat hari Jumat,


selamat hari Batik Nasional ๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


Semoga berkah Tuhan selalu ada untuk kita semua ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


Aku kembali duduk di kursi, dan ingin mengatakan semuanya. Tetapi, "Ri...kamu marahkah jika aku jatuh cinta pada orang lain?" ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿค”๐Ÿ˜Œ๐Ÿคญ๐Ÿ˜‡ Perasaanku campur aduk, "Kakak... sungguh? Siapa yang beruntung bisa mendapatkan cintamu?"


Arya masih menghindari tatapan ku, apakah dia malu? Apa yang dia pikirkan? Bagaimana aku bisa marah? Aku yang mau cerita, eh aku kaget duluan๐Ÿคญ

__ADS_1


"Maaf ya Ri, aku gak bermaksud menyakiti hatimu" Arya menundukkan kepalanya semakin dalam, tak berani memandang ku. Hmmm ada yang salah ini. "Kakak!" seru ku keras. Arya pun mengangkat kepalanya, sekarang dia melihatku,๐Ÿ˜ ....๐Ÿฅณ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜€


"Ri, aku benar-benar minta maaf."


"Kenapa kamu berpikir aku akan marah, hei Arya! Jika kamu sungguh jatuh cinta pada seseorang aku adalah orang yang paling bahagia."๐Ÿ˜Š


"Aku mungkin punya cinta dan kasih sayang yang besar untukmu, iya aku pasti cemburu jika kamu membagi cintamu pada yang lain. Tapi aku sadar betul Kak Arya kamu bukan milikku, kita sama-sama sudah berjanji kita lebih memilih bersahabat sampai akhir, bahkan aku merasa dengan hubungan kita yang aneh ini, jika kelak kamu menikah istrimu pasti akan cemburu padaku juga, tapi aku justru akan jadi orang pertama yang menjauh dari dirimu demi kebahagiaan mu itu. Aku menjadikan mu seorang kakak, menjadikan mu penjaga dan pelindung ku selama ini, tapi mungkin ini memang sudah waktunya, ternyata disaat aku mencoba menerima seseorang untuk masuk ke dalam hatiku, hatimu juga mulai menyukai seseorang." Arya menatapku dengan bingung.


"Jadi kamu akan menerimanya? menerima orang lain lebih dekat denganku, mungkin aku tidak lagi bisa mengantarkan mu pulang, tidak bisa membantu tugas-tugas mu, tidak punya waktu untuk curhatan mu." Aku menutup mulutnya dengan kedua tangan ku. Memandangi nya, mengingat semua waktu yang sudah kami habiskan di sekolah bersama-sama. Bahkan walaupun kami mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berbeda di sekolah, ketika tiba ada acara kegiatan sekolah yang melibatkan seluruh siswa di sekolah ini, tetap selalu membuat kami saling menjaga satu sama lain. Hubungan ini memang aneh, tapi tidak satupun diantara kami berdua yang akan melangkah lebih jauh, untuk saling memiliki sebagai sepasang kekasih.

__ADS_1


Aku menurunkan kedua tanganku, dan tersenyum, "Aku pasti kehilanganmu kak, selama ini kamu menjagaku, tanpa teman-teman menyadari, hubungan yang kita miliki biarlah mereka menilai dan beranggapan apa, kita yang tau. Masih bolehkah aku meminta hak ku sebagai adik? tetaplah menjadi kakak untukku, datang jika aku membutuhkan mu semampumu, memberikan waktumu untukku semampumu."


"Riri, dia memberikan syarat padaku, dia mau menerima ku, hanya jika aku meninggalkan semua hubungan yang ku miliki denganmu. Dia takut tidak bisa memahami dan tidak bisa menerima keadaan kita, dia..."Arya terbata-bata mengatakan semuanya padaku...Cinta apa yang kami miliki? Hubungan apa yang kami miliki, aku hanya memandangi nya tanpa menyadari air mataku menetes.


"Ketika ada orang lain yang juga menyatakan cinta padaku, disaat yang bersamaan dia meminta syarat sebagai hadiah cintanya padamu. Kakak, lihat aku, katakan padaku dengan berani dan dengan jelas. Orang ini, apakah kamu sungguh mencintainya? Kamu ingin bersamanya?" Arya mengusap air mata ku, dan "Iya Ri, aku menyukainya, aku ingin bersamanya, aku pikir dia juga sama, jadi aku beranikan diriku untuk menyatakan cintaku padanya, aku melakukan itu ketika Erdian menyatakan cintanya padamu. Aku pikir jika kamu dan Erdian, aku bisa tenang, tapi ternyata kamu gak jadian sama Erdian. Aku bingung Ri."


"Kak, seharusnya jika benar dia mencintai mu, dia tidak akan meminta syarat apapun, ketika perempuan menikah dan calon suaminya memberikan mahar, itu bukan untuk membelinya atau syarat atas cintanya, tapi itu tanda bukti sebesar apa cintanya pada perempuan itu atau nilai harga tertinggi si perempuan di mata si calon suami. Aku sayang sama kamu aku mencintaimu dengan caraku, pergilah kak, kejarlah cintamu, kita akan selamanya jadi kakak dan adik tanpa syarat. Lupakan semua permintaan ku tadi, ternyata ini juga kenapa aku memilih IPS sebagai jurusanku, kita akan benar-benar terpisah sekarang. Tapi aku masih bisa melihatmu kan, jadi kamu harus bahagia, karena jika kamu terluka aku akan jadi orang yang paling kecewa. Dan ingat saat dia mengecewakan mu, jangan lupa jalan untuk pulang."


"Hari ini kamu akan mengatakan padanya kamu telah melepaskan semua hubunganmu denganku, dan memulai hubungan yang baru dengannya. Dan aku juga akan menerima hubungan ku yang baru dengan Arman. Sekarang ayo bantu aku, mengumpulkan buku-buku tugas ini, dan antarkan aku pulang siapa tau ini yang terakhir kalinya kamu boncengin motor aku." Aku berdiri meninggalkan nya, membawa sebagian tumpukan buku tugas dan berjalan menuju ruang guru. Aku tidak menunggunya untuk mengikutiku, karena aku yakin dia akan membantuku untuk yang terakhir kali. Aku sudah meletakkan tumpukan buku tugas yang kubawa. Ketika aku mau melangkah kan kakiku pulang, Arya datang dengan sisa tumpukan buku tugas, dia masuk ke ruang guru, meletakkan tumpukan itu di meja yang sama denganku. Dia berjalan mendekati, meraih tanganku, dan menggandeng ku ke parkiran. "Tunggu aku, aku akan mengantarkan kamu pulang." Aku diam saja memandangi nya dari jauh dari tempatku berdiri, di dalam hati ku katakan Aku sungguh mendoakan kebahagiaan mu kak.

__ADS_1


Arya mengantarkan ku pulang dengan motornya. Kami hanya diam sepanjang perjalanan, setibanya di gang depan rumahku. Aku menghentikan nya saat dia mau langsung pergi, "Kak, mulai besok kita akan tetap sahabat, tetap adik kakak, jangan abaikan aku, jangan memalingkan wajah seolah tidak mengenalku, kita menjaga jarak tapi tidak silaturahmi kita. Janji?" Arya mengangguk, dia kelihatan sekali berusaha membendung air matanya, "Terimakasih ya, hati-hati kak!" Aku melambaikan tanganku, Arya tersenyum, "Makasih De." Kami melangkahkan kaki ke arah yang berbeda sekarang. Aku bisa tenang sekarang pikirku, di kelas IPA nanti mungkin Arya akan bisa satu kelas dengan Sasha, aku tersenyum, ternyata kak Arya bisa jatuh cinta pada Sasha. Kalian akan bahagia. Pasti bahagia...Karena aku akan berusaha bahagia dengan menerimanya....Arman...


__ADS_2