
pindah
pindah
pindah
pindah
pindanh
pindah
pindah
pindah
pindah
"Auw...." brugh .... Sandra terjatuh.
Seorang pria tanpa sengaja menabrak tubuhnya hingga dia terjatuh ke belakang, tak hanya dia yang jatuh tampaknya pria itu juga sama, jatuh ke belakang dan beberapa barangnya berserakan.
"Sorry," ucap pria itu pada Sandra,
Dia berdiri dan memunguti beberapa barang nya yang berserakan
"Eh, Lo nggak punya mata ya! atau lo sengaja!" bentak Sandra
"Maksudnya!" pria muda itu memicing kan mata tak suka dengan tuduhan Sandra.
"lu pikir gue nggak ngerti, lo itu kan pura-pura nabrak gue. Terus pengen kenalan sama gue, cara Lo itu dah ketinggalan jaman, basi! dan gue enggak akan ketipu " ucap Sandra sombong.
"Hah!" pria muda yang bernama Brian itu terdiam, heran dengan kenarsisan gadis di depannya itu.
"Nggak usah sok bingung, gue tau trik murahan lo!"
Mendengar tuduhan sang gadis yang tak beralasan, Brian menatap gadis itu dari atas ke bawah balik lagi keatas, kemudian geleng kepala.
"Lo bukan tipe gue," ucap Brian pelan sambil tersenyum remeh.
'Apa dia bilang, gue bukan tipenya, nggak salah denger? selama ini semua cowok memuja gue dan dia bilang dia nggak suka gue!!!'
'Nih, punya Lo,' ucap Brian meletakkan sebuah buku diatas tangan Sandra, buku itu juga ikut terjatuh, dan kemudian melangkah pergi.
"Nona nggak apa-apa kan?" tanya Ririn, asisten pribadi Sandra
"Lo darimana aja sih, nggak lihat apa gue jatuh, mana tuh cowok sok kecakepan lagi"
"Maaf bu, tadi saya ke toilet, oh ya, kita meetingnya di lantai tiga, ayo."
__ADS_1
"Oh, Ok. Gimana penampilan aku?" tanya Sandra pada sang bawahan
"Bagus, ibu cantik sama seperti biasanya,"
"Ok, thanks. Dasar cowok sok ganteng, apa dia buta nggak lihat kecantikan aku ini!" maki Sandra yang ikut berjalan dibelakang Ririn.
Brian Aldi Vianto, baru saja tiba di tanah air, selama ini dia tinggal di London, mamanya memintanya pulang, karena sang nenek sedang sakit keras dan terus memanggil namanya.
Mobil taksi yang dia sewa, memasuki pekarangan rumah nya dan dia pun segera turun.
"Den Brian!" sapa si mbok terkejut.
"Apa kabar mbok!" ucap Brian tersemyum lebar,
"Alhamdulillah den Brian sudah pulang," ucap si mbok dengan wajah berbinar
"Kenapa mbok!"
"Den, tadi pagi nyonya dibawa ibu ke rumah sakit, jantungnya kambuh lagi, dan..."
"Dan apa mbok?"
"Dan sekarang ada di ICU," sahut si mbok sedih
"Aku akan ke rumah sakit sekarang, mbok tolong ini tasku" Brian memberikan tasnya kepada bibik,. "oh ya mbok, jangan bilang siapapun jika aku disini "
"Siap den,"
*****
"Apa lagi jadwal saya hari ini?"tanya Sandra pada Ririn
"Enggak ada Bu, malam ini ada makan malam dengan pak Bagas, sekaligus pembahasan proyek yang ada di malang.
"Ok, cuma itu?"
"Iya,"
"saya mau keluar, jika ada yang mencari saya katakan saja lagi ada urusan."
"Baik Bu, tapi kalau boleh tau ibu mau kemana?"
"Saya! saya ingin mengunjungi Daren, sudah dua Minggu ini saya tidak bertemu dengannya,"
"Baik Bu." Dengan patuh Ririn melaksanakan tugasnya.
Sandra berjalan turun menuju parkiran dan bersiap menemui sang kekasih, kesibukannya di kantor membuatnya jarang bisa bertemu dengan pria itu.
Sandra tersemyum kala mengingat wajah tampan sang kekasih, Daren pria yang baik, sabar dan paling mengerti dirinya. Dua tahun sudah mereka berpacaran, dan Daren dengan sabar menunggu nya, karena Sandra baru mau menikah disaat usianya menginjak dua puluh dua tahun.
__ADS_1
"Aku akan langsung menunggunya di apartemen saja, aku akan membuat kejutan, dia pasti senang." ucapnya pelan.
Sandra mulai melajukan mobilnya menuju apartemen sang kekasih yang berada di kawasan elite di daerah Jakarta. Daren sendiri adalah salah satu General manager di perusahaan nya, namun karena kesibukan mereka jarang sekali bertemu.
Seminggu terakhir ini Sandra berada diluar negeri dan setelah kembali dia masih juga. disibukkan dengan meeting yang tak ada habisnya.
Langkah Sandra pasti menuju lift dan masuk ke dalam, Gadis berkaca mata hitam itu tak bisa menahan senyumnya, dia begitu bahagia akan segera bertemu sang pujaan hati, dan malam ini Sandra ingin mengatakan jika dia sudah siap menikah dengan Daren.
Ting... pintu lift terbuka, dia segera melangkah menuju kamar 201, yang letaknya dibagian atas, hanya ada beberapa kamar disana, karena sangat mahal dan juga mewah.
Sandra menarik napas dalam, bibirnya tak lepas mengurai senyum membayangkan wajah bahagia Daren melihatnya nanti,
Sandra membuka pintu dengan kunci yang dia punya. Dia menutup pintunya kembali dan masuk, namun langkahnya terhenti melihat kekacauan yang terjadi, gadis itu geleng kepala melihatnya, baju berserakan di lantai dan sofa. 'Kebiasaan vuruk' batinnya
Sandra maju memungut kemeja Daren, namun dia hampir terjatuh karena tak sengaja tersandung sepatu yang tergeletak sembarang.
Matanya membola sempurna melihatnya, karena sepatu yang dia tabrak adalah sepatu wanita, 'Milik siapa ini!" pikirnya
Perasaannya mulai tidak enak, dia kembali melangkah dan menemukan sesuatu yang membuat darahnya berdesir, ada sebuah dress berwarna merah teronggok tak jauh dari sepatu tersebut. Sebelah tangannya terulur mengambilnya, dan benar saja, itu dress wanita, aroma wanginya masih jelas terasa.
Dadanya bergemuruh, pikiran buruk dan negatif menghampiri nya, bukan lagi dugaan tapi gadis itu sudah berpikir macam-macam, langkahnya pelan menuju kamar tidur sang kekasih,
"Ah..." terdengar suara ******* dari arah kamar, yang ternyata tidak tertutup, jantung Sandra semakin bergemuruh, dia marah, kecewa dan murka, 'berarti Daren selingkuh!' tapi dia tak mau gegabah, dia juga penasaran, siapa wanita itu, gadis yang menjadi selingkuhan kekasihnya
"Kau... paling bisa membuatku puas," terdengar lagi suara dari arah kamar,
Deg, jantung Sandra seperti berhenti berdetak, kali ini dia tidak salah dengar, suara itu begitu jelas, diiringi cekikikan sang wanita, suara itu begitu jelas dan dia kenali, itu suara Daren, kekasihnya.
Tangan Sandra terkepal penuh amarah, dia merasa sakit, sangat sakit karena telah di khianati,
"Lanjut, lebih dalam..akh...." jerit si wanita
"Jeder!!!!" Sandra membanting pintu, sontak keduanya berhenti dan menatap kearah pintu.
"San..Sandra... sayang!" Daren terkejut dan pucat, dia tidak pernah menyangka jika Sandra akan datang kesana. Daren bangun dengan tubuh polosnya dari atas tubuh sang kekasih. Dan langsung menyambar boxer yang tergeletak di lantai.
"Dinda!" ucap Sandra tak percaya
Wanita yang ada di sana, yang jadi wanita selingkuhan kekasihnya adalah adik tirinya, yang juga seorang model terkenal.
"Aku bisa jelaskan semuanya!" ucap Daren yang langsung mengejarnya.
"Tidak perlu, lanjutkan saja, dan mulai saat ini kita putus."
"Tapi, aku mencintaimu! aku minta_"
Sandra tak lagi mendengar kannya dia terus berjalan keluar apartemen, dia berlari menuju lift dan masuk, lalu menangis di sana.
Hai.....
__ADS_1
Ketemu lagi dengan karya mamie, kali ini cerita ini kisah nyata ya, ada seorang teman jauh yang minta kisahnya dibuat ke dalam novel, aku janii cerita ini akan selesai tapi nggak janji bisa up tiap hari, tapi aku usahain.
Bantu like, vote dan komentar ya..