Bukan Jodoh Pilihan

Bukan Jodoh Pilihan
Kalah


__ADS_3

Satu jam kemudian mereka berpamitan pulang. Kini Sandra masih didalam mobil yang dikemudikan oleh Brian.


"Bagus," ucap Brian tiba-tiba memecahkan keheningan yang sejak tadi tercipta.


"Apanya?" tanya Sandra bingung


"Akting kamu?" ejek Brian


"Hah!"


"Aku akan mengantarkan mu pulang, karena aku akan melamar mu kepada ayahmu."


"Tidak perlu,"


"Kenapa? apa kau takut?"


"Tidak, tapi ayah sudah mengusirku dari rumah, jadi untuk apa aku kembali kesana, mereka juga tidak akan perduli."


"Kita akan kesana sekarang, kau masih punya orangtua dan aku tidak mau disebut pengecut."


"Terserah, tapi jika ayah mengusirmu, jangan salahkan akan aku,"


"Tidak akan," sahut Brian.


Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman Sandra.


Enggan rasanya gadis itu kembali kesana, dia malas bertemu dengan dua orang yang paling dia benci begitu juga ayahnya.


"Ayo, turun."


"Kamu saja," tolak Sandra


Gadis itu semakin malas karena melihat mobil sang kekasih yang terparkir disana.


"Apakah karena ada Daren?"


"Darimana kau tau, apa aku sengaja mempertemukan aku dengan nya? dasar licik."


"Hehehe...aku tidak sekejam itu, hanya saja sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak padaku, hingga kita bertemu disini.Ayp turun,"


Brian turun, mau tak mau Sandra juga ikut turun dan mengikutinya.

__ADS_1


Brian menggenggam tangan Sandra, tanpa permisi, gadis itu ingin berontak, namun genggaman itu begitu kuat dan terasa hangat.


Sandra hanya diam dan membiarkannya, hingga mereka di depan pintu, dan Brian sudah memencet bel nya.


"Si... .a .pa?" ucap seseorang yang terkejut melihat tamunya.


"Bibik," ucap Sandra tersenyum


"Non Sandra, ngapa-in-"


"Siapa sih Bik, lama banget buka pintunya."


Dinda kini berdiri di depan Sandra, dengan gaya pongahnya dia menatap Sandra dengan tatapan mengejek.


"Eh kakakku tersayang, masuk. Uppssss salah gue lupa Lo kan udah diusir dari rumah ini," ucapnya mengejek.


"Papa mana?"


"Ngapaian lagi? mau ngemis biar bisa tinggal disini lagi?"


"Bukan urusanmu!"


Sandra coba menerobos masuk dengan menabrak baju Dinda, dia menarik Al hingga pemuda itu pun ikut masuk.


"Sandra!" ucap papanya terkejut


"Sayang kamu kembali?" sang ibu tiri mulai berakting lagi.


"Oh maaf, aku datang disaat yang tidak tepat, maaf!" ucapnya getir.


Bagaimanapun dia berusaha tegar, tetap saja hatinya sakit melihatnya.


"Sandra, maafkan aku, aku -"


"Stop, Tak perlu menjelaskan apapun." ucap Sandra memotong ucapan Daren.


"Dinda hamil, dan aku-"


"Selamat ya," ucapnya


Ada nada sedih dan kegetiran yang begitu terasa dari kata yang keluar dari bibirnya.

__ADS_1


"Pa, aku datang kesini bukan untuk kembali, aku hanya-"


"Kami datang meminta restu." potong Brian. Dia sungguh tidak tega melihat Sandra yang begitu sedih.


"Aku dan Sandra akan menikah, bulan depan, dan aku harap anda mau datang dan memberikan restu kepada kami."


"Menikah? dengan dia?" ucap Daren emosi dan menunjuk wajah Brian.


Walaupun dia bersalah karena telah mengkhianati Sandra, namun di dalam hatinya dia masih sangat mencintai gadis itu, dan tidak rela jika dia menikah dengan orang lain.


Brian tampak tenang menyaksikan semuanya, dan dia masih membiarkan orang-orang itu bicara dan menghinanya sesuka hati.


"Siapa kau mau menikahi putriku?" kembali Nela berakting


"Dia bukan putrimu," sahut Brian sengit, bahkan dia sengaja menunjukkan rasa tak sukanya pada Wanita paruh baya itu.


"Aku Brian Aldi Vianto, hari ini datang melamar putri anda,"


"Si...siapa?" tanya Dinda gemetar


Dia tahu betul siapa nama pria yang disebutkan oleh anak muda itu, karena dia adalah pengusaha muda yang sukses, namun tidak seorang pun mengetahuinya keberadaan nya, bahkan tidak ada yang pernah melihatnya.


"Hahahaha,, dia pria yang membawamu ke rumah sakit bukan? dan kau membohongi kami dengan berpura-pura menjadi Brian." ejek Daren


"Benar, aku yang menyelamatkan nya, dan membawa dia ke rumah sakit, dan aku jatuh cinta pada nya saat pandangan pertama kami bertemu."


"Dia menipu kita Pa," ucap Dinda.


'Untung saja, aku kira dia benar Brian, aku akan meninggalkan Daren dan mengejarnya, diakan pengusaha muda yang sedang di perbincangkan itu.'


"Aku tidak bohong,jika kalian tidak percaya, kalian bisa datang ke pernikahan ku, ayo sayang."


Brian menarik tangan Sandra keluar rumah.


"Sandra, aku masih mau menerima mu jika kau mau meninggalkan pria sampah itu, "


"Aku tidak akan pernah Sudi kembali padamu, bahkan aku sangat jijik melihat wajahmu itu."


"Kau!" geram Dinda


Dia bersiap mau dan ingin menampar Sandra, namun di halangi oleh Brian

__ADS_1


"Jauhkan tangan kotor mu dari istriku, kalau tidak kau tidak akan memiliki tangan lagi besok," ucapnya sambil menghempaskan tangan Dinda.


"Hiks....hiks... hiks....aku kalah," ucap Sandra menangis di dalam mobil.


__ADS_2