Bukan Pernikahan Sedarah

Bukan Pernikahan Sedarah
bab 20


__ADS_3

"kakak kamu kenapa sayang"ucap mamih


"dia kecelakaan sekarang di rawat di sini"arjun..


"ya Allah anaku sayang,kamu kenapa sayang"ucapan mamih.


yang arjun mendengar mamihnya menangis memanggil nama ardi dan arju mendengar suara papih yang menengkan mamih..


lalu arjun mematikan sambungan telepon nya itu.


bila yang mendengar pembicaraan arjun dengan ibunya sangat terharu,kerna ibu Arjun begitu menyayangi ardi seperti anaknya sediri,,bila jadi teringat ibu tirinya yang begitu menyayangi dirinya..


"bila kamu pulang aja dan istirahat"ucap Arjun


"saya akan menunggu tuan ardi juga disini tuan"ucap bila


"tidak usahan nanti mamih saya akan kesini dan orang tua ardi pun akan kesini"ucap Arjun..


"ahh baik tuan saya akan pulang"ucap bila.


ketika bila mau pamit pulang, dokter keluar dari ruangan ardi,.


"bagaimana dok kaadaan sudara saya"ucap arjun yang kelihatan hawatir


"saudara ardi baik2 saja tadi dia kehilangan banyak darah ,tapi perawatan rumah sakit ini yang membawa saudara ardi, mendonorkan darahnya"ucap dokter


"dokter tolong saya ingin bertemu dengan perawat yang mendonorkan darah nya itu"ucap arjun ingin mengucapkan terimakasih kepada wanita yang sudah menolong nyawa sahabat nya itu dua kali..


"maaf tuan tadik pihak rumh sakit tidak memberikan tahu anda ketika perawat saya mendonorkan darah,karena waktu yang sangat terbatas demi keselamatan suadara ardi"jelas dokter itu


"tidak masalah, itu malah sangat bagus,saya berterimakasih kepada pihak rumah sakit"ucap arjun.


"nanti saya akan menyuruh perawat kami untuk datang kesini menemui tuan"dokter tersenyum..


dokter tau bawa yang di hadapannya ini tuan muda Wijaya yang memiliki saham terbesar di rumah sakit ini..


setelah itu dokter pun pamit..


bila yang mendengar ardi sebentar lagi akan siuman dia sangat lega..


"tuan saya mau pulang dulu"ucap bila


"iya kamu pulang naik taksi sudah menunggu di depan,soal mator kamu yang ada di rumah saya , nanati di antarakan oleh orang saya"ucap arjun


"iyaa tuan terimakasih"ucap bila sambil berlalu pergi..

__ADS_1


arjun terus melihat punggung bila yang sudah semakin jauh dan tak terlihat..


**


bila ketika di lobi bertemu andra bersama isabel mereka begitu terlihat sangat akrab ..


"bila kamu kemana"ucapan rendra


"saya mau pulang pak"ucap bila


"owh,gimana keadaan ardi?"ucap rendra


"Alhamdulillah pak ardi sudah melewati masa kritis sekarang tinggal menunggu siuman"ucap bila


"owh begitu "ucap andra


"isabel kamu ikut kesini juga"ucap bela Dengan tersenyum


"iya bil aku,di ajak pak Andra"ucapan isabel yang kelihatan tidak nyaman ketika bila bertanya..


"iya tadi saya sedikit pusing,jadi isabel saya suruh nyetir"ucap rendra


"owh begitu,aku pulang dulu iya bel"pamit bila pada isabel dan rendra..


"denga nona bila"ucapan seseorang uang ternyata supir taksi


"iyaa saya bila"ucap bila


"silahkan masuk nona"ucap supir,bila masuk..


setelah sampai di rumah bila langsung masuk kamar dan merbahkan badanya di kasur yang empuk miliknya itu...


bila sangat ngantuk karena tadi malam dia tidur sangat larut sekali dan akhirnya bila pun teridur..


**


di rumah sakit.


"arjun gimana keadaan ardi"ucapan andra


"sekarang sudah siuman ndra"ucapa arjun


"apakah tante dan om belum kesini"tanya andra


"belum masih di perjalanan"arjun..

__ADS_1


arjun duduk di sofa karena tadi ardi sudah bangun terus sekarang teridur lagi karena mungkin efek obat yang ardi makan.


arjun juga sudah bertemu denga wanita yang sudah menyelamatkan ardi,arjun memintanya untuk merawat ardi selama di rawat di sini dan wanita itu pun menyetujuinya...


mamih juga sudah datang sekarang lagi menatap wajah ardi yang tertidur pulas..


"sayang ada apa denganmu hingga terjadi seperti ini"ucapan mamih sambil mengusap wajah ardi dengan lembut sambil menagis..


"mamih Udah nanti ardi terbangun,biarkan dia istirahat"ucap arjun..


"dia pasti sangat sakit"ucapan mamih lagi iringi isakan, papih yang ada di samping mamih hanya bisa mengusap punggung mamih..


papih begitu terharu melihat istrinya itu begitu menyayangi sahabat anaknya itu seperti anak sendiri..


Andra pun pamit pada mamih dan arjun untuk pulang,andra juga mengenal isabel kepada mamih dan papihnya,dan di sambut dengan sangat baik oleh mamih dan papih nya itu meskipun mereka bukan ayah kandung andra restu mereka juga sangat penting kerena sudah menggapnya orang tua..


ardi juga sudah bangun dari tidur dan menenangkan mamihnya itu agar tidak usah hawatir,dan menyuruh pulang arjun dan mamih karena sebentar lagi orang tuanya akan datang, mamih pun langsung pulang sedangkan arjun masoh setia menunggu ardi sampe nanti orang tua ardi datang..


beberapa menit kemudian orang tua Ardi datang,sambil nangis sambil mencium wajah ardi..


"sayang maafkan bunda baru datang,tadi perjalanan sangat Pacet Sekali"ucapan ibu ardi Dengan wajah penuh penyesalan


"iyaa sayang maafkan ayah juga ,kami tadi sudah berusaha untuk cepat tiba di sini tapi macet"ayah ardi.


"tidak apa-apa kok bunda ayah,tadi banyak orang yang nungguin ardi,mamih asri juga datang kesiani baru pulang"ucap ardi


"syukur lah bunda senang kamu. di kelilingi orang yang sayang sama kamu"ucapan bunda dengan lembut.


"arjun terimakasih"ucap ayah ardi


"tidak usaha bilang terimakasih,ardi sudah seperti kakak bagi Arjun"ucap arjun,ayah yang terharu mendengar sepupu jauh ardi berbicara seperti itu langsung memeluknya..


"om tante ,Arjun mau pamit pulang dulu"ucap arjun


"iya sayang silahkan pasti kamu cape"ucapan bunda ardi..


Arjun menyalami kedua orang ardi,lalu pamit juga kepada ardi..


setelah sampai di rumah arjun pun membersihkan diri lalu setelah beres arjun duduk di sofa,dia melihat cemilan berserakan,lalu dia mengambil satu persatu sambil membayangkan wajah bila,arjun memasukannya ke dalam katong keresek..


lalu menyimpan di atasa meja, nanti akan arjun bawa ke kantor lalu beberiknya pada bila kerena itu cemilan milik bila.


setelah itu arjun menyuruh pelayanan membereskan kamarnya,dia pergi ke ruang kerja..


see you next part bey bey bey

__ADS_1


__ADS_2