Bukan Pernikahan Sedarah

Bukan Pernikahan Sedarah
Part 40


__ADS_3

Nampak sepasang kaki menyembul dari balik selimut tebal yang membungkus sepasang anak manusia yang semalam tengah mereguk manisnya surga dunia. Adel mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian menutup wajahnya dengan salah satu tangannya guna menghalau cahaya yang menyorot tepat di wajahnya.


Cahaya matahari yang menerobos lewat celah jendela itu terasa menghangatkan tubuhnya. Adel segera bangkit lalu meraih ponsel yang ada di nakas, ternyata sudah pukul tujuh pagi, pantas saja matahari sudah sedikit meninggi. Adel melirik suaminya yang masih terlihat lelap dalam tidurnya. Diguncangnya pelan tubuh suaminya agar segera bangun.


"Abang bangun, Abang ada kuliah pagi nggak?" Namun Reyhan masih belum menunjukkan tanda-tanda akan terbangun.


"Abang iih, bangun nggak?" Adel mulai sedikit emosi.


Plak!


Satu geplakan mendarat cantik di bahu polos Reyhan yang membuat sang empunya terlonjak kaget.


"Waduh!" Reyhan langsung terduduk. "Sayang ada apa sich?" Reyhan kembali akan merebahkan tubuhnya namun lagi-lagi Adel mendaratkan pukulannya.


Plak!


"Waduh!" Kali ini bukan di bahu, melainkan di paha suaminya hingga membuat makhluk kecil yang nampak terlelap langsung on fire kembali tegak menantang. Adel pun yang tak sengaja menyenggolnya menjadi malu sendiri. Ia merutuk tangannya yang bisa-bisanya menyenggol benda keramat suaminya tersebut.


"Ada apa? Lihat, gara-gara tangan nakal mu dia jadi kebangun." Reyhan menunjuk benda keramatnya dengan dagunya.


"Eh, kok aku yang disalahin? Salah Abang sendiri nggak mau bangun." Adel bersungut-sungut kesal.


"Abang ada kuliah nggak?"


"Emang sekarang jam berapa?"

__ADS_1


"Noh lihat, matahari udah tinggi." Adel menunjuk ke arah jendela. Tanpa aba-aba Reyhan langsung bangkit dan berlari ke kamar mandi tanpa menyadari keadaannya yang saat ini polos tanpa sehelai benang pun, membuat Adel menjerit histeris dengan kelakuan suaminya itu.


"Abaaaaaaaang!" Namun Reyhan tak menghiraukan jeritan sang istri sama sekali.


*****


"Jam berapa sayang?" Tanya Reyhan saat baru keluar dari kamar mandi.


"Hampir jam delapan!" Jawab Adel ketus karena masih kesal dengan suaminya.


"Astaga, aku pikir udah siang." Reyhan menepuk jidatnya sendiri. Memang hari ini ia ada kuliah, tapi itu nanti jam sepuluh. Jadi ia masih ada waktu buat bermanja-manja ria dengan sang istri.


"Emang udah siang kali!" Adel langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah mencibir suaminya. Reyhan pun tak ambil pusing dengan cibiran sang istri.


"Mau ikut nggak? Barangkali kangen sama Susan." Tawar Reyhan, Adel pun terlihat menimbang-nimbang tawaran suaminya.


"Terus nanti kalau abang ada kelas, aku gimana?"


"Terserah, mau di mobil atau nunggu di kantin saja."


"Kalau di mobil bosen, engap pula. Kalau di kantin aku malu." Adel menunduk sendu.


"Kenapa harus malu?" Reyhan mengernyitkan alisnya.


"Aku takut jadi bahan gunjingan orang-orang, lihat perutku sudah mulai kelihatan." Adel mengelus perutnya perlahan.

__ADS_1


"Nggak akan! Kamu kan hamil ada suaminya."


"Tapi kan mereka nggak tahu kalau kita sudah menikah."


"Ya, nanti kalau kita sudah meresmikan pernikahan kita, kita adakan resepsi besar-besaran. Kita undang semua mahasiswa yang ada di kampus ini beserta dosen-dosennya sekalian."


"Iih apa sih, nggak usah berlebihan. Sederhana saja, pasti nanti perutku juga sudah besar. Gimana kalau resepsinya nanti saja habis lahiran." Usul Adel mempertimbangkan keadaannya. Jika mereka mengadakan resepsi setelah kelulusan sang suami, pasti saat itu usia kandungan Adel sudah sekitar enam bulan lebih, dan pasti perutnya sudah terlihat membesar.


"Ya sudah terserah kamu saja. Aku langsung berangkat ya, udah jam sembilan." Pamit Reyhan kemudian bangkit lalu memberi kecupan di kening dan juga bibir Adel. Tak lupa Reyhan juga berpamitan kepada calon anaknya. Ia berjongkok di depan Adel lalu mengelus dan mencium perut istrinya.


"Papa berangkat dulu sayang, dua bulan lagi papa lulus. Nanti kita bisa berkunjung ke tempat oma dan Opa kamu." Reyhan mengecup bibir Adel sekali lagi kemudian segera berangkat.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

__ADS_1


__ADS_2