
bila dan pak rendra pun makan,aku tidak jaim soalnya dia sangat lapar palagi makananya sangat enak,.
"bila kamu udah punya pacar belum"ucapan pak rendra, membuatku tersedak.
"eehh kamu engga apa-apa bila,ini minum dulu"ucapan rendra sambil menyodorkan segelas air putih.
"engga apa-apa pak mungkin karena terburu jadi teredak,"ucpan bila.
"maaf iya aku nanya hal itu padamu"ucapanya penuh sesal
"engga apa2 kok,aku belum punya pacar dan aku belum penah pacaran"ucap bila, malu karena di usia yang menginjak dewasa belum pernah mersakan pacaran atau jatuh cinta ,karena waktu sekolah hanya fokus untuk belajar agar aku selalu mendapat kan nilai yang bagus, kerena ingin membagikan bapaku.,
"owh seperti itu,emang engga ada yang naksir apa sama kamu secara kamu manis,dan memiliki mata yang indah,"puji rendra,yang bikin bila melayang bahkan hidung mancung bila terasa terbang melayang hehe,.
"engga tau tuh pak"ucapan bila sembil menahan rasa bahagia,karena baru kali ini dia di puji oleh lawan jenis..
makan pun selasi,bila pamit untuk bekerja lagi karena 2 jam lagi dia ganti tempat kerja,bila keluar dengan wajah ceria dan bahagia,.
"bila kamu ngapain di ruangan pak rendra,aku liat wajahmu pas keluar seneng banget"tanya isabel penasaran
"aku habis nemenin pak rendra makan"ucapaku pelan pada isabel takut ada yang dengar..
"wah hebat bila"ucapan isabel penuh antusia,aku hanya tersenyum mendengar ucapan isabel..
bila mulai bekerja lagi mengantar pesanan ke meja2,iya seperti itulah pekerjaan ku kadang ada yang komple,aku cukup minta maaf dan tersenyum karena disini aku hanya palayan,
bila bersiap2 untuk berpindah tempat kerja,teman2 yang lain menatap bila dengan muka sinis apalagi santi,kerena bila pulang jam 2 siang, padahal kalau boleh memilih bila hanya mau kerja seperti biasa, tapi apalah daya cuma bawahan jadi harus menuruti apa yang atasan perintah,.
"bel aku pamit iya"ucapan bila pada isabel
"iya bila hati2 iya dijalan jangan ngebut"isabel sambil memeluk
"iya siap bell"ucapan bila.
bila pun naiki motor dengan santai karena jam 3,setengah jam lagi bila mencari makanan dulu karena perutnya sangat lapar,bila menemukan tukang basko gerobak di pinggir jalan turun dari motor dan memesan dua porsi basko, ketika bakso datang bila langsung melapanya sampai habis, setelah membayar,bila pun menuju alamat tempat iya bekerja..
setelah sampai alamat yang bila tuju,bila hanya menganga melihat gedung yang tinggi yang sering bila lihat dari kejauhan,
.uhh gedungnya sangat tinggi setinggi harapanku ucapan bila sambil tersenyum lebar,bila pun mengambil handphone untuk mengubungi seseorang yang akan menjadi bosnya.,
"hallo"ucapan dingin di sebrang sana
__ADS_1
"hallo tua ini saya Salsabila"balasaku dengan sopan,
"owh gadis bodoh"ucapanya ringan
"aku udah sampai di kantor tuan"bila
"bilang sama resepsionis antarkan kamu ke ruangan saya"ucapanya dingin
"iyaa tuan "ucapan bila
setelah mematikan teleponya bila lari menuju tempat resepsionis.
"permisi kak saya mau bertemu dengan pak ajun wijaya"bila sopan
"apakah anda sudah membuat janji dengan beliau"ucapanku dengan melihat dari atas ke bawag
"sudah kakak,aku suruh suruh di anatarkan oleh staff resepsionis ke ruanga pak ajun"ucapanku
"owh silahkan saya antarkan mba,kesana"ucapan resepsionis itu dengan semangat.
bila naik life ke lantai 20 ,hati bila degdegan campur aduk,dan kebiasaan setiap bila gugup pasti bila kebelet pipis dia hanya bisa menahanya,.
sesampai di ruangan pak arjun,bila pun di persilahkan masuk oleh asistenya pak arjun yang cantik dan seksi,.
"pak pemisi"ucapan asistennya
"hmm,kamu boleh keluar lagi"ucapan arjun dengan dingin, asistennya pun keluar lagi mungkin dia bekerja lagi tebak bila.
"hay kamu duduk"ucapan arjun setelah asistennya pergi,
di kantor asistennya adalah bunga ,sedangkan ardi asisten sekaligus sekertarisnya, yang akan di bawa arjun meeting keluar..
"iya tuan"ucapan bila dengan gugup,diapun duduk
"tolong kamu tanda kertas ini"ucapanya lagi
"kertas apa taun" bila heran
"kontrak kamu kerja sama saya, sebagai gantinya karena kamu telah merusak mobil sauya,oh iya apa kamu tau uang yang harus kamu bayar untuk memperbaiki mobil saya,"ucapan arjun
"emangnya barapa?tuan"bila
__ADS_1
"50 juta "ucapan arjun santai,wajah bila kaget ..
"kok malah sekali tuan, apakah tidak bisa di kurangi"bila memelas
"cukup kamu tandatangani kontrak ini,kamu tidak usah bayar ganti rugi"lanjut arjun
"baiklah tuan"ucapan bela pasrah.,
"hay bodoh,kamu hanya melayaniku saat aku mambutukan apapun mau itu makanan atau apapun,dan jika aku pulang kerja sore,kamu harus ikut ke rumahku sampe jam 7 malam"ucapanya panjang lebar..
"iya taun"ucapaku,.
"tolong kamu bikini saya kopi yang tidak terlalu manis,dan tidak pahit"ucapanya
"tuan boleh saya numapang ke wc sebentar"ucapa bila,arjun pun menjukan wc di ruangannya kepada bila,
bila yang sudah kebelet lari hingga kepeleset lalu menabarak,lalu mendorong arjun karena tidak biasa menyeimbangkan tubuh milik bila,,.
"sial,baru beberapa menit bekerja saja sudah membuat begini"umpat arjun karena kesal
"maaf tuan saya tidak sengaja"bia pelan,mungin hari ini bila sedang sial,DUG kepala bila ke jedot meja yang ada di atas,ahh rasanya bila ingin tenggelam dari bumi ini,bila malu karena dia terlalu ceroboh,..
"pak saya izin ke wc"bila lari,buka karena kebelet kecing saja tapi bila juga malu sama bos barunya itu.,
setelah bila pergi arjun terawa kerana dia lucu melihat muka bila yang seperti kepiting rebuh karena malu..
sedangkan bila di dalam hanya menggerut sambil mengentakan kakinya karena dia malu pergi keluar,"
"tuan maaf, tempat membuat kopinya dimana"ucapan bila
arjun menjukan ruang yang masih ada di ruangan CEO ,karena dia malas harus tlpn asistenya atau sekretaris untuk dia membuat dia kopi,lebih baik membuatknya sendiri,tapi untuk sekarang dia udah ada pegawai baru untuk membuatkan kopi dan makanan lainya di ruangan itu,. entahlah arjun juga bingung kenapa dia tertarik pada bila untuk kerja bersamanya,dengan alasan ganti rupi,.
bila pun kedapur untuk membuatkan bosnya itu kopi,bila mengabil gelas dan sedok lalu memasukan kopi ke gelas,tapi untuk gula dia mecari2 dengan wajah bingung, akhirnya dia menemukan beberapa toples kecil ,nungkin yang ini gula kata bila hingga dia memasuk dalam gelas yang ada kopinya,lalu bela isikan air, semoga aja enak.,,
bila pun memberikan kopi itu kepada arjun,lalau arjun meminumnya tapi kopinya di muntahankan dari mulut arjun wajahnya merah padam,karena dia menahan emosi.,
"coba kamu cicipi kopinya"bentak arjun
"iya tuan"ucap bila ketika bila meminum kopinya dia langsung langsung lari dan memun memuntahkannya di wastafel.,
"apakah enak"ucapan arjun marah,.
__ADS_1
see you next bab