
Pagi ini setelah sarapan, mama Sintya dan papa Kevin akhirnya pulang tanpa Adel bersamanya. Kali ini Mama Sintya mencoba untuk mengalah karena anaknya sendirilah yang memohon kepadanya. Walau dengan berat hati, ia mengabulkan permintaan Adel untuk tetap tinggal disini.
Setelah mengantarkan kepergian kedua orang tuanya di teras rumah, Adel dan Reyhan masuk kembali ke dalam. Rencananya Reyhan akan menemani istrinya di rumah saja hari ini. Sebenarnya Reyhan ada kuliah nanti jam sepuluh, tapi ia memilih bolos lagi. Padahal ia sudah cuti terlalu lama.
Sak karep mu ae Rey!
Sedangkan Adel memang sudah mengambil cuti sampai ia melahirkan nanti. Mungkin nanti jika anaknya sudah bisa ditinggal, ia baru akan masuk kuliah kembali. Entah itu kapan?
"Kuliah saja bang, aku nggak papa di rumah. Kan ada mami juga, nanti kalau aku butuh sesuatu, aku akan minta pada Uci atau mbok Nah. Kalau abang bolos terus kapan wisudanya coba. Ck!" Cerocos Adel diakhiri decakan. Namun Reyhan tak mengindahkan cerocosan istrinya sama sekali. Ia malah melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
"Iiihh minggir, dilihat pelayan itu ah." Adel mengurai kedua tangan Reyhan yang melingkar di pinggangnya kemudian membalikkan badannya menghadap ke arah suaminya.
"Abang denger aku ngomong nggak sih?" Sepertinya Adel sudah mulai kesal dengan suaminya yang hanya cengengesan saja. Adel segera berjalan menaiki tangga meninggalkan suaminya yang kalang kabut mengejarnya.
"Iya sayang." Reyhan mengejar Adel yang sudah menaiki tangga kemudian langsung menggendongnya yang membuat Adel memekik karena terkejut.
__ADS_1
"Aaaahh Abang!" Jerit Adel seraya memukuli dada bidang suaminya. Sedangkan Reyhan hanya tergelak tanpa rasa berdosa sedikitpun. Para pelayan yang menyaksikan itu hanya bisa mengulum senyumnya, malu sendiri melihat kelakuan anak bosnya itu.
Bruukk!
Dibantingnya pelan tubuh Adel ke atas ranjang lalu Reyhan segera mengungkungnya sehingga Adel tak bisa berkutik sedikitpun, karena kedua tangannya sudah dicekal oleh suaminya.
"Abang mau apa?" Adel nampak panik dan beringsut mundur namun cekalan tangan suaminya yang kuat membuatnya meringis kesakitan. Reyhan yang menyadari itu pun segera melepas cekalannya.
"Maaf sayang." Dikecupinya tangan istrinya berulang-ulang kemudian ia menggulingkan tubuhnya ke samping sang istri.
"Huuuft, padahal aku nggak mau jauh-jauh dari kalian." Reyhan mengusap perut istrinya yang masih terhalang baju tersebut. Namun sedetik kemudian tanpa disadari Adel, tangan Reyhan sudah menyusup ke dalam baju Adel dan mengelus perutnya membuat tubuh Adel seketika meremang.
"Sebenarnya aku sudah tidak tahan ingin menyapanya, dua bulan lagi itu lama sayang. Kita hanya melakukannya sekali itupun dua bulan yang lalu." Ucap Reyhan memelas.
"Abang bilang cuma sekali? Abang lupa apa amnesia? Abang melakukannya berkali-kali sampai aku pingsan karena kelelahan." Adel sudah bersungut-sungut kesal dengan ucapan suaminya. Sebenarnya suaminya ini lupa apa pura-pura lupa?
__ADS_1
"Iya kah? Kok aku lupa ya? Bolehkah diulang kembali agar aku ingat?" Goda Reyhan dengan senyum smirknya.
"Tidak ada siaran ulang!" Teriak Adel kesal membuat Reyhan tertawa terbahak-bahak. Adel melipat kedua tangannya di dada dan mengerucutkan bibirnya membuat Reyhan tidak tahan untuk tak m3lum@tnya. Reyhan pun langsung m3lum@t bibir sang istri tanpa ampun. Bahkan saat sang istri kehabisan nafas, ia masih enggan untuk melepasnya. Hanya sebentar saja ia memberi jeda istrinya untuk bernafas kemudian langsung meraupnya kembali. Sudah seperti binatang buas saja, Oops!
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð