
"coba kamu cicipi kopinya"bentak arjun
"iya tuan"ucap bila ketika bila meminum kopinya dia langsung langsung lari dan memun memuntahkannya di wastafel.,
"apakah enak"ucapan arjun marah,.
"maaf tuan,saya kira itu gula"dengan suara bergetar
"kamu itu tidak bisa membaca di setiap toplesnya ada namanya.,"bentak arjun lagi,bila hanya diam menahan air,.
" pesenan nasi goreng pada sekertaris saya lapar"ucapan arjun,padahl dia tinggal telpon sekertarisnya semuanya beres,kenapa harus bila yang keluar untuk memberi tahu sekertarisnya itu, bila pun tidak ambil pusing daripada tuan bosnya marah lebih baik bila nurut saja.,
bila lelah sekali bekerja dengan arjun yang pemarah,baru saja beberpa jam bekerja dengan dia,tapi emosi dan mental nya sudah di kuras,tapi mau bagaimana lagi kalau dia berhenti bekerja berarti harus membayar denda,dia tidak punya uang sebanyak itu.,
setelah makanan yang di pesan bosnya itu datang,bila mengambil minum untuk arjun..
"hy kamu"ucapan arjun
"iya tuan"balas bila
"makanlah ,ini aku tidak mau kamu mati kelaparan di kantor ku"ucapanya sambil menyodorkan kantong pelatik yang isinya makanan dari restoran ternama, meskipun omongnya kasar tapi lelaki itu baik ucapan bila dalam hati.
"terimakasih tuan nanti aku makan"ucapan bila
"sekarang kenpa harus nanti"lanjut arjun penuh penekanan..
bila pun mengabil makanan,dia akan memakanya di dapur kerena takut tidak sopan jika makan bareng arjun.
"hay kamu mau makan dimana,bareng aja makanya di sini"ucap arjun
"ahhh iyaa tuan" ucapan bila
bila dan arjun pun makan bersama tanpa berbicara ,pintu ruangan arjun terbuka ternyata ardi..
"wahh lagi pada makan nih"ucapanya semangat
"iya tuan apakah tuan mau"ucapan bila dengan tersenyum
"mauu dong, emang boleh"ucapan ardi
"boleh, makananya ini aja karena makanannya kebanyakan takut engga abis,"ucapan bila
"owh boleh bangat"balas ardi
"saya abil piring sama sedok dulu iya tuan tunggu sebentar"ucapan bila lari ke dapur ardi hanya tersenyum.
ardi tipe orang yang hamble dan ramah jadi meskipun pertama bertemu pasti langsung akrab sama seperti andra , sedangkan arjun tipe laki2 yang banyak diam alias irit bicara.,
__ADS_1
setelah mengabil,piring bilapun membagi dua makanya, sedangkan arjun hanya makan dan tidak berbicara.,
"kalau boleh tau nama kamu siapa" ucapan ardi,padahal dia sudah tau nama bila dari andra..
"nama saya salasbila bisa di panggil bila"ucapan dia tersenyum manis..
"wah bagus sekali namamu"gombal ardi,bila hanya tersenyum..
mereka pun melanjutkan makan,bila pun membereskan bekas makan mereka bertiga,sedangkan arjun dan ardi masih duduk di tempat tadi..
"arjun kenapa loe diam terus,loe sakit gigi"ucpan ardi
"lagi males ngomong"jawab arjun
"pekerjaan si bila itu apa di sini kok dia di ruangan loe terus"ardi
"dia melayaniku"arjun singkat
"loe gila cewe semanis itu loe jadiin pemuas nafsu loe"ucapan ardi terkejut
"ehh gila loe,maksuf gue untuk membuatkan kopi,makanan dan membereskan ruangan gue, pikiran loe kotor sekali,,"arjun dengan kesal
"owh kirain"ardi sambil ketawa
"dasar loe"ucap arjun sambil melayangkan bantal ke kepala ardi.
"iya seperti itu"arjun
"berarti tiap makan siang gue numpang makan disini iya jun"ucapan ardi memelas
"terserah loe,kalau kita engga metting di luar"balas arjun,ardi yang mendengar ucapan arjun pun kegiarangan.,
karena makan sudah selasi ardi pun pamit ke ruanganya lagi, karena masih banyak pekerjaan, begitupun dengan arjun sebentar lagi dia kana pulang ke rumah karena waktu bekerja di kantor habis..,
"tuan pak yang harus saya kerjakan"ucapan bila bertanya
"tidak ada"singakat arjun
"terus saya harus bagaimana?"bila dengan muka polos
"iya udah kamu itung aja buku yang ada di rak sana"jawab arjun
"ahh siap tuan"ucapan bela tersenyum.
_kenapa wanita itu bodoh sekali,kenapa dia menurut saja tidak perotes malah semangat sekali_ ucapan arjun dalam hati,sambil melihat bila yang fokus menghitung buku2..
**
__ADS_1
para karyawan pun pulang begitu juga arjun..
"hay kamu"ucapan arjun pada bila,.
"iya tuan"bila
"aku mau pulang,apa kau mau menginap disini dan menghitung buku sampai pagi"ucap Arjun yang melihat bila begitu khusus dengan buku2
"ahh tidak tuan,saya juga mau pulang"ucapan bila yang sudah berhenti mengitung buku..
"iya sudah pulang sana, pekerjaan mu sudah selesai tiap hari kamu pulang jam segini,sama dengan karyawan lain, sedangkan kalau aku lembur kamu ikut lembur"ucapan arjun.
bila pun pamit pada arjun,dia kira bakal pulang jam 7 ternyata di pulang jam 4 lebih ahhh bila bahagia sekali kerena masih banyak waktu untuk bersantai di rumah..
setalah di parkiran bilapun mendarai motor menuju rumahanya,sambil melihat tukang makanan di pinggir jalan, akhirnya bila pun memberikan beberapa makanan karena pasti setelah sampai rumah dia lapar.,
ketika di pertengahan jalan ada mobil mogok bila turun..
"pak mobilnya kenap"ucap bila
"ini neng ban nya bocor"ucapan pak supir
"owh gitu,terus bagaimana bapak sudah menelepon bengkel"ucapan bila
"sudah neng ,tapi jalanya macet jadi aga lama sampainya,tapi saya kasihan sama bos saya di dalam dia pasti nungguin lama,saya mau pesenin taxi dia tidak mau saya jadi bingung"ucapan supir dengan prustasi..
"iya sudah saya bujuk aja bos bapak,kali aja mau naik motor saya"ucapan bila, bilapun mengetuk pintu mobil,dan kaca jendela pun terbuka,tapi bila kaget ternyata dia arjun..
"ehh tuan,kata supir bapak masih lama mobilnya bisa di perbaiki soalnya orang yang dari bengkel kena macet,apakah tuan mau saya antarkan ke rumah tuan"ucapan bila
arjun tidak menjawab dia hanya turun dan mendekati pak supir..
"tolong kamu bawa tas saya ke rumaha nanti"perintah arjun kepada supir.
arjun lalu mendekati motor,bilapun berlari menju motornya dan naik bersama arjun..
dari pertama naik arjun memegang pinggang bila begitu erat karena takut jatuh, soalnya ini pertama kalinya arjun naik motor apalagi yang membonceng nya cewe.,
ahh jantung bila kaca dia gugup soalnya dia pertama kali naik motor denga cowo selakin bapaknya,apalagi arjun memegang mingganya,.
"taun tolong tanganya jangan seperti itu"ucap bila keras, karena kalau pelan pasti arjun tidak mendengarnya..
"guee takut jatoh"ucapan arjun yang masih memegang pinggang, bila hanya pasrah,,.
sesampainya di rumah arjun pun turun begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih..
"tuan itu"bila sambil menujuk kepala arjun.
__ADS_1
see you next bab..