Bukan Pernikahan Sedarah

Bukan Pernikahan Sedarah
Part 33


__ADS_3

Sudah seminggu ini Adel dirawat di rumah sakit, dan sore ini ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Lusi setelah tadi mereka kembali melakukan pemeriksaan kandungan. Dan alhamdulillah kandungan Adel sudah kembali kuat di usianya yang memasuki usia dua bulan.


Adel dan Reyhan tiba di rumah tepat pukul empat sore. Rumah nampak terlihat ramai, banyak orang-orang yang berlalu-lalang karena sedang mempersiapkan acara tahlilan Oma Mila yang ke tujuh hari.


Saat memasuki rumah, ia langsung disambut oleh Susan sahabatnya. Entah sejak kapan sahabatnya itu ada di sana. Mungkin Susan ikut membantu mempersiapkan acara tahlilan Oma Mila, atau mungkin hanya ingin menyambut kepulangannya.


"Adel!" Susan segera berlari menghampiri Adel kemudian memeluknya erat, namun Reyhan segera melerai keduanya.


"Eiiits, sudah jangan kenceng-kenceng meluknya. Bisa penyet anak ku nanti." Susan mengerucutkan bibirnya sebal.


"Sayang, istirahat dulu." Mama Sintya menggandeng tangan Adel dan akan membawanya masuk ke dalam kamarnya yang dulu di tempatinya saat masih tinggal disini. Sampai sekarang kamar itu tidak berubah, hanya barang-barangnya saja yang raup entah kemana tak tersisa satupun. Dan sekarang kamar itu ditempatinya bersama Papa Kevin. Namun mami Erika segera mencegahnya.


"Rey, bawa istrimu ke kamarmu biar dia bisa segera istirahat." Mama Sintya hanya bisa menghela nafas pelan dan membiarkan anaknya bersama suaminya yang sayangnya adalah keponakannya sendiri.


Takdir macam apa ini?


Reyhan pun segera menggendong tubuh istrinya dan membawanya menaiki tangga menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua. Adel yang terkejut pun menjerit hingga menarik perhatian orang-orang yang ada disana.

__ADS_1


"Aaaaaaaa!" Adel memukul dada suaminya pelan. "Turunin bang, itu banyak yang lihat." Namun Reyhan acuh dan terus melangkah.


Sesampainya di kamar, Reyhan langsung membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjang pelan-pelan kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya bagian bawah.


"Aku bisa sendiri bang." Reyhan mengernyit mendengar panggilan itu lagi.


"Kenapa bang?" Tanya Reyhan yang sepertinya tidak suka dengan panggilan yang disematkan istrinya itu. "Ingat, sekarang aku suami mu."


"Iya aku nggak akan lupa, tapi nggak ada salahnya kan seorang istri memanggil Abang kepada suaminya?"


Adel bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan diri, karena nanti ia ingin ikut tahlilan di hari terakhir Oma Mila. Dipandanginya tubuhnya yang sudah full naked itu di depan cermin yang ada di dalam kamar mandi. Dirabanya perutnya yang sedikit menonjol, tak sekerempeng biasanya.


Ceklek!


Tiba-tiba Reyhan masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mengunci pintunya, membuat Adel terkejut. Adel segera ingin meraih handuk untuk menutup tubuh polosnya, namun tangannya lebih dulu dicekal oleh Reyhan. Reyhan langsung memeluknya dari belakang.


"Abang jangan begini, aku malu." Tubuh Adel sedikit bergetar karena tadi sempat terkejut.

__ADS_1


"Kenapa harus malu, heemm?" Reyhan mengecupi tengkuk Adel yang membuat Adel meremang. Digesekannya tubuh bagian bawahnya yang sudah menegang ke tubuh bagian belakang Adel.


"Aaaaaahh!" Desah Adel tanpa sadar saat Reyhan m3r3m@$ kedua bukit kembarnya. Reyhan segera melepaskan boxernya, karena tadi saat masuk ia hanya mengenakan boxer saja. Kemudian digesekkannya lagi tubuhnya ke tubuh Adel tanpa penghalang apapun. Adel yang merasakan itu sudah panas dingin tubuhnya, dan otot-otot sarafnya terasa melemah. Beruntung Reyhan sigap menopang tubuh Adel, kemudian mendudukkannya ke atas closed.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

__ADS_1


__ADS_2