
Suara hentakan sepatu pantofel dan juga heels menggema di koridor rumah sakit. Papi Daniel dan mami Erika nampak berlarian menghampiri Reyhan yang terduduk di kursi tunggu depan ruang operasi. Ya, Adel saat ini sedang menjalani operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi mereka yang sudah meninggal.
"Bagaimana keadaan Adel Rey?" Mami Erika berusaha mengatur nafasnya yang tersengal.
"Belum tau ma." Reyhan menunduk dalam. Mami Erika dan papi Daniel mendudukkan dirinya di samping kanan kiri anaknya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Adel sampai di operasi? Bukannya usia kandungannya baru tujuh bulan." Tanya papi Daniel keheranan. Pasalnya, selama ini Adel nampak baik-baik saja. Dan juga tadi pagi mereka berpamitan untuk pergi ke rumah mama Sintya dan papa Kevin. Memang tadi saat Reyhan menghubungi maminya, ia hanya mengatakan kalau Adel akan menjalani operasi Caesar saat itu juga.
Perlahan Reyhan mengangkat kepalanya, kemudian menjelaskan kepada kedua orang tuanya tentang apa yang terjadi.
"Sebenarnya tadi kami hanya ingin cek kesehatan saja, soalnya kami akan melakukan perjalanan jauh. Namun saat dokter melakukan USG, kata dokter bayi yang ada di dalam kandungan Adel sudah meninggal karena terlilit tali pusat."
Deg!
"Meninggal?" Beo mami Erika. Reyhan hanya mengangguk.
"Dan Adel harus segera dioperasi untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungannya, karena kalau tidak segera dikeluarkan akan membahayakan ibunya." Lanjut Reyhan. Luruh sudah air mata mami Erika.
__ADS_1
"Apa sudah menghubungi orang tua Adel?" Papi Daniel bertanya lagi. Reyhan menggeleng. "Biar papi saja yang menghubunginya." Papi Daniel segera beranjak dari duduknya untuk menghubungi Mama Sintya.
*****
Di tempat lain.....
Mama Sintya yang saat itu sedang berada di toko kuenya bersama Papa Kevin, seketika syok saat mendapat telepon dari papi Daniel yang mengabarkan bahwa saat itu Adel sedang menjalani operasi caesar. Pasalnya, usia kandungan anaknya itu baru menginjak tujuh bulan.
Mama Sintya langsung mengajak Papa Kevin untuk pulang saat itu juga, dan memasrahkan toko kuenya kepada orang kepercayaan mereka, karena mereka harus secepatnya berangkat ke Jakarta. Dan Siang itu juga setelah bersiap, mama Sintya dan papa Kevin langsung berangkat ke Jakarta.
*****
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar Pak, saat ini jenazah bayi bapak sedang dibersihkan. Setelah itu nanti bapak bisa bawa pulang untuk dikebumikan. Kalau Bu Adel masih belum sadarkan diri dan akan segera dipindahkan ke ruang perawatan. Kalau begitu saya permisi dulu pak, Bu, mari." Ucap dokter Lusi ramah.
Siang itu juga, tanpa menunggu kedatangan Papa Kevin dan mama Sintya terlebih dahulu, Reyhan langsung memakamkan anaknya dibantu oleh Papi Daniel. Bahkan Adel pun tak sempat melihat anaknya karena belum sadarkan diri semenjak operasi selesai. Sedangkan mami Erika bertugas menjaga Adel di rumah sakit.
__ADS_1
*****
Batu nisan sudah tertancap kokoh di pusara bayi Reyhan dan Adel yang diberi nama Arkana Pranata. Tidak ada satupun orang yang tahu tentang kematian cucu keluarga Pranata tersebut. Hanya ada mereka bertiga di pemakaman itu, yaitu Reyhan, Papi Daniel dan juga Pak Ran supir keluarga Pranata. Karena memang papi Daniel tidak mengumumkan kematian cucunya tersebut.
Setelah pemakaman usai, mereka bertiga langsung kembali lagi ke rumah sakit
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð