
Adel nampak lahap memakan bubur ayamnya sampai tak menyadari kalau suaminya sudah pulang dan saat ini sedang memperhatikannya sambil bersandar di pintu yang menuju dapur. Sebenarnya tadi Reyhan mau langsung naik ke atas, tapi samar-samar ia seperti mendengar suara istrinya dari arah dapur. Akhirnya ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur. Dan benar saja, istrinya itu sedang bersama Mbok Nah di ruang makan. Nampak istrinya yang sedang makan dengan lahap, sedangkan Mbok Nah duduk menemaninya. Uci sendiri sudah kembali lagi ke belakang untuk melanjutkan menyetrika baju yang tadi sempat ditinggalkannya.
Reyhan segera menghampiri istrinya yang sejak tadi belum menyadari kedatangannya.
"Makan apa sih?" Tanya Reyhan lalu mengecup puncak kepala istrinya.
"Eh Abang, kapan datang?"
"Si Mbok ke belakang dulu non, mari den." Mbok Nah langsung melesat ke belakang tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tersebut.
"Udah dari tadi." Jawab Reyhan seraya menyendok bubur yang ada di depan istrinya, kemudian melahapnya.
"Enak!" Ucap Reyhan disela kunyahannya.
"Kok aku nggak tahu?"
"Gimana mau tahu, kamu sejak tadi asyik makan bubur sampai tak menyadari suami mu ini sudah berdiri sejak tadi di pintu dapur."
"Ya sudah, habiskan makanannya. Aku mau ke atas dulu mau mandi, gerah." Reyhan mengacak rambut istrinya kemudian segera naik ke atas menuju kamarnya.
*****
Adel sudah duduk cantik di atas ranjang saat Reyhan keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan ke pinggangnya. Reyhan langsung menghampiri istrinya tersebut kemudian berjongkok di depan sang istri.
"Abang mau apa?" Adel beringsut waspada.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menyapa anakku sayang." Reyhan mulai meraba perut istrinya.
"Hai sayang, hari ini ngapain aja sama mama? Kangen nggak sama papa? Papa udah kangen loh." Ucap Reyhan modus.
"Heleh modus!" Adel memutar bola matanya malas, sedangkan Reyhan hanya terkekeh.
"Pakai bajunya sana!" Reyhan segera beranjak mendengar titah sang istri. Ia mengambil baju yang sudah disiapkan oleh istrinya di atas sofa.
"Mau jalan-jalan nggak?" Tawar Reyhan yang membuat Adel berbinar.
"Mau mau, ayo bang!" Jawab Adel antusias.
"Kemana?" Pertanyaan Reyhan barusan sukses membuat Adel meradang.
"Katanya tadi Abang ngajak jalan!" Bibir Adel sudah monyong sepanjang jalan kenangan yang membuat Reyhan tidak tahan untuk tak mengecupnya.
"Kemana ya?" Adel nampak berpikir sejenak. "Nonton aja gimana bang?"
"Oke! Pakai jaket biar nanti nggak kedinginan kalau pulangnya kemaleman." Adel segera mencari jaketnya, tak lupa iya juga mengambilkan jaket untuk suaminya. Setelah itu mereka segera pergi menuju bioskop yang ada di sebuah mall terbesar yang ada di kota tersebut.
*****
Reyhan nampak mengantri membeli tiket sedangkan Adel duduk manis di kursi tunggu. Setelah mendapatkan tiketnya, Reyhan segera memberikannya kepada Adel, kemudian mengantri lagi untuk membeli minuman serta makanan ringan.
Adel dan Reyhan masuk ke dalam bioskop yang sore itu nampak tidak terlalu penuh. Mereka duduk di tengah-tengah, sedangkan kursi yang ada di kanan kirinya nampak kosong. Tiba-tiba saja lampu padam pertanda film akan segera dimulai.
__ADS_1
Sepertinya mereka salah memilih genre film, terbukti Adel selalu memekik saat melihat hantu kepala tanpa badan itu muncul. Adel langsung menyembunyikan kepalanya di balik punggung sang suami, membuat Reyhan terkekeh. Padahal tadi Adel sendiri yang memilih untuk menonton film horor. Tapi malah ia yang ketakutan sendiri.
"Udah hilang hantunya." Ujar Reyhan seraya merengkuh kepala Adel ke dalam pelukannya.
"Kita pulang aja ya bang, takut nanti kebawa mimpi." Adel sudah menyerah, ia tidak mau lagi menonton film horor. Amit-amit jabang bayi! Akhirnya mereka memutuskan untuk keluar sebelum film selesai diputar.
"Mau kemana lagi?" Tanya Reyhan kepada istrinya yang sejak tadi menggamit lengannya erat. Sepertinya istrinya ini masih ketakutan.
"Pulang saja!" Putus Adel.
"Nggak mau cari makan dulu?" Tanya Reyhan lagi.
"Terserah Abang saja!" Akhirnya Reyhan membawa Adel masuk ke dalam foodcourt untuk mencari makan terlebih dahulu, baru setelah itu mereka pulang.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð