Bukan Pernikahan Sedarah

Bukan Pernikahan Sedarah
Part 41


__ADS_3

Dua bulan berlalu, hari yang ditunggu-tunggu oleh Reyhan akhirnya tiba juga. Hari ini adalah hari dimana Reyhan akan di wisuda. Dengan di dampingi oleh istri dan kedua orang tuanya serta Cellin adiknya, Reyhan mendudukkan dirinya di deretan kursi yang sudah disiapkan bersama para calon wisudawan dan wisudawati yang lainnya.


Setelah acara wisuda selesai, sekarang saatnya sesi foto-foto. Saat tiba giliran Reyhan, Adel dan kedua orang tua Reyhan serta Cellin segera menaiki panggung. Reyhan berdiri dengan gagahnya menggunakan baju toga dan diapit oleh istri dan maminya. Di samping sang istri ada Celine adiknya dan di samping maminya ada Papi Daniel. Dan saat itulah suasana menjadi riuh oleh kasak-kusuk para wisudawan dan wisudawati yang ada disana saat melihat perut besar Adel.


"Sudah jangan di dengarkan." Ucap Reyhan menggenggam erat tangan istrinya. Adel pun mencoba tersenyum.


"Jangan di masukin hati sayang." Mami Erika mengusap punggung menantunya. Adel pun mengangguk seraya tersenyum.


Setelah acara selesai, mereka segera meninggalkan universitas tersebut. Rencananya mereka akan merayakan kelulusan Reyhan dengan makan siang di restoran, namun Adel menolaknya dengan alasan capek ingin segera istirahat. Akhirnya diputuskan untuk makan siang di rumah saja.


Sesampainya di rumah, Adel langsung menaiki tangga menuju kamarnya. Reyhan segera mengejar istrinya tersebut, dan ternyata Adel sudah menangis sesungguhkan di dalam kamar.


"Hey, kenapa nangis?" Reyhan langsung merengkuh tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya.


"Harusnya tadi aku di rumah saja gak usah ikut ke kampus. Hiks.. hiks.."

__ADS_1


"Ssssttt! Gak usah dimasukin hati. Biarkan saja mereka berkata apa. Apapun keadaannya aku akan tetap mencintaimu sampai akhir nafasku." Reyhan semakin mengeratkan pelukannya begitupun Adel membalas pelukan suaminya tak kalah erat. Namun sesaat kemudian mereka berdua tersadar kalau ada yang terjepit di antara mereka. Siapa lagi kalau bukan bayi yang ada di dalam kandungan Adel. Mereka pun segera mengurai pelukannya.


"Ayo aku bantu membersihkan diri, setelah itu kita makan siang sama-sama. Mami dan Papi sudah menunggu di bawah." Reyhan membimbing istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


Reyhan dan Adel nampak keluar dari kamarnya. Dengan hati-hati Reyhan membimbing istrinya menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang makan. Di sana sudah ada Papi Daniel dan mami Erika serta Celine yang menunggu mereka. Mami Erika menyambut menantunya itu dengan seulas senyum.


"Mata mu sembab sayang, kamu habis nangis?" Tanya mami Erika memastikan. "Apa gara-gara yang tadi?"


"Gak kok mi, ayo kita makan." Adel segera meraih piring suaminya untuk diisi dengan nasi serta lauknya.


"Sayang kamu kenapa?" Reyhan langsung panik dan ikut m3r@b@ perut sang istri saat tangan istrinya itu perlahan mengelus perutnya.


"Gak papa bang, tadi dedeknya kayak nendang." Adel mencoba tersenyum agar tidak membuat orang-orang semakin panik, meskipun perutnya masih terasa nyeri.


"Wah, dedek lagi main bola ya? Nanti kalau udah lahir, main bola sama papa ya sayang." Reyhan mengelus perut istrinya dengan berbinar. Ya, anak yang ada di dalam kandungan Adel berjenis kelamin laki-laki.

__ADS_1


"Ayo makan yang banyak biar dedeknya makin sehat." Reyhan ingin menyuapi istrinya namun Adel segera menolaknya karena merasa sungkan. Bukan Hanya mereka berdua saja yang ada di meja makan tersebut, melainkan ada mami Erika dan Papi Daniel juga Cellin. Lain halnya jika di dalam kamar, hanya ada mereka berdua.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

__ADS_1


__ADS_2