Bukan Pernikahan Sedarah

Bukan Pernikahan Sedarah
Part 36


__ADS_3

"Cellin!" Panggil Adel saat melihat adik iparnya menaiki tangga. Celine pun segera menoleh ke arah kakak iparnya yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Iya Kak!" Jawab Cellin menoleh namun masih berdiri tegak di anak tangga.


"Tumben sudah pulang?" Tanya Adel keheranan, karena biasanya adik iparnya itu pulang kalau matahari sudah hampir terbenam. Sedangkan sekarang baru jam dua siang.


"Hehehe... iya kak, lagi nggak ada kegiatan di sekolah. Jadi Celline milih pulang aja, capek kak tiap hari pulang sore terus. Kalau nggak ada pelajaran tambahan pasti kegiatan yang lain, maklum sebentar lagi ujian." Cerocos Celline panjang lebar, sedangkan Adel hanya manggut-manggut saja karena dia paham betul gimana sibuknya saat mendekati kelulusan.


"Ya udah, istirahat sana. Jangan lupa makan dulu." Adel melanjutkan kegiatannya berchating ria entah itu dengan siapa? Palingan juga dengan Susan, siapa lagi? Celline pun segera masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai atas.


Adel yang tadinya merasa bosan karena hanya rebahan di kamar tanpa melakukan apapun sampai akhirnya ia tertidur dan baru bangun pukul satu siang memutuskan untuk turun ke bawah. Dan disinilah ia saat ini, duduk di ruang keluarga dengan kaki yang di selonjorkan di atas sofa seraya tangannya sibuk menutul-nutul benda pipih dalam genggamannya. Sedangkan Reyhan sudah berangkat kuliah sejak jam sembilan tadi.


"Mbok Nah!" Panggil Adel kepada pembantu senior di rumah itu. Adel bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju ke dapur.


"Mbok!" Panggil Adel lagi.


"Ada apa sayang?" Mami Erika nampak menuruni tangga.


"Eh mi, enggak, Adel cuma pengen minta dibuatin sesuatu sama mbok Nah." Adel nampak sungkan.


"Mbok!" Panggil mami Erika sedikit lebih keras. Mbok Nah nampak tergopoh-gopoh dari belakang.


"Iya Bu!" Jawab mbok Nah seraya membungkuk hormat.

__ADS_1


"Ini Adel katanya mau minta dibuatin sesuatu sama mbok Nah."


"Iya non, mau minta dibuatin apa?"


"Adel kok pengen makan bubur ayam ya mbok, ada ayam gak di kulkas?"


"Ada non, mbok buatin sekarang ya?"


"Iya, ayo mbok Adel bantu." Adel segera menggandeng lengan mbok Nah dan mengajaknya masuk ke dapur. Mami Erika nampak mengulas senyum saat melihat kedekatan Adel dan mbok Nah, kemudian segera berlalu.


"Ada bawang goreng mbok?" Tanya Adel kepada mbok Nah yang sedang mencuci ayam. Sedangkan Adel diminta mbok Nah untuk duduk manis saja di ruang makan.


"Aku maunya nanti ayamnya disuwir-suwir di atas buburnya, kemudian ditaburi bawang goreng yang banyak."


"Sepertinya habis non, sebentar biar mbok panggil Uci untuk membantu."


"Tapi non, nanti kalau pisaunya kena tangan non Adel gimana?" Mbok Nah mencoba menakut-nakuti Adel.


"Kan bisa hati-hati mbok."


"Tapi non, bawang itu pedes. Nanti kalau mata non Adel perih gimana?" Mbok Nah mencari segala cara agar Adel tak melakukan pekerjaan dapur.


"Iiiiihh mbok, Adel tahu kali kalau bawang itu pedes."

__ADS_1


"Nah kan udah tahu, jadi biar Uci saja yang mengerjakannya. Non Adel cukup duduk manis menunggu buburnya jadi saja."


"Huuuuft, baiklah." Adel akhirnya mengalah dan duduk manis di ruang makan.


"Uci!" dengan sekali teriak Uci langsung nongol di pintu belakang. Uci yang saat itu sedang menyetrika baju di belakang langsung mencabut colokan setrika yang menempel pada lubang stop Contact kemudian berlari menghampiri mbok Nah.


"Iya mbok, ada yang bisa Uci bantu?" Begitulah keponakan mbok Nah ini, selalu sigap bila dibutuhkan.


"Tolong kupaskan bawang lalu rajang kemudian digoreng."


"Siap komandan!" Uci langsung mengangkat tangannya dan memberi hormat kepada mbok Nah, membuat Adel terkekeh melihat kelakuan Uci tersebut.


Selang tiga puluh menit kemudian, bubur ayam yang masih mengepulkan asap itu sudah terhidang di atas meja makan. Adel tak langsung menyantapnya karena masih panas. Bisa-bisa lidahnya langsung melepuh. Ia pun hanya memandanginya dengan air liur yang hampir saja menetes.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2