Bukanlah Apa-apa

Bukanlah Apa-apa
# Diriku


__ADS_3

Dia pun menceritakan tentang apa yang telah terjadi


“ Bha, hak! Apa yang kau ceritakan benar-benar membuatku tetawa sobat ” Pria tua itu tertawa setelah mendengar apa yang telah disampaikan olehnya.


“ Kau ini, dasar. 5-orang datang kesini? dan aku jatuh dari pesawat...? Juga ada wanita ****** didalam gua terdalam ini setelah aku melempar mu dari pada ketinggian? Omong kosong! ” sambung Pria tua dan disusuli dengan tawanya yang terbahak-bahak.


“ Aku serius, aku. Aku baru saja kembali hidup dari kematian ”


“ Hah, hah ” dia pun terhenti dari tawanya “ Sudahlah nak, mungkin kamu hanya bermimpi buruk saja jadi lebih baik kau istirahat dulu sampai pikiran mu pulih ”


Aneh sekali, aku rasa yang telah ku alami sebelumnya pastilah bukan mimpi. Aku yakin bahwa itu benar-benar sudah terjadi


Batin si pemuda.


“ Tapi,... Aku bisa tahu kalau Anda suka menyebut diri Anda Pak tua kan? ”


“ Cuih,... ” Pria itu meludah kekiri setelah dirinya merasa terganggu apa yang di dalam mulutnya “ Apa kau bercanda...? Mungkin saja itu tebakanmu karena memang aku sudah tua, maka jadilah Pak tua ”


“ Begitu yah,...” terlihat dari raut wajah si pemuda yang terlihat kecewa.


“ Ini, dari pada kau pikirkan. Baiknya kau engkau memakan ikan bakar ” ucap Pak tua sambil memberikan ikan bakar.


“ Terimakasih ”


Mereka pun makan bersama hingga malam gelap mulai tiba.


“ Oh, ya Pak tua ” tanya pemuda “ Kalo apa yang telah ku ceritakan itu salah, terus bapa kenapa bisa di sini...? ”

__ADS_1


“ Kenapa aku bisa di sini...?... Mungkin saja aku kesini untuk berburu harta karun ”


“ Kau yakin akan hal itu? Aku mendengar kau mengucapkan kata "mungkin" ”


“ Aku tidak yakin akan hal itu ”


“ Mengapa engkau tidak yakin...? ”


“ Karena, keyakinan dan harta karun itu sudah terpendam di dalam diriku. Yah, mungkin engkau tidak akan mengerti apa yang ku maksud tadi ”


“ Kau tahu nak, bila api itu ada yang tidak bisa dipadamkan dengan air...? ” sambungnya dengan pertanyaan.


“ Memang ada? ”


Pria tua itu menganggukan kepalanya “ Tentu kawan, kau mau tahu api apakah itu? ”


“ Aku rasa aku tidak dapat menjawab kiasanmu itu ”


“ Api itu ada di dalam tubuhmu, sifat kemanusiaan-mu ego-mu dan paling lebih kejam lagi yang paling licik adalah nafsu-mu ”


“ Nafsu...? ” dia mulai berfikir tentang nafsunya.


Nafsu...? Sepertinya sebelumnya aku pernah mendengar ini. Tapi,... Dimana? Batin si pemuda mulai berfikir.


“ Yah benar, nafsu. Kau tahu jalau nafsu itu harus ditaklukan? ”


“ Sepertinya... Aku belum pernah menaklukannya ”

__ADS_1


“ Sudah kuduga... ”


“ Eh, kau sudah tahu? ”


“ Belum. Hanya menebak saja ” Pak tua menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil senyum cengengesan “ Ah, bagaimana kita tidur sekarang ”


“ ....Baiklah ”


______


*


Pagi ini aku terbangun dari tidurku dan kemudian seorang pria tua datang menghampiri diriku.


“ Bangunlah nak, dan sekarang kau tahu kita akan apa? ”


“ Apa...? ”


Pria tua itu tersenyun lebar sambil memegang tombaknya “ Mari kita berburu! ”


Dengan segera dia langsung menarik tanganku dan melepaskannya kemudian melemparkan busur dan panahnya.


Dan ketika aku sudah keluar, ku lihat suatu cahaya yang sangat terang.


“ Apakah itu? ” Diriku bertanya.


Hingga saat ku diluar ku tak dapat melihat sesutu pun kecuali "Terang" dan Pak tua tersebut tidaklah terlihat oleh mataku.

__ADS_1


__ADS_2