
“Muah-ha-hahahaha-Ha. Sekarang, kau baru tahu kekuatanku yang sebenarnya? Makanya, janganlah kau meremehkan diriku terlebih dahulu” seru Dragon FI yang tertawa lepas akibat perbuatannya sendiri.
JikDap sekarang sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi, bagaikan mayat yang dikubur.
Di sisi lain, si M0Nye7 yang telah membeku tersadarkan kembali dan dia pun berubah menjadi manusia yang bernama Jadi.
Crassh
Suara pecahan dari es yang telah hancur, terlihatlah seorang pemuda yang terengah-engah.
“Sialan si brengsek itu, tapi entah kenapa aku bisa menjadi manusia jadi-jadian. Toh mungkin karena namaku yang aneh bernama Jadi, jadilah jadi-jadian” ucapnya yang sedikit menggigil “Baiklah, ini bukan waktunya untuk bergumam. Tapi ini waktunya untuk bersiaga, menjadi...”
Kemudian Jadi pun menghampiri Naga tersebut.
“Oooy! Sini! Kemarilah. Aku adalah santapan barumu!” Sahut Jadi.
“Eh,... Siapa?” Dragon pun menoleh kepadanya “Cih, ternyata hanya cecunguk yang tidak punya apa-apa. Ingin apa dirimu hah?!”
“Aku peringatkan pada mu! Sebaiknya engkau melepaskan dia atau tidak engkau yang menjadi mangsanya!”
“Apa?! Apa yang kau bilang tadi? Mangsa? Padahal kau lihat sendiri kalau dialah mangsaku yang sedang terperangkap!” Jawabnya dengan nada tinggi.
“Lagi pula, siapa engkau yang Berani-beraninya memperingatkan diriku? Mau mati hah?!” sambungnya dengan mengancam.
“Memangnya kenapa? Aku tidak takut loh... Dengan Anda”
__ADS_1
“Oh, begitu yah. Baiklah kalo itu maunya kamu”
Saat Jadi berdiam diri sejenak menatap tajam Dragon FI, tiba-tiba saja sesuatu yang kencang datang menghampiri Jadi. Sebuah angin kencang yang telah dibuat olehnya, membuat Jadi terhempas maju ke depan.
Dia pun langsung terlempar jatuh berguling dan tidak berdaya.
“Cih, ternyata hanya segini saja rupanya. Aku kira aku bisa sedikit menyiksanya” Dragon berdecak kesal “Baiklah, sekarang aku sudah tidak ada waktu lagi untuk mengurusi cecunguk lemah itu. Sekarang aku harus menyelesaikan bedebah yang telah ku jebak ini”
“Tentu saja engkau boleh menyiksa diriku lagi!” Sahut Jadi dari kejauhan sambil menggendong JikDap yang tengah sekarat.
“Apa?! Kenapa bisa,... Dan dari mana engkau bisa...” Dia pun terkejut dan bergeming sejenak “Oh, begitu yah. Hebat! benar-benar hebat! Kau adalah lawan yang pantas untukku! Baiklah kalo begitu, apakah aku boleh tahu siapa namamu?” Dia pun tertegun sejenak dan tertawa karenanya.
“Aku adalah Jade, aku hanyalah manusia biasa yang tak bisa apa-apa”
“Oh begitu kah? Bukankah engkau seorang cenyang? Hah, sudah sekian lama aku tidak melawan manusia berkekuatan cenayang seperti dirimu! Suatu saat, aku akan kembali lagi untuk melawan mu! Muahaha-haha-Ha!”
“Eh, pergi toh. Ku kira akan terjadi baku hantam, fiuh. Untung saja dia pergi, jadi. Aku tidak perlu menguras energi” ucap Jade yang kini merasa lega “Dasar bocah ini, terlalu memaksakan diri” Jade tersenyum tipis.
“Ehem, ehem”
Seketika keheningan terpecahkan oleh suara deheman perempuan.
“Eh, siapa itu?”
“Maaf tuan bertopeng, apakah saya boleh bertanya dengan Anda?” Ujar si perempuan.
__ADS_1
“Yah kenapa, ada yang bisa saya bantu?”
“Begini, jadi ehem. Gimana ya jelasinnya” ucapnya yang sedikit gugup “Baik, kalo saya boleh tahu. Bocah yang sedang kau bawa itu siapa Anda?”
“Oh, ini. Ini teman saya sekaligus rekan saya, memangnya.... Kenapa?”
“Begini kak, saya adalah pemilik Warteg Dadakan”
“Oh,... Iya, iya, iya”
“Nah, pas saya lagi buka lapak dadakan. Tiba-tiba tuh bocah nongol di warung saya sambil pesen makanan”
“Lah terus, apa masalahnya dengan anak ini?”
“Gini loh, dia tuh udah janji misalkan dia udah berantem sama Naga tadi, dia bakal bayar senilai 7 koin langit”
“Oh, begitu. Tujuh koin.... Apa?! 7 koin langit?!...”
“Iya mas. Berhubung karena Anda itu rekannya, saya pengen menagih utangnya”
Keparat sialan! Batin Jade yang kesal “Tapi, kami sedang tidak punya uang. Toh yang ngutang juga bukan saya” ucapnya yang sedikit panik.
“Oh, jadi kamu gak mau bayar yah. Gak papa kok” ujar si perempuan pemilik warteg sambil tersenyum tipis “Tapi, kamu harus tanggung akibatnya yah!” seketika saja, dia memegang bagelan besi tajam yang besar.
Ini seiusan kan?! Batin Jade.
__ADS_1
“Saya serius kok mas! Gimana nih, harus tanggung jawab loh”
Hihh! Cakep-cakep kok gini! Jade pun bergidik ngeri.