Bukanlah Apa-apa

Bukanlah Apa-apa
# Bagian–6 : Yang aneh


__ADS_3

Dahulu kala, hiduplah seorang lelaki yang bernama Jadi. Dia hanyalah seorang pria biasa yang tinggal di suatu perdesaan yang sangat sejuk dan sunyi, tidak ada keramaian seperti halnya di perkotaan.


Jadi tinggal di sebuah rumah dengan gaya klasik rumah pohon kecil yang hanya untuk dirinya sendiri.


Suatu ketika, dia berkeinginan untuk berkelana pergi keluar desa untuk mencari pengalaman


“Apa yang terjadi bila aku menjadi seorang musafir yah?” gumam Jadi sambil menatap langit di atas atap rumah pohonnya.


“Oooy. Jadi! Cepatlah engkau turun ke bawah, ada hal yang ingin ku tunjukan pada mu!”


Saat dia menghayal tentang kedepannya nanti jadi apa, dia terpangil oleh kawannya yang bernama Jun.


“Oh, rupanya engkau Jun. Ada apa engkau memanggil ku?” tanya Jadi.


“Eh, kamu ini. Apakah kamu tidak mendengarkan apa yang aku ucapkan barusan?” Jun berdecak kesal “Cepatlah turun! Aku ingin memperlihatkan sesuatu pada mu”


Sejanak Jadi melamun berfikir dan langsung turun menuju dasar rumah kemudian melompat bergelayutan dengan tali yang telah disediakan olehnya dan mendarat ke atas tanah dengan sempurna.


“Lalu, apa yang ingin kau tunjukan Jun?” tanya Jadi.


“Cobalah lihat apa yang telah ku bawa hari ini” Jun berkata sambil mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


“Apa itu? Sebuah kertas?”


“ Yah, kau benar ini adalah sebuah kertas!”


“Apa kau memanggil ku hanya untuk kertas kuning tua ini?”


“Eits, eits, eits. Ini bukanlah kertas tua biasa”

__ADS_1


“Memangnya, apa yang sepesial dari kertas itu?”


“Kau tidak tahu...? Ini adalah sebuah kertas yang mana bila engkau baca maka dia akan mengabulkan tiga permintaan”


“Serius...?” ucap Jadi sambil menatap sinis.


“Dari pada banyak cek-cok. Mendingan kita coba aja langsung membaca ini.


Jun pun langsung membuka kertas tua yang terlipat tersebut, dan pada saat dia membukanya Jadi sedikit terkejut.


“Tunggu, bukankah ini tulisan arab”


“Kau, kau mengetahuinya?!”


“Ya, hanya tahu sih”


“Mungkin aku akan mencobanya”


Jadi mulai membacanya.


اذا أنت تقرأ هذا بالحق! ف اجبت ما ترد


“Jika kamu membacanya dengan benar, maka aku kabulkan apa yang kau mau”


فتبعوا كله و سمعوا ما في نفسكم


“Maka ikutilah dan dengarkanlah apa yang ada di dalam dirimu”


إسمع! ياأيحال مقرأ! انا ربك و انا احد! لا يكوان الا أنا

__ADS_1


“Dengarkanlah! wahai para Pembaca! aku Pembimbing Mu dan aku yang maha Satu! tak ada kecuali aku!”


Jadi pun selesai membacanya dan berfikir sejenak.


“Hanya segitu saja?” tanya Jun membuat Jadi sedikit terkejut dalam lamunanya.


“Iya, hanya segitu saja”


“Coba kau meminta sesuatu”


“Eh, minta?”


Jadi pun mencoba meminta sesuatu dan saat dia meminta.


“Eh, ke. Kenapa aku bisa kesini? Dan mengapa aku bisa di sini?” Ujar Jun yang terlihat kebingungan.


Sedangkan Jadi, dia tiba-tiba menghilang dari pandangan Jun hingga dia melupakan dirinya.


Uwaaaaaaaaa!


Jadi seketika terjun dari langit, dia berteriak melayang di atas awan dan kemudian menembus awan. Apakah yang sebenarnya yang terjadi...?!


“Ke, kenapa aku bisa di sini? Dan mengapa aku bisa melayang di ketinggian ini?”


Saat Jadi membuka matanya kebawah, dia terpesona akan apa yang dilihatnya.


“Di, dimana ini? Tempat apa itu?!” batin Jadi “Ah, itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah... Gyaaaaa!” Lelaki itu kembali berteriak dan....


Bummm!

__ADS_1


__ADS_2