Bukanlah Apa-apa

Bukanlah Apa-apa
# Melawan


__ADS_3

Baik, sudah sampai mana aku bercerita...? Oh ya, omong-omong untuk yang satu ini "mungkin" harus cukup umur atau yang sudah paham akan bagian-bagian manusia sekian


^.^


_____


“ Jikalau kamu diam saja, maka aku akan yang memilihnya untukmu ”


Perempuan itu berkata dan sesekali dia mendesah sampai-sampai pipinya memerah merona.


“ Apakah dia gila? Atau kekurangan obat ” berkata si pemuda dalam hatinya.


“ Baiklah kalo begitu, kita coba dari tangan kanan ”


Dia tersenyum sinis dan kemudian mengambil salah satu belati dari keranjangnya yang kini diletakan di bawah.


Kemudian dia menjilati belati tersebut dan juga menjilat pula leher si pemuda.


“ Kamu manis deh ♥ ”


“ Apa, apa yang dia lakukan ”


Tampa disadari, si pemuda sudah mulai terangsang. Nalurinya berkata “ Hai diriku! Apakah kamu ingin menikmati kenikmatan dunia? Aku akan memberimu pilihan, biar aku yang memaksamu atau engkau yang melepaskan diriku ”


Seketika saja dia bertanya “ Siapa lagi itu...? ”


Maka sang hijab yang baik berkata “ Jangan turuti dia! Dialah nafsumu, adalah naga yang bersemayam dalam dirimu. Bila kau turuti memang menikmatkan tetapi, itu hanyalah sementara. Dengarkanlah! ”


“ Baik kita mulai yah ~♥~ ”


Perempuan itu bekata dan langsung menancapkan belati yang telah terpegang tersebut ke tangan kanan pemuda.


“ AaaakKKHH ” pekik si pemuda dan merasakan betapa sakitnya ketika tertusuk oleh belati yang tertancap.


“ Ah, ah... Sakit yah, sebenarnya aku gak mau melukai mu. Kalo kamu bebicara dan melakukan "itu" bersamaku, aku pasti akan melepaskan mu ” ujar si perempuan seraya memegang belati yang tengah tertancap.


“Apsj U! ” ujar si pemuda namun dia tak dapat berbicara dengan benar “ Ada apa dengan suaraku? ”


Wanita itu tersenyum sinis dan berkata “ Oh iya, aku lupa. Kalo kamu sedang terkena pengaruhku, jadi kalo kamu memberi isyarat ingin berbicara dan melakukan "itu" aku akan melepaskan mu ”


“ Jadi, kamu maukan aku lepaskan agar bisa berbicara ” sambungnya.


“ Ah, sepertinya dia hanya menginginkan aku berbicara saja ” gumamnya dalam hati setelah berfikir sesaat kemudian.


Si pemuda itu pun menganggukan kepalanya hingga membuat dia tersenyum gemulai


“ Kyaa! Sudah kuduga kamu mau melakukannya ”


Wanita itu menyapu bibir dengan lidahnya.


Tampa panjang pikir, dia langsung mencium si pemuda dengan cepat tapi perlahan ketika telah menyentuh bibirnya.


“ Ap. Apa ini! Mengapa dia melakukan ini! ” Si pemuda langsung syok dan dia merasakan dirinya pasrah ketika dia tengah bermain lidah dengannya.


Hingga selesailah si perempuan mencicipi si pemuda dan langsung mendesah terengah-engah “ Ternyata kamu hebat juga yah ” ujar si perempuan sambil menyentuh bibirnya dengan telunjuk kanannya.


Akhirnya, si pemuda dapat bebicara lagi


“ Si, siapa kamu? Dan mengapa engkau mencium ku? ”


“ Si, siapa aku...? Masa kamu lupa pada ku, atau. Oh iya, kamu kan selalu sibuk sebelumnya. Jadi... Aku menemui mu di sini, hihihi ”

__ADS_1


“ Apa maksud mu?! Aku tidak mengerti sama sekali ucapanmu dan aku sama sekali tidak mengenali dirimu ”


“ Aduhhh, kejam sekali engkau lupa padaku. Kalo begitu mungkin biar saja mereka yang akan memaksa mengingat mu tentangku ”


Dia tersenyum sinis dan mengambil dua belati dari ranjangnya.


“ Sumpah! Benar-benar dia wanita gila ” gumam si pemuda di dalam hati.


“ Tunggu, apa yang kau ingin lakukan lagi dengan kedua benda tajam itu...?! ”


“ Apa yang aku lakukan...? Tentu saja agar engkau ingat padaku ”


Perempuan itu tersenyum dan langsung menancapkan belati itu ke tangan yang satunya.


Slaapp


“ Argghh! ”


Pekiknya menggemakan ruang tersebut.


“ Bagaimana, apakah kamu sudah ingat siapa diriku? ”


“ Dasar gila! Aku tidak mengenal siapa engkau, dan mengapa engkau melakukan diriku seenaknya, memangnya aku ini mainan apa!? ”


“ Syuttt, jangan berisik. Anak baik harus nurut loh... ” dia berkata sambil menaruh telunjuknya di bibir si pemuda “ Kalo kamu mau melakukan "itu" aku janji akan melepaskan mu kok ”


“ Apa maksudnya "itu" ”


Si perempuan itu tersenyum manis “ Yah, "itu" kamu tinggal bilang iya aja nanti juga aku kasih tahu ”


“ Enggak! ”


“ Padahal, aku sudah tidak ingin melakukan ini lagi ”


“ Ya sudah, kalau begitu lepaskanlah aku! ”


“ Kalo aku melepaskan kamu, kamu nanti bakalan pergi ” dia mulai meneteskan air mtanya


Mengapa dia menangis?


“ Tidak, aku janji aku tidak akan pergi ”


“ Sungguh? ”


Si pemuda itu setuju dan menganggukan kepalanya. Dan dalam kesedihan wanita tersebut, dia menyembunyikan senyuman sinisnya.


“ Aku, minta maaf yah telah menyakiti mu. Sekarang mungkin engkau akan merasakan sakit lagi ”


“ Ti, tidak apa-apa. Aku kuat kok ”


Dia pun mencabut belati tersebut dimulai dari yang kanan lalu di susul ke kiri secara perlahan. Ketika pencabutan, pemuda merasakan mati rasa yang tak tertahankan yang membuatnya teriak.


Si pemuda itu terengah-engah karena pencabutan yang dia tak bisa tahan karena rasa sakit tersebut.


Perempuan itu pun melepaskan ikatan-ikatan pada beberapa bagian pada pemuda itu.


Dia akhirnya terlepas dari ikatan-ikatan, karena dia masih merasa kelelahan. Dia terduduk diam dan langsung jatuh terbaring mengatur nafas.


“ Fiuh, akhirnya aku bisa terlepas ” gumamnya.


Si perempuan itu langsung duduk berada di atas paha kakinya.

__ADS_1


“ Se, sesuai janji. Kamu gak bakalan kemana-mana kan? ”


Duh, perasaan apa lagi ini!


“ Iy, iya ”


“ Dan karena kamu udah terlepas dari ikatanku, maka aku harus membuat dirimu terpuaskan ”


“ Ter, terpuaskan? ”


“ Iya, kita akan melakukan "itu" loh ”


“ Memang apa yang kau maksud dengan "itu" ”


Tampa disadari, pemuda itu langsung terpancing hingga merasa ingin tahu tentang "itu"


“ Aku akan menjelaskannya secara perlahan ”


Di dalam diri si pemuda, terjadilah keributan yang membuat dirinya bingung dan terkejut.


“ Bagusss! Kamu akan melakukannya ” nafsunya berkata


“ Apa maksudmu? ”


“ Sudahlah, sekarang. Engkau dan hanya engkau yang bisa megendalikan engkau. Padahal aku sudah peringatkan pada mu ” dirinya yang lain berbicara.


“ Maksud kalian apa...?! ”


“ Nikmatilah! Atau engkau mencegah! ”


“ Baik, aku mulai yah ” ujar si perempuan dan mulai membuka seluruh pakaiannya dan kini terlihatlah wanita cantik tampa busana dengan rasa malu-malu.


“ Ke, kenapa engkau buka baju! ” sahut terkejut si pemuda.


“ Aku–kan sudah bilang, bakal menjelaskannya ”


Apa dayalah si pemuda untuk mencegahnya, dan tidak bisa mengeluarkan tenaganya karena dia masih merasakan kelelahan.


“ Maksud kamu..? ”


Terlukis di wajah pemuda bahwa wajah memerah dan malu dalam batinnya berkata


Apa maksudnya dia...?


“ Sebenarnya sih... Ini pertama kali aku melakukannya dan sengaja melakukan ini hanya untuk dirimu ”


“...?! ”


“ Jadi, tolong lakukan pelan-pelan saja kalo kamu juga belum berpengalaman ”


Perasaan apa ini!


Nafsunya pun mulai bangkit dan berkata “ Engkau masih belum berpengalaman, jadi. Biarkan aku saja yang mengendalikan jasadmu ”


“ Apa! ”


Pemuda itu langsung terduduk dan berkata “ Aku pun sama dan masih belum berpengalaman. Tapi, aku usahakan agar sama-sama merasakan nikmat ”


“ Mengapa aku tidak bisa menggerakan tubuhku! ” dalam batinya dia menggeretak.


Pemuda itu pun langsung merangkulnya dan kemudian berpapasan wajah dan...

__ADS_1


__ADS_2