
Duhh...
Di mana lagi ini...?! Mengapa gelap sekali?
Aku merasakan sesuatu seperti Ďjâvû. Aku berada dalam kegelapan lagi dan berada di suatu tempat yang terasa tidaklah luas.
Aku mencoba meraba-raba dengan tangan kananku, ke-arah depan dan kurasakan sesuatu benda seperti...
Apakah ini? Aku merasakan seperti sebuah pedang panjang
Saat ku coba sentuh lalu ku pegang erat-erat. Muncul lah suatu cahaya biru yang terang–benerang, aku melihat pula kupu-kupu biru berterbangan. Aku melihat diriku sedang menggenggam suatu trisula berwarna merah dan berpisau biru terang seperti berlian.
Suatu Trisula? Untuk apa?
Sejenak aku bertanya-tanya dan kemudian ku hentakannya ke–tanah. Maka, muncullah lagi suatu cahaya yang berwarna kuning bagai kobaran api.
Woah
Sebentar untuk mengagumi suatu kejadian ini membuka mulut lebar-lebar.
Selamat datang bocah!
Aku mendengarkan suara yang menggema.
Halo! apakah ada yang memanggil ku...
Aku bertanya kembali.
Itu aku
Tidaklah dapat dilihat tapi kerasa.
Memang, siapakah anda?
Kalau semisalnya aku beri tahu pada mu. Apa kau mau pergi ke suatu tempat...?
Aku menggarukan kepala “ Aku juga tidak tahu sih... wong aku aja kebingungan di mana dan siapa aku sebenarnya ”
Kau Bocah yang menarik, aku rasa bila tak ku kasih tau juga kayanya gak usah
Aku hanya tersenyum sambil cengengesan.
Baiklah, tidaklah perlu waktu nan panjang. Apa yang kau pegang sekarang adalah milikmu
“ Ma, maksud mu...? ”
Kau tidak perlu tahu sekarang, yang terpenting adalah...
Omongannya terputus dan tidak dilanjutkan lagi.
Apa!?
Benar-benar sesuatu yang aneh, mengapa omongannya berhenti? Apakah ada sesuatu yang akan terjadi
Trisula masih tetap ku pegang, dan ku coba mengangkatnya dan... weh, kok berat ya? perasaan tadi ringan-ringan aja (–_–!)
Tiba-tiba menjadi sangatlah berat dibandingkan saat pertama kali memegang.
Haduhhh... Katanya ini milik-ku, tapi ngapa jadi begini
Aku berfikir sementara sambil mengelilinginya 7×Putaran hingga aku duduk bersandar padanya.
Sebenarnya, apa sih yang sudah terjadi padaku?
Saat timbul banyak pertanyaan, aku megadah ke atas.
Indahnya, terlihat jauh bila ku jangkau
Pada saat momen ini, aku mengulurkan tangan ke atas sambil membuka telapaknya.
Apakah ada yang namanya Tuhan?
Pertanyaan yang pernah ku ucapakan sebelumnya, terlontarkan kembali.
Kenapa aku menayakan Dia ya? Sepertinya aku belakangan ini sering membahas tentangNya... Tapi, dengan siapa
Terlintas lah suatu cahaya terang yang menciptakan suatu pengeliatan.
“ Aku ingin kenal sama Tuhan ”
Siapa itu, seorang...Perempuan? Dia yang membicarakanNya? Apakah aku pernah bertemu dengannya?
Sampailah saat ku terbayang-bayang menghayal, aku merasa ditimpa suatu benda yang kecil.
Tuk. tuk,... tuk, tuk, tuk.
Aku tersadar dari khayalanku dan segera bangun dari padanya.
Eh, apaan itu...?
Aku mendengar sesuatu jatuh bergelinding... mungkin sih.
Dan ku-lihat sesuatu benda kecil berbentuk kubus berada di atas tanah.
Ini...
__ADS_1
Aku melihat di setiap sisi darinya mempunyai beberapa titik.
Sepertinya aku pernah melihat ini sebelumnya tapi, apa ya namanya?
Warnanya hitam pekat tetapi mempunyai warna biru pekat pula pada titiknya.
Satu, tiga, enam, dan...Udah segitu aja, dan ada apakah dengan benda ini. Mungkin aku akan menamainya... Oh ya! Aku tahu, ini namanya itu mmm... Itu ini.. Arggh... Da..
"Dadu" Ya benar! Inilah dadu. Tapi kok ada yang aneh dari ini ya?
Satuhal yang terlupakan dari ciri-cirinya itu adalah...
Ini kok mengkilap seperti berlian, kenapa ada orang yang mau ngebuang benda ini yah...
Padahal sayang sekali kalo dibuang, tapi. Apakah ini dari sesuatu yang mahal?
Aku duduk kembali dan memperhatikannya dengan seksama, dan kemudian aku berfikir 'mencoba' tuk menggelindingkannya.
Kira-kira, apa yang terjadi bila ku mainkan
Aku pun melemparnya dan kemudian...
Toh, ternyata gak terjadi apa-apa. Aku kira ini bakalan berguna tapi sih... Kalo dipikir-pikir lagi emang berguna
Aku meraihnya kembali dengan tangan kiriku, kemudian ku kantongi ke dalam saku celanaku.
Saat ku mencoba berdiri. Terjadilah suatu guncangan.
Goyang...? Apa yang akan terjadi?
Guncangan tersebut semakin kuat hingga kulihat ke atas bahwa, ia menjatuhakan batu yang cukup besar menuju ke arah–ku.
Duh, gimana ini?!
Tampa berfikir, tubuhku bergerak sendiri dan mengambil Trisula dengan sangat mudahnya.
Weh, kok. Bisa terangkat dengan mudah ya?
Dengan segera tubuhku melompat tinggi dan mencoba menghancurkannya dengan trisula.
Kok aku bisa seperti ini!?
Sementara aku bergumam, tubuhku dengannya berhasil menghancurkan batu yang hampir menimpaku.
Aku melihat beberapa bebatuan dan ku pikir itu sebagai tumpuan ke atas.
Kalo aku berfikir begini... Apakah ini akan begitu?
Dengan cepat tubuhku bergerak menuju padanya dan melompat-lompat pada setiap bebatuan.
Sampailah pada ujungnya dan pada momentum ketika aku ingin berpijak, aku hampir jatuh sebab tanganku terpeleset hingga aku melompat memutarkan tubuh.
Trisulaku masih tetap ku pegang dan kesadaran untuk menggerakan tubuhku mampu ku kendalikan.
Entah kenapa Trisula ini menjadi ringan lagi
Aku rasa... Mungkin aku harus menopangnya dengan punggungku. Tapi, bagaimana yah?
Tunggu, apakah yang bersinar ini?!
Setelah aku berbicara omong-kosong, kantung celanaku tiba-tiba saja bersinar terang.
Saat ku coba mengambil dari padanya, yang bersinar adalah.
Sudah kuduga, ini bukanlah dadu biasa. Tapi, bagai mana cara agar ini berfungsi...?
Aku mulai merasa bingung tentangnya, namun, apa yang ku pegang seketika lepas dari geggaman.
Eh tunggu! mau kemana kau!?
Ia terbang menunjukan suatu jalan yang entah kemana, membawa ku. Ke suatu tempat yang amat gelap.
_______
Dadu itu berhenti di hadapan ku, ia bersinar bagai lampu biru dalam kegelapan. Kemudian berputar dan jatuh ke atas permukaan.
Duh, sebenarnya. Mengapa dan apa aku mengikutinya hingga terjebak dalam kegelapan seperti ini
“ Hiks, hu, hu, hu ”
Tangisan seseorang
Aku mendengar suara menangis terisak-isak yang menggema dalam atmosfer.
Siapakah disana? Apakah ada orang?
Aku mengambilnya kembali ke tanganku dan memanfaatkannya sebagai penerang.
Ku berjalan mengikuti suara tangisan dan kulihat anak lelaki kecil duduk menutupi wajahnya dengan kedua dengkulnya.
Nak, siapa kamu? dan mengapa kamu menangis?
Dia menghiraukan diriku sejenak, sambil menangis dia berkata “ Pergilah! Di sini sangat berbahaya ”
“ Ap, Apa maksud mu? Justru kamulah yang sedang dalam kegelapan, dan ayo! Ikutlah aku, aku juga sedang tersesat. Jadi, Mari sama-sama kita cari jalan keluar ”
__ADS_1
Dia langsung berhenti menangis dan berkata lagi “ Di belakang mu ”
Apa!
Saat ku palingkan diri ke belakang, kulihat tidaklah ada apa-apa
“ Dek, maksud mu ap–A ”
Dia menghilang dari pandanganku, aku kebingungan untuk sementara karena...
“ Kak! hati-hati kak di belakang Mu! ”
Aku terkejut dan langsung melompat dari suatu seperti serangan mendadak.
Ke, kenapa ini!
“ Tetaplah waspada, janganlah kau lengah. Sekarang! Dari arah jam tiga di sebelah kana Mu! ”
Aku terkena benturan yang sangat keras yang entah dari mana, dan tertahan dengan Trisula yang ku pegang.
Sekarang aku tak dapat melihat kecuali setitik cahaya yakni dadu tersebut yang terlepas dari tanganku.
“ Konsiten dalam Bertahan! ”
Apa...!?
Aku terkejut dan mengenai serangan dari suatu arah yang tidak diketahui dan terkapar di suatu cahaya yang terang.
“ Ambil dadunya Kak! Lalu lemparlah ke sembarang arah! ”
Beruntung diriku masih bisa mengapainya, hingga diriku melemparkan ke depan dengan bertenaga.
Crasss
Kilat cahaya keluar berwarna putih sampai menyilaukan mata.
“ Sekarang! Gunakanlah TrisulaMu! ”
Aku mendengar anak kecil tadi memerintahkan menggunakannya.
Hyaaaa!!!!
“ Lemparlah ke arah dadu dimana kau melempar! ”
Tampa pikir panjang aku melemparkan Trisulaku.
Terdengar suara yang menyeramkan yang membuat menutup telinga.
Kulihat dadu tersebut terbang mengarah pada ku dan melanjutkan ke atas langit.
Kini ruangan semakin menjadi jelas dan terlihat sesosok orang terkena Trisula.
Dan sosoknya semakin jelas ketika diriku menghampirinya.
“ Ap, apa!? Ke, kenapa ini bisa terjadi! Mengapa engkau melakukan hal yang seperti ini! ”
Anak kecil yang telah ku temui dan telah membimbing-ku terlihat mati tertancap oleh Trisula yang telah ku lempar.
Ke, kenapa. Ak, aku. Sama sekali tidaklah mengerti kenapa bisa!
Aku menangis dan memeluknya, menyesali. Apa yang telah ku lakukan.
“ Sudahlah kak, janganlah menangis. itu bukanlah salah mu ”
“ Ap–apa kau masih hidup ”
Aku menatapnya dengan perasaan haru.
“ Tidak, maksudku. Aku berterimakasih pada-mu ”
Eh, ada apa
“ Mungkin sekarang aku tak dapat menjelaskannya pada mu ”
“ Terpenting sekarang adalah pergilah ke suatu tempat agar urusamu kelar ”
“ Maksudmu apa!? Aku tidak mengerti sama sekali ”
“ Maaf, kak setelah ini mungkin akan... ”
Kulihat dia mulai menghilang bagai buih-buih kecil.
“ Apa! Aku tidaklah mengerti!? ”
Dia tersenyum dan berucap “ Ambilah dariku ketika aku sepenuhnya menghilang ”
“ Sampai jumpa ”
Dirinya menghilang perlahan menuju ke atas membentuk cahaya berwarna seperti intan namun melayang-layang ke atas dan menghilang sepenuhnya.
Apa ini...?!
Jatuhlah sebuah barang kecil seperti cincin.
Lalu ku memakai pada jari manis kiriku dan setelahnya. Munculah dihadapan ku sebuah...
__ADS_1
Portal yang berputar?
Aku pun mengambil Trisulaku dan pergi masuk kedalamnya.