
Yo, halo lagi gan! Semoga selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Berkuasa.
Kali ini karena daku bingung pengen melanjutkan apa karena daku belum diizinkan olehNya untuk melanjutkan cerita Jadi. Saya ingin mengajak Anda untuk berfikir sejenak, kita bermeditasi atau lebih tepatnya adalah TafakurBillah. Yang artinya berfikir sama Tuhan, mengapa "sama" bukan "karena" ...?
Ehem, sebelum dipaparkan lebih lanjut, kenapa juga sih,... Ada yang semacam seperti artikel di Novel ini?
Yah tahu sendirilah judul dari Novel ini kan "Bukanlah Apa-apa" Toh, suka-suka pengetik untuk menulis apa. Baik, kita lanjutkan.
Alert! : Pastikan pula Anda semua menghilangkan sejenak logika Anda dan teralihkan dengan Hati Anda
Mulai dari mengapa lebih baik Sama Tuhan Billah Ketimbang karena Tuhan lillah...?
Karena ketika Anda Billah maka ibadah Anda bukan lagi merasa bahwa diri Anda semata-mata karena "ingin" masuk surga ataupun "takut" akan namanya neraka. Toh kan ibadah kita sudah digerakin sama Tuhan, kok masih ngarep-ngarep surga sih...
__ADS_1
Karena pada intinya, atau hakikatnya. Atau kebenaranya. Semua itu pergerakan baik buruk–jeleknya, Tuhanlah yang menggerakan "Semua" Tapi! Ingat! Jangan salah tafsir!
Mungkin Anda semua berfikir, kalo semuanya itu digerakan sama Tuhan termasuk yang jelek. Bisa diartikan kita dipaksa olehNya dong...?
Kalo mungkin ada pertanyaan seperti di sebelumnya atau yang serupa, saat ini saya akan menyalahkan. Memang Tuhanlah yang menggerakan kita, tapi... Apa yang kamu mau belum tentu Dia mau.
Nah, dari sini cobalah kalian renungkan sejenak. Kalo "kita" sebagai ciptaan-Nya itu memang benar menganiyaya diri sendiri khususnya pribadi ini.
Seperti dalam firman-Nya :
Aku tidak akan memberi tahu dari mana ayat tersebut supaya tidak terjadi kontroversial.
Nah, dari sini mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa. Tuhanlah yang menggerakan kita dan semua "tetapi" walaupun demikian, kamulah yang salah dan menganiyaya diri kamu sendiri. Sebab keinginan kuat kamu itu, pun itu hal yang jelek.
__ADS_1
Karena semakin kuat keinginan kita, maka "ingat" kalau Tuhan itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Tuhanlah yang menjabah keinginan kita semua baik-buruknya, dan kamu alangkah baiknya bila untuk menyerahkan atau memasrahkan semua keinginan Mu itu padaNya saja.
Sebab Dialah yang lebih tahu apa yang kita perlu. Dan adakalanya kita sejenak menyendiri dan merasakan kesunyian dan mencoba "mendengar" suaraNya.
Hemat saya adalah bagaimana "kita" agar bisa melihat Tuhan dengan cara mengenalNya. Yakni dengan kita merujuk lagi padaNya dan mintalah padaNya agar bisa mengenalNya, karena kita tidak bisa mengenalNya kecuali denganNya.
Maka, siapa yang keyakinan dan keinginannya kuat untuk mengenalNya, semoga Tuhan memberiMu jalan agar sampai kepadaNya.
Sekian dari (.)
Cita-cita yang paling tinggi adalah. "Kamu" semua itu bisa mengenalNya, dan cita-cita paling tinggi itu bukan jadi orang terpandang ataupun yang serupa. Kalo kamu bilang cita-cita menguasai dunia atau yang serupa itu adalah yang paling tinggi maka akan saya salahkan.
Semoga kalian bisa mengenal Dia yang "Ahad"
__ADS_1
Karena pada dasarnya Tuhan kita itu sama hanya saja kalian tampa sadar menyekutukanNya.