
“Ada sih,...Sebenarnya. Kami ini tidak mengerti tulisan ini, jadi... tolong ajarkan kami tulisan ini”
“Naon?! Kehed!” gumam Jadi yang terkejut atas ucapan Jika yang terang-terangan.
****
Pengucapan sunda kasar yang berarti Apa?! Dasar!
****
“Apa? Kalian tidak bisa membaca? Kalian ini memang benar-benar aneh ya?”
“Bisa dibilang, kami ini buta huruf” ucap Jika Hadap.
“Oh, begitu. Ya kalo begini sih, masalahnya sangat menyulitkan, tunggu sebentar. Mungkin, aku bisa membantu kalian untuk memahami bahasa kami”
“Terimakasih ya, maaf jadi merepotkan”
“Oh iya, gak papa kok” balasnya yang kemudian pergi dari hadapan keduanya “Sebentar, aku akan mengambil sesuatu untuk kalian”
“Baik”
Sementara Santir si pelayan pergi, Jika Hadap merasakan suatu hawa yang tidak megenakan.
“Kok, jadi panas ya” dia menelan ludah “Eh, kak Jad.... Siapa kamu?”
“Aku? Ya aku Jadi lah, masa judes sih”
Jika menatapnya sinis
“Ini beneran aku kok”
__ADS_1
“Bukan! Lu tu kaya monyet. Coba deh ngaca”
“Hah, monyet”
“Gak percaya kalo Anda itu monyet?”
“Gak”
“Begitu yah, tapi ente itu Jadi kan?”
“Ya jelaslah. Orang yang paling tampan di dunia ini”
“Iye, iye. Gw yakin lu itu kak Jadi”
Setelah itu, Santir pun datang membawa 2– botol yang berisi berwarna hijau.
“Eh, apaaan tuh?” Gumam Santir dalam hati yang melihat Jadi, dia pun duduk kembali.
“Oh, begitu. Apakah ini gratis” ucap Jika.
“Kan aku sudah bilang minum saja dulu”
“Tapi, aku curiga jikalau Anda akan menipu saya. Saya bilang, apakah ini gratis?”
“Bocah ini pandai bicara juga” batin santir “Baiklah, karena Anda yang pertama kali. Maka saya akan kasih gratis”
“Baiklah kalo begitu” Jika pun meminum ramuan tersebut “Kak, ini silahkan minum”
ia memberikan satu botol kepada Jadi.
Dia pun meminum.
__ADS_1
“Ano, nak Jika. Makhluk apa yang ada di samping mu otu? Dan kemana orang yang bertopeng tadi”
“Eh, kok” batin Jadi.
“Oh, ini. Ini adalah peliharaan saya sama kaka tiri saya, dia adalah makhluk langka yang baru kami temukan. Dan kami menyebutnya M0Nye7 atau kalau dieja M–Zero–Nye–Seven. Dan kalo kamu bertanya pada kaka tiriku kemana, dia tengah pergi kepasar disuruh ibunya. Eh, ralat. Dia tengah membeli baju karena pakaian kami yang terlihat asing”
“Oh, begitu. Peliharaan mu unik juga yah”
Jadi mulai geram dan dia melihat ketangannya “Loh, kok. Berbulu”
“Terus, kenapa minuman itu diberikan pada M0Nye7 itu”
“Biar dia bisa berbicara dan semakin pintar” ucap Jika.
“Benarkah?”
“Tentu saja, karena makhluk ini bukan sembarang makhluk. Waktu pertama kali kami menemukannya, dia sudah langsung pandai berbicara. Benarkan kan? Nye7”
Dengan geram dan rasa kesal, dia menjawab “I, iya”
“Wah, ternyata hebat yah. Baru pertama kali melihat hewan yang dapat berbicara”
Karena Jadi sudah tahu tentang dirinya itu seperti apa, maka dia hanya nurut mengikuti alur.
“Yah, sebenarnya sih. Dia adalah M0nye7 yang telah pergi kebarat untuk mengambil kitab suci dan menjadi dewa dan jadilah dia kera sakti” papar Jika Hadap.
“Eh,...?” Batin Jadi sambil meliriknya.
“Oh, iya. sampe lupa, kenapa Anda tidak menandatangani ini terlebih dahulu? Sekalian kan buat menguji ramuan yang tadi”
“Yah, baiklah”
__ADS_1
Jadi pun mulai membaca.