
Setelah beberapa lama kemudian, keduanya sampai di muka kota, mereka terpaku sejenak melihat keindahan kota tersebut
Tertulislah pada pintu kota dengan nama "Kota Bateko" Sebuah kota yang cukup besar dihuni perbagai makhluk fantasi. Hingga Jadi pun terpukau melihat kota yang baru saja pertama kali dia lihat, dia melangkahkan kakinya lebih dahulu untuk melihat-lihat.
“Jik, lihat kesini! Ada sebuah toko yang menawarkan aksesoris” ujar Jadi sembari melihat-lihat.
“Kak, apakah Anda ingin membelinya?”
“Mungkin, lagi pula. Aku tidak mempunyai uang sama sekali. Ya,... Bila kita perhatikan sejenak, uang di dunia ini berbeda dengan uang yang ada di dunia kita”
“....Kau benar juga sih,...”
“Nah, maka dari itu. Kita akan membuka usaha”
“Tapi... Bagaimana caranya? Modal saja kita tak punya”
“Itu dia masalah kita, bagaimana caranya agar kita mendapatkan modal?” Jadi sejenak terhenti untuk berfikir “Jik, kalo kamu mau. Cobalah kau tanya pada seseorang di sini, mungkin saja kita bisa mendapatkan informasi sedikit” sambungnya.
“....Baiklah, aku akan mencoba” Jika pun pergi untuk bertanya kepada seseorang, terbesitlah dalam pikirannya bahwa tunggu dulu, bukankah ini dunia lain? Apakah dunia ini seperti dunia fantasi yang ada dalam game online MMORPG? Jika benar mungkin saja di sini ada yang namanya semacam Guild.
Tampa pikir panjang, Jika Hadap menemukan seorang lelaki sangar yang memegang kapak besi yang terlihat kuat. Jika pun menarik-narik pelan baju Tanktop–nya yang berwarna merah kecoklatan.
“Ano... Bisakah saya bertanya kepada Anda tuan”
Dia pun memalingkan wajahnya kepada Jika “Ya kenapa, dan tentu saja”
“Tuan, apakah di sini ada tempat yang menawarkan jasa menerima misi”
__ADS_1
“Jasa menerima misi...? Tunggu, aku akan mencoba mengingatnya” ucapnya sembari mengelus-elus dagunya “Ah iya aku tahu, mungkin maksud anda adalah Union Advantureuse” sambungnya dengan logat prancis.
“Union advanturerse?”
“Ya, jika tidak salah. Itu adalah suatu serikat untuk orang-orang yang berminat menjadi Petualang”
“Mmm begitu ya”
“Memangnya kenapa?”
“Bukan apa-apa, hanya saja... Saya Dan teman saya adalah Pejalan kaki yang sedang berkelana entah kemana, kami ingin mencari uang saja”
“Oh begitu... Ya, jika itu yang kalian mau. Saya akan tunjukan Di mana letak tempat itu” ucapnya sambil tersenyum.
Setelah selesai dengannya, Jika pun kembali ketempat Jadi berada. Namun, tidaklah dia menemukannya.
“Kok, kamu ganteng banget sich”
“Kamu dari mana?”
“Boleh tahu alamat rumahmu gak?”
Hiruk-pikuk yang mengerumuni Jadi, dia mencoba untuk keluar tetapi terlihat Pasrah.
Dada, dada, dada Gumam Jadi saat terhimpit-himpit.
Dengan segera dan sedikit kesal, Jika langsung menarik Jadi dengan sekuat tenaga hingga terhempas ke tempat kardus-kardus kosong. Bukk
__ADS_1
“Bodoh! Apa yang kau lakukan?! Itulah tidak boleh” ucap Jika dengan meninggi.
Jadi hanya tersenyum sembari terkikik-kikik.
“Nak, apa yang telah kau lakukan padanya”
Seketika saja, seseorang perempuan dengan rambut hijau menarik-narik kerah Jika Hadap.
“Eh,...”
“Cari mati?!”
Jadi pun langsung menghentikannya Dan berkata “Sudah, sudah. Ini juniorku kok, gak usah begitu”
“Ju, junior?” sikapnya berubah setelah mendengarnya “Oh, Kamu adiknya Jadi ya. Salam kenal”
Saat dia mengulurkan tangannya, Jika hanya berdiri dan... menarik baju Jadi. Jadi pun menoleh,
“Ke...”
Jika langsung membisikinya.
“Apa yang kau bisikan? Gatel tolek? Apaan memangnya itu”
Jika menyilangkan tangannya dan membisikinya lagi.
“Oh, begitu. Ya sudahlah, aku akan pamit dahulu kepada mereka”
__ADS_1
Jadi pun pamit dan langsung meninggalkan mereka, berjalan tampa harapan lagi.