Bukanlah Apa-apa

Bukanlah Apa-apa
# Cerita dimulai


__ADS_3

“Hffffftt, apa-apaan ini. Dari sekian cerita yang kubaca, tidak ada satupun yang membuat hatiku berguncang.” Aku berdecak kesal sambil melemparkan buku berjudul "Kisah Pahlawan" ke atas kasur, kemudian kususuli dengan tubuhku karena ingin.


“Aneh, aneh, aneh....! Tidak adakah yang bisa menghiburku? Dari sekian cerita yang baru kutemukan hampir semuanya momonton digunakan, apa lagi sekarang yang kulihat adalah yang genre--nya isekai. Apakah mereka tidak punya cerita lain? Jikalau pun bukan, paling-paling yang cinta-cintaan.”


Huff, aku menghela nafas. Bagaimana caranya yah, supaya hidup tidak mengenaskan seperti diriku ini? Aku membatin merenungkan diri. Apakah aku akan terus-menerus seperti ini?


“Yah mau bagaimana lagi, aku udah telanjur seperti ini. So harusnya aku jalani hidup saja dengan nikmat dan syukur.” Ucapku sendirian dan sesekali tertawa paksa, aku juga tak tahu mengapa aku tertawa.


Akupun bangun dari rebahan dan duduk sejenak, terpintas di dalam pikiranku untuk pergi keluar.


“Mungkin, aku akan membeli sesuatu di luar.” Ujarku sambil membayang-bayangkan apa yang akan terjadi nanti.


Akupun keluar dari rumah.

__ADS_1


Namaku adalah..... Tidak, kau bisa sebut aku J–kun saja, karena aku tidak suka nama asliku tersebut. Namanya itu sepertinya ke wibuan kan? Yah, begitulah aku. Orang yang suka menonton anime dan juga membaca komik, tak luput pula dengan memperhatikan novel.


Umurku bisa terbilang pertengahan atau masa-masa pubertas, dan aku adalah maniak remaja yang suka mengoleksi pelbagai anime, komik, novel.


Sejujurnya, aku lebih suka komik ketimbang novel, jadi. Sekarang lagi pengen-pengennya aja melestarikan yang namanya "Budayakan Membaca" Begitulah pikirku supaya aku dapat berfikir lebih luas lagi.


Baik, sejenak kita lupakan tentang diriku di dalam buku jurnal ini yang baru saja kutulis.


Akupun keluar dari tempat persembunyian.


Di atas permukaan yang kasar, aku berjalan dengan santainya tampa mepedulikan orang-orang di sekitar. Dalam perjalananku, sesekali ku tengokan kepala ini ke jalan raya, melihat kendaraan-kendaraan lalu–lalang berjalan begitu cepatnya.


Terlintaslah di dalam pikiranku untuk membeli sesuatu tapi,... Apa yang harus kubeli? Akupun terhentikan oleh kebingungan yang kubuat, membuat berdiri di pinggir jalan.

__ADS_1


Aku heran, kenapa aku keluar dari tempat persembunyian. Tak biasanya aku keluaran begini, Pikirku karena ini mungkin adalah pertama dan terakhirnya aku berjalan-jalan dari rumah. Mengapa aku berfikiran begitu? Ah biarlah, peduli apa kalau aku mati sekarang.


Ku lanjutkan perjalanan yang kini, tampa arah dan tujuan. Aku sudah merasa bingung diri ini ingin pergi ke mana, dan...


Saat kutundukan pandangan ku ke atas jalan, suara bising yang keras terdengar masuk ke pintu suara.


Suara apakah itu? Mengapa begitu bising sekali? Aku mendengar seperti suara kendaraan yang berjalan begitu kencang, kudengar suara klason mobil yang semakin jelas terdengar.


Saat kupalingkan lagi wajahku lurus ke depan, aku melihat truk yang berjalan munuju ke arahku.


Oh, hanya sebuah truk toh. Ngapain yah dia kemari? Sejenak kulihat dia berjalan semakin dekat dan juga semakin kencang, Eh,... Apa?! Truk?! Akupun tersadarkan bahwa nyawaku sedang terancam.


Bagaimana ini? Aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali....

__ADS_1


Panik dan diam.


__ADS_2