
Aku terjun dan kurasakan pakaianku mengambang di atas udara.
Sampailah kulihat cahaya dibawah.
Itu seperti
“ Tahan pake Trisulamu! Itu asam lambung! ”
“ Apa? a-Asam lambung? ”
Byurr
Aku tenggelam di dalamnya dan kurasakan suatu hal yang sangat panas.
Apa, apakah masih hidup?
“ Aku sudah bilang bodoh! Kau tidak akan mati ”
Eh?
Aku pun mencoba berenang ke atas sambil memegang Trisulaku, hingga terlihatlah suatu tempat seperti tengkorak hewan. Aku sampai disana.
Ke, kemana pakaianku?
Aku lihat diriku kini tengah telanjang bulat.
“ Hei, cicin. Apa kau lihat pakaianku? ”
“ Kan sudah kubilang, ada asam lambung di bawah...Yahh, hanguslah pakaianmu dengannya ”
“ Kau telat memberi tahu padaku ”
“ Sudah, sudah. Baiknya kau menyelesaikan urusanmu ”
Aku pun duduk di atas tengkorak dan berfikir
Bagaimana caranya keluar ya?
“ Cincin, kau tahu caranya keluar? ”
“ Bukankah sudah kubilang, kalau kau disini tampa ada tujuan? ”
“ Apa kau bisa jelaskan padaku? Maksud dari tampa tujuan ”
“ Kau ini... Ternyata memang benar-benar bodoh, aku salah menilai ketika kita bertemu pertama kalinya ”
“ Ayolah, beri tahu aku apa maksudnya? ”
“ Jikalau begitu lihatlah ke atas ”
Aku menegadah ke atas dan ku tak dapat sesuatupun. “ Apa kau ingin gelut lagi bersamaku? Kau bercanda ya? ”
“ Kau nya saja yang bodoh. Dasar! ”
Aku mencoba memperhatikan ke atas, hingga aku tahu apa yang tidak harus aku lakukan.
“ Sekarang, barulah aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ”
“ Rupanya kau sekarang sudah tidak mengerti ya? ”
Aku menganggukan kepala.
Ku pasang wajah serius dan ku mulai melompat dari tengkorak yang sedang ku pijaki.
Satu
.
Dua
.
Tiga!
Aku pun melompat dengan kekuatan penuh.
Kulihat ada sesuatu yang berdenyut melewati diriku.
__ADS_1
Nah, ketemu!
Langsung saja ku tancapkan Trisula kepada daging yang dapat dijangkau.
Slap
Aku mencabutnya dan jatuh lagi maka, terlihatlah benda tadi. Dengan segera aku menancapkan Trisulaku padanya.
Dapat!
Seketika setelahnya, berguncanglah di tempat yang ku tempati dan terdengar gema yang seperti teriakan.
Dan kini kurasakan bahwa aku dapat berdiri.
Apakah sudah selesai?
“ Sudah selesai, kini urusan mu telah kelar. Tapi, setidaknya. Kamu harus membawa mata naga raksasa ini ”
“ Untuk apa? ”
“ Apa kau lupa kalau kamu pernah dikirim ketempat yang cukup mencurigakan ”
“ Dari mana kau tahu itu? ”
“ Sudahlah, itu tidaklah penting. Sekarang, lebih baik kau keluar dan mengambil bola mata naga raksasa ”
“ Baiklah ”
Aku pun merobek bagian atas daging naga dan terlihatlah secercah cahaya.
Dapat!
Kemudian aku merobeknya dengan lebar-lebar agar mampu keluar.
Fiuhh, akhirnya berhasil juga
“ Oy, cincin. Yang mana yang harus ku congkel dan ku bawa ”
Ketika aku sudah berada diluar, aku langsung menuju bagian kepala naga dan bertanya pada cincin.
“ Kalo itu sih... Adalah menurut keyakinanmu ”
“ Oh, begitu yah ”
“ Mengapa engkau mengambil bagian kiri? ”
“ Karena bagian kanan itu terlalu mainstrem ”
“ -_-|| ”
Aku pun membawanya dan mencoba menaruh di dalam ruang seperti aku menaruh Trisula.
Kira-kira, ini juga bisa gak yah?
Kemudian aku menutup mata dan aku simpan Trisula di dalamnya dan kucoba menyimpan mata naga juga di dalamnya dan...
Duh, ternyata tidak bisa. Ku rasa aku lebih baik membopongnya
“ Hei cincin, bagaimana caranya agar aku dapat kembali? ”
“ Bagaimana caranya? Aku juga gak tahu ”
“ Oh caranya aku juga gak tahu yah... Aku mengerti, dan aku juga tidak mengerti ”
“ Eh, tunggu dulu. Sebaiknya kau memakai pakaian dulu ”
“ Kau benar juga, tapi bagaimana caranya? ”
“ Sebentar, kamu tinggal tutup mata saja ”
“ Oh... Baiklah kalo begitu ”
Tiba-tiba diriku terbawa oleh sesuatu dan menghilang dari tempat kejadian dan kubuka mataku bahwa aku telah berpakaian seperti semula.
“ Tuh kan benar ”
“ Nah, aku bertanya padamu. Bagaimana kau menemukan jawabannya untuk pindah tempat? ”
__ADS_1
“ Tuhan yang maha tahu memberi pengetahuan pada diriku ”
Dan, sampailah aku di suatu tempat seperti perdesaan sedangkan diriku berada di atas tempat seperti pertama kali aku tersadarkan dan hampir terpenggal.
Kenapa banyak orang-orang yang datang yah? Aku melihat mereka terdiam bergeming seperti orang-orang bodoh.
“ Angkatlah mata naga itu! ”
Angkat...?
Aku pun mengangkatnya dan terdengarlah sorak-sorai gembira karenanya.
“ Mengapa mereka senang? Aku sama sekali tidak mengerti bahasa mereka ”
Dan muncul lah sesosok seperti Raja yang sebelumnya datang menghampiri diriku.
Dia berkata “ Afuarek, kamerko. Sore-noe go toko keno nogoso Arek! ”
Aku bertanya kepada cincin “ Hey, apakah kau mengerti bahasa mereka? ”
“ Aku tidak mengerti sih... Tapi kata beliau itu adalah “ Pahlawan baru datang. Mari kita berpesta karena naga dibunuh pahlawan! ”
“ Oh, begitu yah ”
Mereka pun tunduk dan berkata kepadaku
“ Sonokeru ” begitu pula si Raja yang juga tunduk berkata “ Sonokeru ”
“ Bisa kau terjemahkan lagi? ”
“ Gak dikasih tahu juga tahu kalo yang ini ”
“ Berarti seperti ungkapan terimakasih ya? ”
“ Entahlah ”
---
Malamnya, aku dan mereka berpesta dengan sangat meriah dan sesungguhnya sih. Aku hanya duduk dan menikmati dengan melihat pesta saja karena aku tidak mengerti bahasa mereka.
Dug!
Apa yang kurasakan sekarang ini? Perasaan apakah ini?
Tiba-tiba jantungku berdegup kencang dan kurasakan sakit di dalam dada.
Dan kulihat dari pandanganku semuanya buram dan kabur.
Apa yang terjadi, mengapa rasanya sakit sekali?!
Aku mulai kehilangan kesadaran diri, rasanya ada yang menarik ku keluar dari jasad ini.
Ahhh!
______
Di, dimana lagi ini?
Aku merasakan tubuhku melemas dan tak mempunyai tenaga. Tubuhku terbaring di dalam kobaran api yang menyala-nyala.
*Oh, benar. Aku sekarang ingat semuanya, kalo aku bukanlah apa-apa hingga aku pingsan berkali-kali serasa hidup itu sangatlah panjang. Barulah aku sadar sekarang bahwa hidup itu cuma sementara, dan Tuhan. Sekarang aku yakin Dia itu ada.
Tetapi, bagaimanakah rupa Dia*
Aku merasakan diriku seperti tercabut lagi dari jasad, rasa sakit yang amat luar biasa ku rasakan di dalam jasad.
Aku berteriak di semesta jiwa menahan ke sakitan dan...
Dia befirman: Katakanlah Dia yang maha satu! tempatNya lah kalian bergantung, tidak beranak dan diperanakan. Dan tidaklah ada yang setara denganNya
Terdengar suatu suara yang sangat indah di telingaku, dan aku disadarkan olehNya tentang diriNya. Bahwa, Dialah yang maha Absolut.
Wahai jiwa yang tenang! Masuklah engkau kedalam kesenangan dari yang maha penyenang dan maha disenangi. Masuklah hambaku, dan masuklah kedalam surgaku
Aku merasakan ketenangan yang sangat luar biasa dan kucoba membuka mataku, namun tidaklah mampu kubuka. sebab...
Apakah yang terang itu? Tapi aku yakin itu bukanlah Tuhan dan yang pasti itu adalah ciptaanNya
__ADS_1
Dan aku merasakan bahwa akulah yang fana dan tidaklah ada aku. Kecuali yang ada hanyalah Dia saja dan hanya Dia.
Aku telah kembali kepadaNya