
Warteg yang gratisan, yah benar! Tiba-tiba saja Jika Hadap terhentikan dengan warteg yang muncul dengan kekuatan sihir.
Tertulislah nama Warteg Dadakan
“Mbak, pesen nasi uduk sama gorengannya 2 mbak!” ucap Jika Hadap yang langsung duduk memesan makanan.
“Baik tunggu dulu ya dek,...”
“Manusia sialan! Kemana engakau!” Sahut kesal serentak terdengar menggema si Naga berkepala dua.
“Tunggu dulu gan! Gue laper, lebih baik makan sebelum menyerang” Sahut Jika yang memalingkan wajahnya kea atas menghadap si Naga.
“Apa lu kate?!”
“Ini sudah siap!” ucap Mbak yang telah menaruh piring di atas meja.
“Makasih ya Mbak!” Dengan segera dia membawa piring tersebut menuju ke si Naga.
“Woy nak! Bayar dulu! Sebelum kamu makan” Sahut kesal si pemilik warteg dadakan.
“Ngutang dulu Mbak! Maklumin, saya lagi bokek”
“Apa ngutang?!”
Sambil membawa piring yang berisikan nasi uduk dan dua *bala-bala kas bandung, dia berlari menuju kepadanya.
*
Bakwan
*
“Oy! Naga gak punya akhlak!”
“Nape lu!”
“Gw makan ini sebentar ye, sebelum beraksi gak bagus makan sambil berdiri, apa lagi berjalan” ucapnya yang kemudian duduk mencoba makan dengan mengucap *Billahi aku makan.
*
Sama tuhan aku makan
*
“Cecunguk brengsek ini!” batin si Naga yang geram dan kesal.
__ADS_1
“Apa lu kate maz?” Ujar Jika Hadap yang telah menelan bala-balanya yang kini tengah di atas kepala si Naga bagian si merah.
“Ap, apa?! Sejak kapan kau...?”
Si Naga mengalihkan kepala yang satunya ke tempat Jika Hadap duduk sebelumnya.
“Izinkan saya menghabiskan ini dulu bila engkau ingin selamat Pak!” Ucapnya yang kemudian melanjutkan makananya.
“Bedebah yang satu ini....” Gumam si Naga.
Lalu...
“Ah,... Kenyangnya. Terimakasih yah, Mbak atas makanannya”
“Ente kan ngutang dasar Penipu!”
“Iye, iye. Aye tahu, nanti aye bayar kok”
“Total 7 koin bumi”
“Gak, Mbak. Saya bakalan ngasih satu koin langit deh,.... Yah, setelah menghabisi Naga yang dua ini”
“Jangan maksaiin diri tong”
“Gak usah khawatir soal ini” ucap Jika yang mulai serius dan menatap tajam si Naga “Karena ngutang dulu baru bayar, adalah jalan hidupku”
“Memangnya kamu itu jantan hah?!”
“Jangan banyak bacot!”
Pertarungan pun dimulai!
\=\=\=\=\=\=|||ROUND_ONE|||\=\=\=\=\=\=\=
FIGHT
100% 100%
JIKDAP DRAGON FI
Waaaaaaa!
__ADS_1
Dengan segera si Dragon FI menyemburkan kombinasi api–esnya, membuat JikDap menghindar dari padanya.
“Fiuh, hampir saja” gumam Jika.
“Jangan senang dulu manusia! Hiaaaa”
Duak!
“Eh,...? Kenapa ini...?!”
Seketika saat JikDap mendaratkan kakinya, dia merasakan ke–ganjilan pada tempatnya.
Fushhh
“Ap...”
Klingg
Dia pun terkena serangan dari semburan yang membuat dirinya membeku. Kini, dia tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.
“Hahaha, rasaka itu!” ucap si Dragon gembira lagi arogan. Kemudian dia pun melancarkan serangan selanjutnya.
Burrrr
Api yang panas disemburkan dari mulutnya membuat Jika Hadap kekurangan darahnya.
85%(((((((((((((((\=\=\=\=\=\=\=\=)))))))))))))))100%
JikDap Dragon FI
Kabut asap yang menyelimuti JikDap membuat ia berkata.
“Huhf, bau sekali napasmu. Kamu makan apaaan sih semalem”
“Kami makan daging **ogreee,....Loh kok?! Kenapa engkau bisa bertahan?” ucap si Dragon yang sedikit terkejut.
**
Makhluk aneh seperti manusia tapi bisa memakan *** manusia!
**
Jika Hadap hanya tersenyum sinis di dalam kabut yang telah dibuat olehnya.
“Kau tahu kenapa aku bisa bertahan?”
__ADS_1
“Ke, kenapa?”
“Karena... ”