Bukanlah Apa-apa

Bukanlah Apa-apa
# Dimulai


__ADS_3

Kau ingin mendengar suara Tuhan...? Sini! Tutuplah matamu serta telingamu Dan hilangkanlah logikamu.


Dengarkanlah!


Di sebuah kota yang bernama kota Kartaja, hiduplah seorang pemuda yang kaya–raya.


Aku akan menyebutnya dengan Si Saudagar.


Semua orang banyak yang berfikir bahwa jika kaya dan miskin itu berbeda. Tapi kalo aku...


Menurutmu?


Saudagar merupakan pembisnis yang sangat sukses, orang yang terpandang lagi tampan. Walaupun dia kaya, tetapi sayangnya dia belumlah menikah ataupun bermesraan dengan lawan jenisnya. Di karenakan sibuk akan pekerjaannya, dia belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.


Setiap harinya, dia selalu bergelut dengan perusahaannya sampai dia telah melupakan siapa jati diri yang sebenarnya.


“ Halo, dengan siapa ini? ”


Suatu hari, dia mendapatkan telepon dari seseorang asing yang minta bertemu dengannya.


“ Tuan, apakah anda bisa bertemu dengan saya? ”


“ Maaf, aku sedang sibuk. Lain kali saja ya ”


Setiap kali ada seseorang dengan alasan ingin bertemu, acap-kali dia selalu mengatakan seperti itu. Namun, apabila yang berurusan dengan bisnisnya. Dia tidak akan mengabaikannya.


Hingga... Suatu ketika, di malam hari. Saat dia mengendari mobil pribadinya, dia menabrak seseorang lelaki tua yang membuat dirinya merasa bersalah.


Duakk!


“ Apa, apa itu?! ”


Saat dia keluar dari mobil, dia melihat pria paruh-baya yang tiba-tiba menghilang darinya.


“ Si, siapa tadi? Aku rasa aku telah menabrak seseorang ”


Dia mulai merasa bingung serta ketakutan yang kini hampir menyelimuti dirinya. Keringat pun membanjiri tubuhnya dan saat ketika dia ingin masuk kedalam mobilnya, suara aneh yang entah dari mana muncul terngiang masuk kedalam telinganya.


Hai Saudagar! Apakah itu yang kau inginkan? Apakah ini yang kau cari? Pantas-kah kamu memiliki apa yang kau punya sekarang? Sungguh engkau telah melupakan dirimu


“ Ap-a, apa mak-sudnya itu? ”


Saat dia didalam mobil, dia melanjutkan berkendara dan saat di perjalanan. Dia terpikirkan oleh perkataan yang sudah terngiang jelas masuk kedalam telinganya.


“ Tadi itu apa!? ”

__ADS_1


Karena dia memikirkan itu terus-menerus sampai dia sudah tidak fokus dalam mobilnya. Dia disadarkan bahwa dia sedang berkendara dan muncul di hadapan mobilnya, sebuah mobil besar pembawa kontainer, membuat dia lepas dari setirnya dikarenakan terkejut dadadkan.


“ Apa! ”


Tonnn!


mobilnya lepas kendali dan untungnya, dia masih hidup namun... Mobilnya rusak parah jatuh ke dalam hutan.


“ Aduh... ”


Dia berhasil keluar dari mobilnya dan sempat dia berjalan tertatih-tatih hingga jatuh terselungkup di atas rumput.


Dalam pikirannya, dia sempat berkata.


Apakah aku akan berakhir di sini? Mungkin benar bahwa kesemuaan ini, bukanlah milik-ku


Dia pun pingsan tak sadarkan diri.


Sampailah pada pagi hari di sebuah perusahaan inti miliknya sedang ricuh-piruk sebab si Saudagar dinyatakan menghilang sudah hampir satu bulan.


Beritanya tersebar meluas sampai kedunia maya. Lalu, dimanakah dia?


Di sebuah jalanan kota, si Saudagar kini telah menjelma menjadi si Miskin. Dia kini berpakaian compang-camping di sertai tudung guna untuk menutupi dirinya dari seseorang agar tidak dikenal.


Dia kini tidak mempunyai jalan atau arah kemana dia harus pergi, dia disadarkan bahwa.


Begitulah perkataanya saat dia telah bangun dari pingsannya.


Dia sedang mencoba pergi sejauh-jauh mungkin menghindari perkotaan. Sampailah suatu ketika dia mulai kelaparan sedangkan dia tidak mempunyai uang, tengah duduk di depan tempat ibadah.


“ Sudah satu bulan lebih lamanya aku tidak makan kecuali minum, dan aku memang tidaklah mampu berbuat sesuatupun ”


“ Tuhan, aku akui segala kelemahan diriku. Aku memanglah orang yang tak mampu, bila Engkau berkenan. Aku serahkan kemauanku kepada Mu ”


Mustajab sekali! Setelah dia berdoa, seorang wanitaa datang menghampiri dirinya membawa sebungkus nasi mewah.


“ Hai, tuan. Makanlah ini, aku lihat dirimu sedang kelaparan ”


Saat tangannya ingin menggapai bungkusan tersebut, dia terhentikan oleh gumamannya.


Itu bukanlah kemauanmu, dan kamu juga tidak tahu kemauan Tuhan-mu. Apakah kamu tidak malu?


Karena itu, dia langsung berdiri dan mengucapkan “ Terimakasih atas hidangannya, tetapi kami sudah kenyang ”


Dia pun langsung pergi tampa mempedulikannya lagi.

__ADS_1


“ Tunggu dulu! Aku tetap memaksa ”


Wanita itu dengan segera datang menghampirinya dan memberikannya langsung ke tangannya.


“ Sudahlah, ambil saja. Tak usah kau pedulikan ini karena apa. Ambil lah! ”


“ Ba, baiklah ”


Wanita itu merasakan kecurigaan kepadanya karena suara yang familiar baginya. Saat dia berbalik, dia terhentikan lagi.


“ Apakah kamu Tuan Saudagar itu? ”


“ Mungkin, Anda salah orang. Aku tidak mengenal yang namanya saudagar atau apalah itu. Permisi ”


Saat dia pergi meninggalkannya, wanita tersebut sempat menarik tudungnya.


“ Ka, kamu kan... ”


Dengan segera dia langsung pergi mentup tudungnya kembali dan menjatuhkan apa yang telah diberikan olehnya.


Waktu demi hari, hari demi masa–pun yang terus berputar tak henti berapa lamanya, samapailah dia di suatu pantai dan mencoba untuk berlayar ke samudra yang luas.


“ Ini, uangnya ”


Dia mebeli kapal kecil sederhana dari hasil kerja menjual ikan untuk pergi entah kemana.


“ Terimakasih, semoga Anda beruntung ”


Kemudian dia langsung berlayar menuju sesuai kehendak Tuhan.


Suatu ketika, dan sekitar tiga–hari telah berlayar di samudra yang luas. Dia sedang tertidur di atas kapal di bawah teriknya sinar matahari maka, terbangunlah ia karena dirinya sudah merasa lapar. Dia pun memancing.


Tak lama kemudian, akhirnya dia bisa mendapatkan ikan yang berukuran sedang.Dan kemudian, dia memotongnnya. Karena dia sudah merasa sangat lapar, dia langsung memakannya mentah-mentah.


Dan tiba-tiba saja, angin berhembus kencang, pertanda hujan akan datang. Ombak-ombak pun mulai menggulung liar, tetapi. Dia tetap santai menikmati ikan mentahnya.


Petir yang menggelegar, awan gelap yang menghitam. Hujan pun datang dengan sangat derasnya “ Oh, hujan yah ” dengan santai dia berkata.


Ombak pun datang menghampiri kapal kecil miliknya, sedangkan dia hanya berpegangan dengan kencang pada sisi-sisi kapal kecilnya.


Byurrr


Kapal kecil tersebut masih kuat bertahan menghadapi ombak akan tetapi. Dia telah menghilang dari kapalnya, dia telah terlahap oleh ombak raksasa.


Dimanakah dia? Kini dia sedang berada di dalam lautan. Beberapa saat dia menahan nafasnya, dan kemudian dia tak mampu menahannya maka, masuklah air kedalam tubuhnya. Apakah dia akan selamat?

__ADS_1


Tuhan yang maha hidup masih memberikannya kesempatan untuk bisa mengenalNya di dunia yang fana. Maka, tak kala dia tak dapat bernafas serta hilangnya kesadaran. Tuhan mengutus ikan besar untuk melahapnya dan dikirim ke sebuah tempat yang mana dia akan mulai mengetahui apa yang harus dia cari.


Dan sampailah dia di suatu pantai yang kecil, ketika dia tedampar di sana. Ditemukannya dengan seseorang pria paruh baya dengan celana selutut dari pusar, dan baju yang terkoyak.


__ADS_2