
Akupun menutup mataku selagi bisa dengan harapan tidak terjadi apa-apa dan...
Duarr!!!
Eh, apakah itu? Terdengar suara benturan keras masuk kedalam telingaku, aku selamat. Kubukakan mataku dan kulihat di depanku muncul seorang misterius berambut pendek menggunakan jubah dan topeng yang menutupi setengah kepalanya.
Diapun memalingkan wajahnya kebelakang menghadap ku. Dan kulihat pula bahwa truk itu hancur dan membuat macet jalan raya.
Dengan tatapan tajamnya, aku sedikit kagum atasnya. Setelah itu, dia pergi dari pandangan dengan berjalan perlahan lalu menghilang dilenyapkan oleh masa.
“Kemana orang itu pergi? Siapakah dia?” aku bergumam.
Suara bising yang mulai riuh dari klakson dan juga orang-orang. Mereka bertanya dengan pertanyaan yang hampir sama yaitu "mengapa?"
Akupun kembali berdiri dan melihat-lihat disekitar yang kini, sudah hampir hancur akibat dari kerusakan yang tadi.
Saat kupandang kembali ke tempat, tak disengaja aku menemukan sesuatu seperti... Apa ini?
Aku tidak tahu benda apa yang kutemukan di atas jalanan ini, kuambil benda tersebut dan kucoba tekan dengan jempolku karena terdapat tombol biru yang membuatku penasaran.
Ten!
Tombol tersebut itupun berbunyi, kutahan dan kulepaskan hingga.... Tidak terjadi apa-apa, Fiuh, mengagetkan saja. Aku kira aku akan dikirim ke dunia lain kaya asupan-asupan yang pernah kunikmati.
Karena di sini begitu cukup ramai dan sudah mengundang banyak orang, aku memutuskan untuk kembali pulang. Akupun melempar benda aneh tersebut ke sembarangan tempat.
__ADS_1
Saat diriku membalikan badan, dan kemudian melemparkan benda aneh tersebut dan kudengar di telinga kananku itu Tukk.
Lalu berjalan pulang sambil menutup mata, aku mulai mersakan sebuah keganjilan.
Tampa kusadari, aku terus berjalan lurus menutup mata sambil bernyanyi di dalam batin. Hingga langkahku terhentikan disebabkan oleh suasana yang kurasakan...
Dingin tapi, meyegarkan membuat diriku membuka mata dan...
Di mana aku? Batinku berkata.
“Selamat datang di organisasi AE, silahkan bersiap-siap untuk penguji cobaan”
Terdengar suara yang menggema seperti speker di ruangan ini, kulihat dan kurasakan ini adalah sesuatu yang real. Ruangan yang entah di mana ini, sangatlah terang dan juga berwarna putih.
Aku mendengar suara speker itu lagi. Apa yang sebenarnya terjadi? Pikirku yang mulai kebingungan.
“Tiga!”
Akupun bersiap siaga tampa alasan yang jelas, hanya saja. Mengikuti alur semoga bisa tahu nantinya.
“Dua!”
“........”
“Satu!”
__ADS_1
“Zero!”
Sampailah di hitungan ke–nol dan sampai sekarang aku belum merasakan hal-hal yang... Jass
Tiba-tiba saja, aku dikejutkan dengan pintu yang terbuka lebar di mana tempat diriku berpijak.
“Gyaaaaaa!!!” Aku berteriak karena jatuh dan kini aku serasa mengambang di atas udara.
Tak henti ku berteriak sampailah aku melihat sesuatu di bawah.
Bukk!
Wajahku terhempas ke dalam sesuatu yang empuk. Aku tidak tahu apa dan di mana aku sekarang.
Setelahnya, akupun bangun mengangkat wajahku dan kemudian terduduk diam menyapu ruangan dengan mata.
Kulihat ke atas langit muncul sesuatu yang terbang seperti serangga, dia datang perlahan ke arahku.
“Apakah ini?” Sejenak aku bergumam seperti halnya orang lugu.
“Inisial J, Kemampuan adalah... Physycogenecis”
Kulihat benda itu seperti lalat besi segegenggaman tangan dewasa, dia berujar kepadaku dan pergi ke atas langit lagi.
“Tunggu, tadi... Apa yang baru saja ia katakan?” Ucapku yang mulai berfikir.
__ADS_1