Bukanlah Apa-apa

Bukanlah Apa-apa
# Bagian–16 : Mengenaskan


__ADS_3

Suasana menjadi hening sejenak lalu dipecahkannya oleh satu kata “Karena...” Ucap JikDap yang membuat penasaran.


“Karena.....”


“Karena apa woy, bikin K–po tau” ucap Dragon yang mulai geram.


“Karena saya gak tahu juga apa alasannya, jadi. Mohon maaf karena kamu tengah sekarat maka kamu tidak dapat berbicara”


“Cecunguk sialan ini....” Dia kini benar-benar kesal tapi,... “Eh apa tadi N–te bilang?” Seketika Dragon langsung terkejut, dia bergeming sejenak “Apa yang telah terjadi”


85%))))))))))))) \=\=\=\= (((((((((((50%


JikDap Dragon FI


“Bagai mana bisa...?” Ucap Dragon yang kini dilanda kebingungan.


JikDap pun berjalan secara perlahan menuju dimana dia berdiri “Kau tahu kenapa aku bisa menguras darah mu?”


“Kenapa...?”


“Sesungguhnya, aku mendapatkan kekuatan aneh yang luar biasa dan namanya adalah....,”


Dragon menelan ludah “The Power ketika Ngutang!”


“A, Apa?!”


“Jadi, ceritanya begini”


Dahulu kala hiduplah seorang kesatria tampan yang gagah lagi berani sedang kelaparan ketika melawan Naga berkepala dua.


Saat dia menyerang, tiba-tiba muncul warteg dadakan yang dipromosikan oleh Mbak penyihir.


“Mbak, Nasi uduknya satu piring teras.... Bala-balanya *hiji” ucap si kesatria.


*


satu

__ADS_1


*


“Lalu...” Dipotonglah cerita JikDap oleh si Dragon.


“Gw udah liat tadi lu kenapa-dan mengapa. Gw nanya same lu nape lu bisa nguras darah gw?!” sahutnya geram.


“Sabar apa, kan masih belum selesai. Ini juga ada hubungannya kelez”


“Banyak ngebacot lu!”


Dummmmm


“Baik tunggu iklan yang satu ini” ujar JikDap yang memberi senyum ke layar hampa.


Seketika saja, dia menghantamkan ekornya tepat di hadapan JikDap, namun. Dia berhasil memghindar dengan sangat gesitnya.


Fushhhhh


Tampa berlama-lama, sang Naga langsung menghembuskan nafas api–es yang dikeluarkan dari ke–2 mulutnya.


65% \=\=\= 50%


JikDap Dragon FI


Dia pun terkena serangan dari hembusan nafasnya membuat dia kehilangan cukup banyak darah.


“Muahahaha, rasakanlah” ucap Dragon yang kian makin arogan.


“Cih” decak JikDap “Hei, memangnya kau mau tahu mengapa kau bisa mudah terkena seranganku?”


“Tidak perlu, karena aku sudah tahu jawabannya”


Sudah tahu....? Batin JikDap “Memangnya apa?”


“Kamu pasti bakalan bilang bahwa kami ini adalah kembar-kembar nakal kan? Yang suka ngintipin betina-betina yang lagi mandi begitu?” ucapnya dengan nada sedikit malu.


“Eh....? So–tau kamu! Yah, mana mungkin aku menjawab begitu...” Ucapnya yang terlekat sejenak “Apa...?!” Lalu terkejut karena kelalaian dirinya, mengingatNya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, JikDap terkurung di dalam kegelapan. Dia mulai kebingungan!


“Aku akan memberi tahunya mengapa engkau bisa menyerang dengan cara yang licik, maka aku pula menggunakan kepintaranku” ucap Dragon menggema di dalam kurungan tersebut.


“Di, dimana ini?” ucap JikDap yang mulai membaca tempat. Ah, begitu rupanya. Ternyata aku meremehkan dirinya


“Pertama, ketika kamu sudah selesai memesan makanan. Engkau langsung berlari tampa tujuan dan mempermainkan diriku. Sakit tahu rasanya diPHP–in...”


“Eh,...?!”


“Dan ketika engkau ada di kepala kananku” sambungnya “Akupun sadar bahwa engkau menggunakan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh siapapun”


“Dari mana dia tahu...?!”


“Maka dari itu engkau menjawab tidak tahu kan, dan yang ke–2 adalah,....”


JikDap mulai menelan ludah, sedikit panik terasa bahwa dirinya merasakan sesuatu yang mengalir di keningnya.


“Mati!”


JikDap kini tidak bisa berbuat apa-apa, dia tengah disekap di dalam ruangan gelap Dragon FI.


“Tunggu, kenapa ini?! Uwaaaa”


Dia pun tertusuk oleh sesuatu benda panas yang tajam berbentuk kerucut. Kini, JikDap benar-benar nyawanya terancam.


“Hah, percuma saja bila engkau menggeliat. Semakin engkau "ingin" melepaskan diri maka, semakin sulit engkau lepas”


Di dalamnya, ia hanya bisa pasrah tak mampu berfikir lagi. Dalam pikirannya terngiang


Saha, abdi? Saha abdi?


*


Siapa aku?


*

__ADS_1


__ADS_2