
“Ini” ujar Jika Hadap sambil mengulurkan buku tersebut.
Dan pada saat buku itu ingin diambil oleh Kerberos itu dengan sesuatu tampa disentuh, Jika Hadap sadar bahwa di mempunyai tangan semu yang tak dapat dilihat oleh mata kepala orang biasa. Tangan semu miliknya mulai meraihnya tetapi, Jika Hadap langsung melemparkannya kebelakang.
“Apa? Apa yang kau lakukan?!” Kerberos tersebut langsung terkejut, dia bergeming sementara dan berusaha meraih buku aneh itu. Sayangnya,...
Slashhh
Buku tersebut dirobek oleh Jika Hadap menggunakan tangan kanannya yang dibuka rapat-rapat, dia tersenyum sinis sambil mengelak berputar kebelakang.
“Mengapa kau menghancurkannya?” tanya Kerberos.
Jika Hadap langsung mendarat dengan sempurna dalam keadaan jongkok lalu berkata “Kan, aku sudah bilang. Jika aku tak membutuhkannya, masa gak nyimak perkataanku sih...”
“Dasar cecunguk sialan! Berani-beraninya engkau merusak buku tersebut! Padahal itu sangat berharga bagiku!” ucap Kerberos dengan nada yang meninggi “Karena kau telah berbuat begini, maka aku akan berbuat begitu!”
“Apa...? Begini dan Begitu?! Coba saja kalau bisa”
“HAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH”
Seketika tempat itu mulai berguncang dengan sangat kuat! Lava panas meletup-letup dan udara pun menjadi semakin panas.
“Ho, ho, ho. Kamu ternyata gak bisa santai yah” ucap Jika seraya membaca situasi.
__ADS_1
“DIAM KAU!”
Kerberos tersebut langsung mengeluarkan sayapnya yang terlihat seperti sayap kelelawar hitam raksasa.
“Kau harus mati!!!”
Kemudian dia terbang dan menjauh dari pandangan Jika Hadap.
“Cih, cuma segitu saja ya”
Saat Jika Hadap memandang ke atas langit, tiba-tiba saja dia melihat sinar merah yang kian datang cepat membesar dan langsung menghantam tempat dia berpijak.
Duammmmm
Kerberos tersebut memandang jauh dari atas awan, dia memeriksa dengan seksama apakah lawannya telah mati.
Kerberos terkejut saat melihat Jika Hadap masih berdiri tegak tampa adanya luka sedikitpun, dia hanya menghalangi kepalanya dengan lengan kirinya.
“He, hehe.” Jika Hadap hanya tersenyum sinis dan memalingkan wajahnya kepada Kerberos dengan sangat serius.
“Cecunguk yang menarik” ujar Kerberos sambil tersenyum “ Hai bocah! Aku rasa engkau bukanlah manusia biasa, siapa engkau?”
“Aku...?! Aku tidaklah tahu siapa diriku, dan aku juga tidak tahu mengapa aku bisa berbuat seperti ini. Bila engkau tahu, aku hanyalah manusia biasa yang tak bisa berbuat apa-apa” balas Jika Hadap dengan serius.
__ADS_1
“Kalau begitu, bisakah engkau menghibur diriku? Sudah lama aku tidak bersenang senang kecuali dengan orang-orang yang merasa dirinya sok kuat dan merasa bisa”
“Aku sudah bilang, aku tak bisa berbuat apa-apa, jadi aku tidak ingin menghibur dirimu”
“Tapi, aku memaksa”
Tampa panjang kata kemudian, Kerberos langsung meluncur jatuh menuju tempat dimana Jika Hadap berdiam. Bagai misil bertenaga cepat, Kerberos langsung menghantam tempatnya berdiri.
“Lemah” gumam Jika Hadap.
“Apa...?!”
Namun, hantaman yang diberikan oleh Kerberos tidaklah mempan terhadap Jika Hadap, dia menahannya dengan satu tangan saja. Membuat tempatnya hancur lebur, mengejutkan Kerberos yang sedang menghancurkan Jika dengan sekuat tenaga.
“Mati...”
Saat Jika Hadap mengucapkan kalimat tersebut, Kerberos langsung terkejut amat sangat. Dia langsung hancur perlahan namun cepat dan menghilang dari hadapan Jika Hadap.
Kerberos tersebut sempat berteriak histeris mengerikan, dan...
Kemudian setelanya, ruangan berubah kembali menjadi sesuatu yang asri. Jika Hadap langsung terkejut dan tersadarkan lagi, dia bertanya “Di, dimana ini? Apa yang telah terjadi sebelumnya? Aku rasa aku bermimpi bertarung melawan makhluk aneh”
Di dalam kebingungan yang dialaminya, Jika Hadap dipanggil oleh seorang wanita yang familiar baginya.
__ADS_1
“Anu, siapakah Anda?”
“Kak, Puspita...”