
“ Dia...? seiringnya waktu kamu akan tahu siapa Dia ”
Pemuda itu serius memperhatikannya, “ Yang terbaik adalah, sekarang adalah masalah yang di dalam dirimu ” sambung pria tua.
“ Memang apa yang ada di dalam diriku? ”
“ Nafsumu sobat ”
“ Nafsu...? Tapi, bukankah itu prihal yang wajar? ”
“ Apa yang kau maksud prihal wajar? Dengar nak, sampai sekarang aku masih belum menaklukan naga yang buas itu. Pun bila engkau bisa, apakah engkau bisa menaklukan yang satu ini? ”
“ Maksud Anda? ”
“ Ayo! kita berdiri, ngumpung ini adalah timing yang pas buat melakukan "itu" ”
“....?! ”
Pak tua itu mengajak si pemuda untuk berdiri dan kemudian menuntunnya ke sebuah tempat yang lebih gelap di dalam gua itu.
Terdengarlah suara kobaran api yang dinyalakan oleh Pak tua.
“ Ayo, kita lanjutkan perjalanan ini ” ujarnya sambil memalingkan wajahnya kepada si pemuda.
Keduanya pun berjalan semakin dalam “ hati-hati, nanti kamu bisa jatuh ”
“ Baik! ”
Kretek
“ Wahhh! ” Sang pemuda tergelincir jatuh, akan tetapi dia terselamatkan olehnya.
“ Kamu ini, aku sudah bilang berhati-hati ”
Dia mengulurkan dan memegang tangannya dengan kuat, kemudian dinaikan kembali ke tempat lalu melanjutkan perjalanan keduanya.
Dalam perjalanan tidak ada sepatah katapun yang terucap, hingga sang pemuda mulai bertanya “ Ap... ” namun terpotong oleh tanda dari tangan si Pak tua.
“ Kita sudah sampai “
Terlihat suatu gua lagi yang sangat besar menjulang tinggi dan lebih gelap dari pada yang sebelumnya.
“ Nak, sekarang. Kau masuk kedalam, dan aku akan memperhatikan dirimu dari sini ” ujar Pak tua.
“ Tapi, aku rasa... Ini lebih gelap dari pada sebelumnya ”
“ Kau ingin tahu atau tidak...?! ”
Pak tua itu menyodorkan obor yang tengah dipegang olehnya kepada si pemuda.
“ Baiklah ”
Dengan sedikit keraguan dia mengambil obor tersebut kemudian berpaling darinya dan mulai memasuki gua yang amat gelap itu.
Dirasakan olehnya adalah rasa takut yang mencekam membuat tubuhnya bergetaran hingga...
“ Maafkan aku yah ”
“ Eh... ?! ”
Pak tua itu menghampirinya dan langsung menendang-nya dari belakang dengan cukup kuat.
__ADS_1
“ aaaAAAAKKK ”
Si pemuda berteriak karena ketakutan, ia terjun dari ketinggian masuk kedalam jurang gua yang sangat amat gelap.
Sampailah dia berhenti melihat sebuah cahaya yang kian membesar membuat dia mulai merasakan ketenangan dalam jiwa.
Apakah itu...? Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa
Maka masuklah ia kedalamnya dan untuk beberapa saat, dia tidak sadarkan diri karena tenggelamnya dia di dalam lautan cahaya.
____
Di sebuah ruang yang sangat terang-benerang, suatu taman yang dipenuhi oleh berbagai bunga-bunga yang indah juga. Aroma wangi yang menggairahkan, banyak pula seranga-seranga yang menghsilkan cahaya.
Lebih tepatnya dari paparan yang telah dijelaskan bahwa, seorang pemuda kini tengah disalib. Dia masih belum sadarkan diri di tempat tenang lagi sunyi dan terlihat indah di mata para manusia.
“ Di, di mana ini? ”
Matanya mulai membuka lebar dan dia mulai melihat ruangan tersebut.
“ Indahnya tempat ini ”
Dia terpesona akan tempat tersebut, dirinya tak bisa melakukan apapun karena tempat yang tak lain adalah "tipu daya dunia"
Dia sedang diikat oleh sesuatu yang dia sendiri tak sadari. Datanglah seorang perempuan berkulit putih lagi bersih disertai pakaian putih pula dan sedikit trasnparan yang mana suatu baju panjang sampai mata kaki hanya sebelah saja menutupi kakinya.
Rambut hitamnya tergerai panjang sampai punggungnya, dia berjalan dengan sangat anggun menuju pemuda yang sedang disalib itu.
“ Cantiknya ” gumam si pemuda.
Ketika perempuan itu sudah sampai dihadapanya, dengan tatapan menggoda dia mendesahkan suara ke telinganya.
“ Kamu, tampan deh. Aku pengen melakukan percobaan pada mu ”
“ Kita main yuk! ”
Perempuan itu memegang kedua pipinya sambil berujar dengan halus lagi manja.
“ Sebebtar yak, aku ingin mempersiapkan sesuatu ♥ ”
Dia pun pergi hingga tak terlihat sehelai pun rambutnya.
Dalam ketidak sadarannya, bahwa ada dia yang lain yang sedang berusaha melawan dirinya.
“ Bangun! Ayo bangun! Bangun! ”
Di dalam alam bawah sadarnya, dia pun terbangun oleh suara dirinya yang lain.
“ Si,... Eh!? Dimanakah ini? ”
“ Akhirnya kamu sudah bangun ”
“ Siapa yang sedang berbicara? ”
Pertanyaannya dijawab oleh dirinya yang lain, hingga muncul-lah orang yang persis dengan dirinya dihadapannya.
“ Hupla! Halo, ini adalah aku. Yaitu kamu ”
Dengan tiba-tiba dia muncul.
“ Kamu... Itu aku? ”
__ADS_1
“ Iya, tapi yang sebenarnya aku ini adalah masih menjadi hijab antara kamu dan Tuhan–Mu ”
“ Hijab...?! ”
“ Ah iya, ngomongin tentang hijab. Dia merupakan penghalang yang sangat merepotkan, yah kalo dalam istilah para Saliqqin itu adalah penghalang antara dirimu dan Tuhan–Mu ”
“ Baik, aku mengerti apa maksudmu. Dan... Sebenarnya, dimana kita sekarang? ”
“ Kita sekarang berada di bawah alam sadarmu, beruntung engkau dapat melihat dirimu yang lain meskipun bukanlah dirimu yang sejati ”
“ Maksud dari diri yang sejati itu apa? ”
“ Dirimu yang sejati adalah dirimu yang sesungguhnya, yang mana bila engkau kenali ia maka engkau pasti akan mengenal Tuhan ”
“ Dan ketahuilah, jikalau dia itu dekat dan sangat dekat. Dia itu sulit dicari dan membutuhkan banyak pengorbanan yang pasti ” sambungnya.
“ Lalu, untuk apa engkau ada disini?! ”
“ Wah, iya yah. Hampir saja aku lupa, nah sekarang. Sudah saatnya kamu bangun ”
“ Ba, bangun?! ”
“ Iya, ayo cepat buka matamu dan bangunlah selamatkan keperjakaanmu ”
“ Ke, keperjakaanku?! ”
“ Sudah tidak ada waktu! Tutuplah matamu dan bangun! ”
Akhirnya, si pemuda tersadarkan dari halusinasinya. Maka dia sadar walaupun masih melihat indah tempat tersebut “ Ini.... Begitu indah, tetapi... ”
Dia memejamkan matanya dan berteriak “ Bukanlah ini yang aku cari! ”
Cassh
Dari teriakannya timbul-lah suara pecahan seperti kaca yang membuat ruangan indah itu menjadi retak yang kini berubah menjadi ruangan gelap dengan cahaya biru yang cukup terang.
“ Lalu, bagaimana aku bisa lepas dari ini?! ”
Dirinya berfikir mencoba melepaskan diri dari penyaliban yang sedang dia alami.
Namun, dia habis pikir untuk menyelesaikan teka-teki tersebut tuk lepas dari padanya hingga...
Perempuan tersebut datang membawa keranjang yang di dalamnya terdapat empat pisau, tidak. Maksudku, empat belati tajam.
“ Siapa dia? ” gumam si pemuda.
Semakin dekat si perempuan hingga sampailah dia dihadapannya.
“ Akhirnya kamu sudah bangun ”
Perempuan itu tersenyum dan menatap tajam sambil menyapu sebagian bibirnya dengan lidahnya.
“ Sayang... mari kita bermain yuk! Soalnya, belakangan ini... Aku kesepian dan gak ada orang yang menemaniku ”
ujarnya sambil memainkan rambut hitamnya.
“ Siapakah perempuan yang bebicara ini? ”
Walaupun sebelumnya dia tepesona melihatnya, kini dia bukanlah lagi apa-apa baginya. Karena sebelumnya sudah kuceritakan bahwa dia belum merasakan yang namanya cinta.
“ Kalo begitu, aku mulai dari mana. Kamu maunya dari mana? ”
__ADS_1
Si pemuda hanya terdiam dan merasa bingung tentangnya “ Apa yang dia maksud?! ” gumamnya.