Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 22


__ADS_3

Marco, Alby dan juga Catty makan dan minum Bir berasama malam itu diatap rumah Alby.


"Astaga kenapa dia berubah, barusan dia merajuk tapi setelah melihat daging dia berubah." Kata Alby pada Catty yang sibuk makan daging.


"Lo ga salah Al manggil dia aneh, emang Catty sedikit aneh ko." Sambung Marco yang duduk di samping Catty.


Catty benar-benar lahap makan sosis dan daging panggang buatan Alby hingga Catty tak memperhatikan rambutnya yang mengenai daging di piringnya.


"Catty ikat rambutmu, lihat semua daging itu tersentuh oleh rambutmu!" Kata Marco sembari menatap Catty yang sibuk makan.


"Tapi aku tak punya ikat rambut." jawab Catty dengan mulut yang penuh dengan daging.


Lalu tiba-tiba Marco berdiri di belakang Catty dan mengepang rambut Catty yang panjang.


"Oh! Apa yang kamu lakukan?"


"Diamlah aku akan mengepang rambutmu."


"Kamu sangat peduli padaku ya Marco, terima kasih."


"Aku peduli pada daging-daging itu, aku tak ingin melihat sehelai rambutmu diatas dagingnya."


Alby yang sibuk makan daging dan minum Bir hanya tersenyum melihat tingkah Marco yang mencoba mengepang rambut Catty.


Mereka bertiga benar-benar menghabiskan semua daging dan sosis panggangnya. Alby menghabiskan satu botol Bir berbeda dengan Marco dia hanya meminum satu botol Bir sedangkan Catty dia meminum 3 botol Bir, Sehingga Catty benar-benar merasa mabuk.


"Ya ampun wanita ini ternyata sangat kuat minum Marco, lebih baik kamu membawanya turun ke bawah disana ada kamar biarkan dia tidur, diatap sangat dingin."


Marco menggendong Catty yang mabuk turun ke bawah menuju kamar tamu Alby.


Ketika Marco menidurkannya di kamar tamu Alby, tiba-tiba Catty terbangun dari tidurnya.


Niko... Aku merindukanmu adikku...


Catty terus bergumam menyebut nama adiknya yang sudah meninggal dunia.


Marco diam dan terus memperhatikan Catty yang sedari tadi bergumam memanggil nama Niko.


Niko... Kakak berjanji akan membalas semua perbuatan Bibi Meeza dan yang lainnya.


Marco curiga sesuatu telah terjadi pada Catty, karena Catty mengatakan akan balas dendam pada Bibi Meeza dan yang lainnya.


Marco terus menatap wajah Catty yang tertidur, bahkan Marco tanpa sengaja memegang tangan Catty.


"Kenapa tangamu dingin sekali Catty?"


Ketika Marco tanpa sengaja memegang tangan Catty, tiba-tiba Catty menarik tangan Marco dan tanpa sengaja Marco terjatuh diatas tubuh Catty. Bahkan hampir berciuman.


Catty yang menariknya bahkan terkejut karena tubuh Marco yang berisi membuat Catty terasa berat menopangnya.

__ADS_1


"Marco! Kenapa kamu tidur di atasku kamu sangat berat!" teriak Catty yang terbangun dari tidurnya.


Marco pun dengan cepat menjauhkan dirinya dari Catty.


"Jelas-jelas kamu yang menarikku! Kenapa kamu yang marah!"


"Kamu ga boleh suka sama aku Marco!"


Tiba-tiba Catty berbicara hal yang aneh dan mengejutkan Marco.


"Hah! Apa maksudmu, kamu itu bukan tipeku kamu wanita aneh, bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu!"


Marco tiba-tiba pergi berlari kembali ke atap untuk menemui Alby.


Lalu Catty tertidur kembali karena mabuk, walaupun hanya habis 3 botol Bir.


****


"Mar lo kenapa buru-buru gitu? Emang di rumah gue ada hantu apa?"


"Buru-buru? Buru-buru kenapa Al, gue biasa aja tuh, cuman perasaan lo aja kali."


"Lo abis ngapain sama Catty Mar, Jangan bilang lo abis ciuman sama dia."


"Cukup Al itu ga lucu."


Marco dan Alby benar-benar tak tidur malam ini, mereka asik berbicara satu sama lain. Menceritakan apapun yang ingin mereka ceritakaan.


"Mar lo tau sebenernya gue punya perasaan sama Hana."


"Apa, Hana! Hana atau Anna?"


"Hana Mar, sahabat lo! Mana mungkin Anna suka sama gue Mar, diakan model pasti dia suka cowo yang high-quality."


"Lo beneran suka sama Hana?"


"Iyalah masa gue boong sama lo, tapi gue bingung harus mulai darimana. Tapi Hana jomblokan Mar dan dia juga ga suka kan sama Lo, takutnya Hana suka sama lo lagi, soalnya lo kan udah temenan sama dia lama."


"Kalo boleh jujur, gue ga punya perasaan sama Hana, gue punya perasaan sama Hana itu cukup sebagai temen deket doang ko Al. Tapi hari ini di marah sama gue."


"Lo apain dia Mar lo bikin kesal dia?"


"Serius Al gue juga ngga ngerti tiba-tiba dia bad mood sama gue. Terus dia bilang pikirin apa kesalahan gue sama dia. Setelah gue pikir-pikir tetap ga kepikiran apa salah gue sama dia."


"Sialan lo Mar gue pikir lo langsung kepikiran ternyata lo ga tau sama sekali kesalahan lo sama Hana."


"Gue ga bercanda Al, tapi Catty bilang dia cemburu sama gue."


"Apa Hana suka sama lo Al, dan dia cemburu liat lo sama Catty."

__ADS_1


"Tapi serius Al,  gue ga punya perasaan sama Hana, lo deketin dia sana, buat dia jatuh cinta sama lo Al."


Setelah mengobrol bersama, Marco pamit pulang pada Alby.


"Al gue pulang dulu, gue juga harus anterin Catty ini udah terlalu larut."


"Oke Mar, sampe nanti. Gue mau disini dulu, jangan lupa tutup pintunya nanti."


"Iya."


Marco bergegas menuju kamar tamu dan mencoba membangunkan Catty, ketika Marco mendekatinya Catty terlihat tertidur dengan posisi Butterfly hug seperti yang pernah Marco lihat hari itu.


"Sampai kapan dia akan berhenti melakukan itu?" gumam Marco.


Marco tak mencoba membangunkannya, Marco malah mengangkat Catty dan membawanya ke dalam mobil.


Marco menidurkan Catty di kursi belakang dengan posisi tertidur.


Marco membawa Catty pulang karena malam sudah sangat larut, di jalan pun amat sepi tak ada kendaraan berlalu lalang.


Saat Marco akan masuk menuju satu arah jalan pulang menuju perumahan tempatnya tinggal. Tiba-tiba dua mobil berwarna hitam menghadangnya. Seketika Marco pun menghentikan mobilnya.


"Akan ada apa lagi ini, kenapa orang-orang terus menggangguku!" gumam Marco kesal.


Sebelum Marco keluar dari mobilnya, 4 orang pria keluar dari dua mobil berwarna hitam itu dan menghampiri mobil Marco.


Marco dengan berani keluar dari mobilnya.


Empat orang pria berpakaian hitam dan berpenampilan layaknya seorang pengawal menghampiri Marco dengan tatapan tajam.


"Apa anda Marco?!" tanya salah satu dari ke empat pria itu.


"Ya, saya Marco ada apa?" 


Ketika Marco melihat lebih dekat kearah keempat pria itu, Marco tersadar diantara salah satunya ada pria yang sejak pagi sudah mengawal Catty. Marco tersadar jika mereka pasti mencari Catty.


"Ada apa? Kenapa kalian menghadang jalanku?"


"Boleh kami periksa sebentar mobilnya?"


"Tidak! Mobiliku privasiku, orang lain tak berhak melihat apa isi mobilku."


Tiba-tiba Catty keluar dari mobil Marco dengan wajah bantalnya.


"Hei kalian jangan mengganggu Marco, aku sudah selesai bermain jika kalian akan membawaku, kemari dan tangkap aku bawa aku kembali ke rumah Neraka itu."


...Bantu like komen dan vote ya...


...Terima kasih.❄...

__ADS_1


__ADS_2