Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 30


__ADS_3

Marco dengan cepat masuk ke mobilnya bersama dengan Catty menjauh dari Mall itu, Marco membawa mobilnya dengan raut wajah yang tampak ketakutan.


Catty yang ada disamping Marco merasa aneh dengan sikap Marco yang tiba-tiba berubah seperti itu.


"Marco... Ada apa?"


"Marco... Kenapa kamu diam saja saat aku bertanya?"


Catty terus melontarkan pertanyaa pada Marco hingga membuat Marco semakin terdesak dalam suasana ketakutannya.


Crittt!!!!


Marco tiba-tiba menghentikan mobilnya ditepi jalan dekat sebuah pohon besar.


"Bisakah kamu berhenti bertanya Catty..." ucap Marco sembari menatap tajam Catty namun dengan suara lembut.


Seketika Catty merasa tak enak pada Marco, Catty akhirnya menundukan pandangannya dan terdiam.


"Kamu banyak bertanya, lebih baik tutup saja mulutmu itu Catty!"


Catty lebih terkejut lagi karena Marco tiba-tiba Marah. Catty yang tadinya menundukan pandanganya dari Marco, Kini menatap Marco dengan mata yang berkaca-kaca.


Catty tiba-tiba meneteskan air matanya. Padahal sebelumnya ketika Marco marah padanya Catty tak pernah menangis. Tapi sekarang Catty tiba-tiba menangis.


Marco yang tadinya marah-marah kepada Catty tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba tersadar jika ucapannya menyakiti Catty.


"...C-Catty aku minta maaf, aku benar-benar terbawa emosi. Maaf aku melampiaskannya kepadamu..."


Marco langsung minta maaf pada Catty setelah dirinya melampiaskan kemarahanya pada Catty.


"Marco... Katakan padaku apa yang terjadi?"


"A-aku... Aku bertemu dengan ibuku. Aku melihat kalung itu..."


Tiba-tiba suasana menjadi serius, Catty duduk menghadap Marco, lalu memegang tangan Marco yang terus mengepal dan dingin itu.


"Ibumu... Memangnya ada apa dengan kalian?"


"Sejak kecil aku tinggal di panti asuhan, kedua orang tuaku tak sengaja meninggalkanku di bandara, aku tertinggal dibandara saat aku kecil. Dan sampai sekarang aku belum pernah bertemu dengan mereka. Tapi hari ini tanpa sengaja aku bertemu dengan ibuku sendiri selama bertahun-tahun."


"Bagaimana bisa kamu tahu itu ibumu Marco?"

__ADS_1


"Sebelumnya aku diberitahu oleh ibu panti jika aku mungkin anak dari keluarga Matteo, aku melihat foto keluarga Matteo dan tak sengaja aku melihat istri dari Matteo itu, menggunakan sebuah kalung yang sama denganku. Dan tadi aku bertemu dengannya, lihat ini kalung yang aku gunakan sekarang bandulnya sama dengan wanita tadi yang tak sengaja aku temui. Dan entah kenapa aku merasa dia ibuku."


Setelah mendengar penjelasan Marco, Catty tersadar dan tahu jika Marco juga mengalami kisah hidup yang menyedihkan.


Catty tiba-tiba mendekati Marco dan memeluknya dengan erat.


"Marco... Sekarang jika kamu merasa sedih atau marah lakukan apapun yang kamu mau padaku. Lampiaskan semuanya padaku, aku akan selalu menerimanya."


Ucapan Catty membuat Marco merasa jika dirinya tersadar, jika ia selalu melampiaskan kemarahannya pada Catty.


Marco akhrinya memeluk kembali Catty dengan eratnya.


"Maafkan aku Catty... Kamu sudah banyak menderita, sekarang aku malah melakukan banyak hal yang menyedihkan padamu." bisik Marco di dekat telinga Catty.


****


Saat perjalanan pulang setelah Marco dan Catty menghabiskan banyak waktu diluar, tanpa sengaja saat mereka tiba di rumah, terlihat Bibi Meeza, suaminya dan juga Yuri tengah berada di depan rumahnya. Hal itu mengejutkan Catty dan Marco.


"Mm-Marco... Bagaimana ini?" ucap Catty ketakutan.


"Aku tak ingin kembali pada mereka, aku ingin bersamamu Marco."


Catty akhirnya bersembunyi di kursi paling belakang mobil Marco.


Saat Marco tiba di depan rumah lalu memarkirkan mobilnya di garasi. Tiba-tiba Bibi Meeza, suaminya dan juga Yuri menghampirinya. Dengan cepat Marco pun keluar dari mobil.


"Marco! Apa kamu yang melakukan itu?" tanya Bibi Meeza dengan wajah garangnya.


"Oh, apa ini, ada apa? Kenapa kalian tiba-tiba mengintimidasiku dengan tatapan kalian itu?"


tanya Marco dengan wajah kebingungan. Walau Marco tahu pasti mereka menanyakan dimana Catty berada.


"Jangan berpura-pura deh kamu Marco, aku tahu kamu pasti yang masuk ke dalam rumah kami dan membawa Catty pergi!" Sambung Yuri.


"Apa maksud kalian? Selama beberapa hari ini aku tak pernah bertemu Catty, aku sibuk bekerja. Kenapa kalian menuduhku."


Dan tiba-tiba saja mereka bertiga menerobos masuk ke dalam rumah Marco, mereka tak curiga dengan mobil Marco bahkan mereka sama sekali tak mengecek isi dari mobil Marco.


"Hey! Kenapa kalian tidak punya sopan santun, masuk begitu saja ke dalam rumahku!" teriak Marco sembari berlari kecil mengikuti Bibi Meeza dan yang lainnya yang mencoba masuk ke dalam rumahnya.


Saat mereka didalam rumah Marco, mereka sama sekali tak menemukan Catty.

__ADS_1


"Ibu! Ayah! Kemari aku melihat sesuatu disini!" teriak Yuri di lantai atas kamar Marco.


Marco pun terkejut dan dengan cepat berlari naik ke lantai atas kamarnya untuk menghampiri Catty sebelum Bibi Meeza dan suaminya.


Marco menerobos masuk ke dalam kamar mandinya dan menghampiri Yuri.


"Apa yang kamu lakukan itu bukan milik Catty!" tandas Marco dengan tatapan tajam pada Yuri sembari merebut piyama Catty dari tangan Yuri.


"Jelas-jelas ini milik Catty! Piyama yang selalu dia pakai!" Yuri membalas.


Dan tak lama Bibi Meeza dan suaminya datang mendekati Marco dan Yuri.


"Ibu lihat! Ini piyama milik Catty, dan piyama ini ada disini! Aku yakin Catty ada disini!" Ucap Yuri dihadapan ibu dan ayahnya.


Bibi Meeza menarik Marco dengan tubuhnya yang besar itu keluar dari kamar mandi.


"Dengar, jangan main-main dengan saya! Sekarang beritahu saya dimana Catty!" tanya Bibi Meeza dengan garangnya.


"Saya sudah mengatakannya, Catty tak ada disini. Mungkin dia mampir ke rumah saya lalu pergi begitu saja. Anda juga tahukan, jika Catty selalu datang ke rumah ini jadi untuk apa saya berbohong."


Bibi Meeza tiba-tibe melepaskan tanganya dari kerah baju Marco.


Bibi Meeza menatap tajam Marco dengan tatapan yang sangat sinis.


"Saya lepaskan kamu hari ini. Tapi jika saya tahu kamu menyembunyikan Catty dari saya, jangan harap kamu akan bahagia!" Ancam Bibi Meeza pada Marco.


Bibi Meeza, suaminya dan juga Yuri pergi begitu saja setelah memperingati Marco.


Marco tetap santai, dan tak peduli dengan apa yang dikatakan Bibi Meeza padanya.


Setelah Bibi Meeza dan yang lainnya pergi kembali menuju rumahnya. Kini Marco kembali menuju mobilnya untuk memberitahu Catty jika Bibi Meeza sudah pergi.


"Catty... Ayo keluar dari mobil, dan jalan lewat pintu belakang aku yang akan bawakan semua barang-barang ini." Bisik Marco pada Catty yang masih bersembunyi di kursi belakang mobilnya.


Marco akhirnya berhasil menyembunyikan Catty dan membawanya ke dalam rumah melalui pintu belakang.


Mungkin Marco merasa aman dengan menyembunyikan Catty seperti itu, tapi nyatanya masalah besar mungkin akan segera datang padanya.


...Bantu like komen dan vote ya...


...Terima kasih.❄...

__ADS_1


__ADS_2