Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 23


__ADS_3

Catty...


Marco terkejut dengan semua ucapan Catty, lalu dua penjaga Catty itu pun mendekati Catty dan menariknya menjauh dari Marco.


Marco mencoba menarik Catty menjauh dari para pengawalnya namun Catty tersenyum pada Marco dan melarang Marco menolongnya.


"Marco... Pulanglah aku juga akan pulang. Mereka tak akan melakukan apapun padaku. Jika mereka melakukan hal aneh aku akan berlari padamu Marco. Aku berjanji."


Setelah Catty mengatakan itu semua pada Marco. Marco hanya bisa terdiam menatap mobil hitam yang membawa Catty pergi.


"Argh kenapa lo sedih Marco, rumah Catty kan di depan rumah lo sendiri lebay amat." kata Marco pada dirinya sendiri.


"Tapi... Meskipun Catty tinggal di depan rumahku tetap saja aku merasa cemas."


••••


Hari demi hari terus berlalu. Marco beberapa hari ini sama sekali tak bertemu Hana maupun Catty. Marco benar-benar sibuk hingga ia jarang pulang lagi ke rumahnya sendiri.


Saat Marco merasa Jenuh di studionya, Marco merasa ingin keluar dan mencari inspirasi. Namun Marco merasa ia ingin pergi hang out bersama teman-temannya. Tapi Marco sadar jika ia mengajak Alby pasti tidak akan bisa karena Alby sibuk bekerja.


"Jika Alby sibuk bekerja, haruskah aku mengajak Hana, Hana selalu ingin hangout bersamaku pasti dia senang. Tapi... Sepertinya dia masih marah padaku. Jika mereka berdua tak bisa aku ajak untuk hangout, haruskah aku mengajak Catty...?"


Tanpa pikir-pikir lagi, Marco berlari keluar dari studionya sembari membawa gitar yang selalu ia gunakan saat di studio.


Setelah berhari-hari Marco tak pulang ke rumah, akhirnya hari ini Marco benar-benar pulang. Hari ini masih pagi tepat pukul sembilan pagi Marco akhirnya tiba di rumahnya.


Namun keadaan di perumahaan tampak sepi karena cuacanya sedikit mendung, cuaca pagi itu benar-benar dingin karena gerimis terus-terusan sejak dini hari.


Marco langsung keluar dari mobilnya setelah tiba di rumah. Marco langsung menatap ke arah rumah Catty, dan tampaknya rumah Catty begitu sepi seperti tak ada penghuninya.


"Apa Catty ada di rumah? Semoga dia ada dirumah, jika ada aku akan membawanya hangout bersamaku." gumam Marco sembari mengedarkan pandanganya pada rumah Catty.


Marco pun dengan berani mendekati rumah Catty walau gerimis membasahinya.


Setelah Marco tiba di dekat rumah Catty, tiba-tiba Marco tersadar dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Tunggu... Kenapa aku mengajak Catty, kenapa aku tiba-tiba merasa sedekat itu dengan Catty, lebih baik aku pergi sendiri saja."


Ketika Marco berbalik badan dan mencoba kembali pulang. Tiba-tiba Marco mendengar suara Catty yang sedang berbicara dengan seseorang.


Tunggu aku rasa itu suara Catty...


Ketika Marco merasa cemas dengan suara Catty, Marco langsung teringat jika Catty dijaga oleh seorang penjaga laki-laki dan Marco takut sesuatu terjadi padanya.


Marco dengan sigap langsung naik ke atas pagar rumah Catty, karena pagar rumah Catty selalu di ikat oleh rantai.


Marco langsung berlari ke arah pintu depan rumah Catty dan beruntung rumah itu tak di kunci.


Suara Catty semakin terdengar dengan jelas ditelinga Marco. Suara Catty terdengar seperti orang yang tengah di sekap mulutnya.


Catty! Catty! Ini Marco Catty! Kamu dimana?


Marco terus mencari Catty di setiap sudut ruangan rumahnya. Bahkan Marco mencari ke lantai dua kamarnya tapi tetap saja Catty tak ada disana. Yang terdengar hanyalah suara Catty yang kurang jelas.


Setelah Marco bersusah payah mencari Catty, ternyata Catty ada di dalam kamar mandi kamar tamu. Ketika Marco membuka pintu kamar mandi, terlihat kaki dan tangan Catty di ikat oleh sebuah kain berwarna merah, mulutnya ditutup rapat oleh lakban hitam dan matanya di tutup oleh kain berwarna merah.


Catty!


Marco langsung berlari mendekati Catty. Pertama Marco membuka penutup mata yang berwarna merah itu dari mata Catty, lalu Marco membuka lakban dari mulut Catty dan terakhir Marco membuka kain yang mengikat tangan dan kaki Catty.


Dan dengan cepat Marco langsung memeluk Catty begitu erat. Entah apa yang merasuki Marco tiba-tiba dengan spontan memeluk erat Catty. Mungkinkah Marco sudah mulai punya rasa pada Catty?


"Mm-Marco... Kamu kemana Marco? Aku sangat membutuhkanmu berhari-hari." Ucap Catty dalam pelukan Marco dengan isak tangisnya.


"Catty... Sekarang kita keluar dari sini dulu, aku akan jelaskan nanti oke."


Marco langsung menggendong tubuh Catty yang basah. Karena Catty di kunci di kamar mandi dengan bathub yang basah karena mereka tak mematikan kran air dengan rapat. Sehingga terus menetes di atas bathub yang berisi Catty.


Marco menggendong Catty keluar dari rumah itu dan mendudukannya di teras rumah depan karena Marco tengah berusaha membuka gerbangnya yang dikunci rapat oleh rantai.


Dan tak sengaja Marco menemukan sebuah kapak di tepi kolam ikan yang berisi banyak belut listrik. Marco pun mengambilnya dan menghancurkan rantai yang di ikat di gerbang rumah Catty.

__ADS_1


Marco kembali mendekati Catty  dan mengaisnya lalu membawa Catty ke rumahnya.


Saat Marco akan membawa Catty ke rumahnya, tak sengaja Hana ada di depan rumahnya dan melihat Marco mengais Catty masuk ke dalam rumah Marco.


Hana langsung memberikan tatapan penuh kecemburuan saat melihat Marco mengais Catty dan membawanya ke dalam rumah.


Saat Marco sudah tiba di dalam rumahnya, Marco membawa Catty masuk ke dalam kamar tamu yang ada di lantai bawah dan menidurkannya disana karena Catty benar-benar tak bertenaga dan lemas.


"Catty, tunggu sebentar aku akan membawakanmu pakaian dan makanan oke."


Catty hanya menganggukan kepalanya sembari terbaring lemas diatas tempat tidur.


Marco naik ke kamarnya dan mengambil beberapa baju yang ia miliki agar bisa di pakai juga oleh Catty. Tak hanya itu Marco juga membawa susu kotak, sandwich dan handuk untuk Catty.


Marco kembali menghamipiri Catty lalu mendudukan Catty.


"Catty cepat ganti pakaian dulu, ini bajunya."


Kata Marco sembari memberikan baju pada Catty. Namun Catty tak mengambilnya, Catty malah menatap Marco.


"...Catty ada apa, untuk hari ini jangan berdebat lakukan apa yang aku suruh..."


Walau Marco sudah memaksanya Catty hanya terdiam menatap Marco.


"Tolong gantikan pakaianku, aku benar-benar lemas."


"Apa!"


"Jika tidak mau membantuku, tak apa aku akan mengganti pakaian nanti setelah makan, aku sangat lemas Marco jangan suruh aku mengganti pakaian."


Marco seketika terdiam, apa yang harus dirinya lakukan. Karena jika Catty tak segera mengganti pakaiannya yang basah pasti Catty akan sakit.


"Baiklah lakukan nanti setelah makan."


Marco tak ingin menggantikan pakaian Catty, karena Marco rasa itu hal yang tak sopan bagi dirinya.

__ADS_1


...Bantu like komen dan vote ya...


...Terima kasih.❄...


__ADS_2