
Setelah Marco dan Catty Berziarah ke makam adik dan kedua orang tua Catty, mereka pergi kembali ke mobil untuk pulang. Namun ketika mereka tiba dirumah, mereka berdua di kejutkan dengan sebuah mobil mewah yang terparkir di depan Rumah Marco.
"Marco itu mobil siapa?" tanya Catty pada Marco yang sama-sama bingung melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumahnya.
"Entahlah Catty, aku juga baru melihat mobil itu."
Setelah Marco dan Catty hampir dekat dengan rumah, barulah mereka tahu siapa pemilik mobil mewah itu.
"Ya ampun itu Ibuku." Ucap Marco sembari melepas sabuk pengaman dari tempat duduknya.
Catty dan Marco menghampiri Ibu Marco yang sedang berdiri di depan pintu rumah Marco. Ibu Marco berdiri seorang disana.
"Ibu..." Panggil Marco pelan sembari memeluknya.
"Astaga Ibu sangat merindukanmu Marco." balas sang ibu dengan pelukan erat pada Marco.
Catty hanya tersenyum melihat Marco bersama dengan ibu kandungnya.
"Oh ini siapa Marco? Sebelumnya ibu juga melihatnya di Amusement park bersamamu."
"Ini Catty bu, dia tinggal disini bersamaku."
Marco mengenalkan Catty pada ibunya dengan senyuman. Lalu ibu Marco memeluknya juga dengan hangat.
"Selamat siang tante, aku Catty teman Marco."
"Teman Marco, aku pikir kalian pacaran."
"Tidak. Kita hanya teman."
Ketika Catty mengatakan jika dirinya hanya berteman kepada ibu Marco, seketika raut wajah Marco jadi dingin dan menatap Catty dengan mata yang sedikit berapi-api.
"Ibu ada apa kemari?"
"Marco, malam nanti datanglah ke rumah, Ayahmu ingin sekali bertemu denganmu. Seseorang akan menjemputmu nanti malam, kamu harus datang Marco. Ibu tidak bisa lama-lama disini, ibu harus mengurus adik-adikmu. Berjanjilah kamu akan datang."
"Ya bu, aku akan datang."
__ADS_1
Ibu Marco meninggalkan Marco lagi dan datang hanya untuk menyampaikan pesan pada Marco, agar malam nanti datang ke rumahnya. Setelah ibu Marco tak ada disana.
Marco tiba-tiba menarik tangan Catty dan membawamya ke dalam rumah. Marco melepaskan genggaman tangan Catty dengan sangat keras.
"apa maksudmu kita hanya teman Catty! Kenapa kamu mengatakan itu. Kita sudah sangat dekat, aku tak ingin kamu hanya menganggapku teman. Kita sudah lebih dari teman. Katakan kenapa kamu mengatakan hal itu?" Bentak Marco pada Catty dengan tatapan matanya yang begitu tajam.
"kenapa kamu marah padaku? Bukankah ini kenyataannya. Kekasihmu itu Lily anak ibu pantimu. Kamu menerimanya di hadapan semua orang, aku bukan siapa-siapa kamu Marco. Aku hanya orang asing gila yang mentalnya terganggu dan menyusahkanmu." Catty membentak balik Marco dengan ucapannya, sehingga membuat Marco terdiam.
"Apa yang kamu katakan Catty... Aku kan sudah bilang, aku hanya berpura-pura dengan Lily. Apa ini semua balasan kamu setelah aku banyak membantumu, apa kamu akan berubah setelah semua urusanmu, balas dendammu terselesaikan. Apa kamu akan melupakanku?"
Saat Marco mengatakan hal itu dengan lembut di hadapan Catty, tiba-tiba Catty terdiam tak bisa berkata-kata lagi. Catty merasa ucapan Marco benar, dan Catty tidak dewasa akibat dirinya terlalu sering merasakan rasa sakit yang mengganggu jiwanya.
"A-aku... M-Marco... Aku..."
"Apa ucapanku sangat menyakiti hatimu Catty sehingga kamu tidak bisa berucap lagi?"
"Marco aku... Aku hanya..."
"Apa kamu masih tidak percaya dengan ucapanku hari itu, jika aku dan Lily hanya berpura-pura?"
"Lalu kenapa hari ini kamu berubah, seperti seseorang yang akan pergi. Apa kupu-kupu yang cantikku ini akan pergi dariku, apa aku sudah tidak pantas lagi menjadi sayapmu Catty?"
"Marco... Aku hanya Cemburu! Aku cemburu Marco, aku selalu berfikir kamu memang benar-benar punya perasaan pada Lily!"
"Baiklah, jika kamu masih tidak bisa melupakan hari itu, hari dimana aku mengatakan aku menerima cinta Lily. Aku akan membayarnya Catty, agar kamu sedikit melupakannya."
"Malam ini aku akan membawamu di hadapan orang tua kandungku jika kamu adalah kekasihku."
Catty masih saja terdiam setelah Marco mengatakan bahwa dirinya akan memberitahu semua orang jika dirinya adalah kekasih Catty.
****
Malam itu benar-benar terjadi. Marco sedang menunggu Catty di depan mobilnya. Marco benar-benar membawa Catty untuk menemui keluarganya.
Setelah Marco menunggu dua menit di depan mobil, akhirnya Catty keluar dari dalam rumah dengan rambut yang terurai panjang dengan gaun hitamnya yang cukup elegan bertangan panjang.
Marco terpesona melihat Catty tampil mempesona dengan tubuhnya yang kini mulai berisi. Karena sebelumnya Catty sangatlah kurus.
__ADS_1
"Marco... Apa kamu yakin akan membawaku kesana? Aku takut orang tuamu tak menerimaku, karena aku wanita yang hidup sebatang kara tanpa keluarga." Ucap Catty tak percaya pada Marco.
"Hei.... Jangan katakan itu, kamu masih punya aku, jika orang tuaku tak menerima kamu, maka aku juga tak akan kembali pada mereka. Aku akan tetap menjadi Marco yang hidup tanpa orang tua kandung."
Catty sedikit membaik setelah Marco berkata jika dirinya ada di pihak Catty.
Mereka berdua akhirnya pergi ke rumah orang tua Marco malam itu. Dan ini pertama kalinya Marco akan mengunjungi keluarga kandungnya.
Saat Marco dan Catty dalam perjalanan, tak sengaja mereka berhadapan dengan mobil Ibu panti. Namun Marco mengabaikannya meskipun Ibu panti menyapa Marco dengan klakson mobilnya.
"Marco bukankah itu Ibu pantimu dan... Lily?" tanya Catty yang duduk di sebelah Marco.
"Ya, Biarkan saja mereka, aku tak mau dia menyakitimu lagi. Hari ini aku berharap malam yang baik bagi kita."
Marco dan Catty tiba di alamat yang tepat, di kediaman rumah keluarga Matteo.
Mobil Marco dan Catty langsung di sambut pelayan rumah disana.
"Astaga rumah ini 3 kali lipat lebih besar dari rumahku yang dulu Marco." Ucap Catty takjub melihat rumah keluarga Matteo yang sangat besar.
Marco dan Catty keluar dari mobilnya lalu berjalan memasuki rumah keluarga Matteo yang besar seperti istana itu.
Marco masuk ke dalam rumah itu sembari menggandeng Catty. Semua pelayan tersenyum lebar melihat kedatang Marco anak keluarga Matteo yang hilang bertahun-tahun.
Ketika Marco dan Catty masuk ke dalam rumah itu, Terlihat Ayah dan ibu Marco berdiri tersenyum lebar melihat kedatangan Marco. Bahkan kedua adik Marco terlihat begitu bahagia melihat seorang pria yang sebelumnya mereka temui di amusement park ternyata adalah kakak kandungnya.
"Selamat datang Marco... Ibu sangat senang kamu kembali ke rumah ini setelah bertahun-tahun lamanya."Ucap sang ibu sembari memeluk Marco dengan senyuman bahagianya menyambut kedatangan sang anak.
"Marco... Apa ini kamu anak pertama kami? Kemari nak Ayah ingin memelukmu."
Ayah Marco yang tampak gagah penampilannya ternyataberhati lembut ketika berbicara dengan putranya.
"Oh iya Marco, siapa wanita ini?" tanya sang ayah pada Marco
"Dia teman Marco, sebelumnya ibu bertemu denganya pagi tadi." Jawab ibu Marco akan pertanyaan suaminya itu.
Seketika suasana hati Catty yang sedari tadi tersenym tiba-tiba berubah menjadi sedih. Namun Catty menyembunyikan kesedihannya.
__ADS_1