
Marco yang melihat ibu panti menjambak rambut Catty dan menariknya keluar dari ruangan itu, sesegera mungkin Marco mengejarnya.
Ibu panti membawa Catty ke tempat yang tak ada seorang pun disana. Tepatnya dibelakang rumah.
Marco yang mengejarnya dari belakang langsung menghampiri mereka, dan melepaskan tangan ibu panti dari rambut Catty.
"Bu, aku sangat menghormati ibu, walaupun ibu bukan ibu kandungku. Tapi kenapa ibu bersikap tak sopan seperti ini pada Catty?" tanya Marco Marah sembari memegang tangan Catty dengan erat.
"M-Marco... Kenapa kamu meninggikan suaramu pada ibu? Dia memang terlihat tidak waras. Pertama kali aku melihat wanita ini dirumahmu. Dia memang seperti orang gila, lihat Lili."
"Bu dia bukan wanita gila, jangan selalu menilai penampilan." Pangkas Marco.
"Marco. Lihat Lili, dia sangat mencintaimu, cepat kembali kesana dan terima cinta Lili. Kenapa kamu tega membuat Lili malu di hadapan banyak orang?" Sambung Ibu panti lagi memohon agar Marco kembali ke dalam dengan nada yang sedikit marah.
"Tidak, aku tidak bisa menerima Lili. Aku tidak mencintainya aku menganggap Lili hanya sebagai adikku. Saudari perempuanku."
Saat Marco menolaknya dan mengatakan hal itu kepada Ibu panti. Mata ibu panti tiba-tiba terbelalak dan berapi-api.
"Marco apa kamu lupa siapa yang sudah membesarkanmu dengan baik dan spesial, Dulu kamu sangat mematuhi ibu pantimu ini. Sekarang kamu berubah. Dan kamu wanita yang entah datang dari bumi bagian mana membuat semuanya kacau. Kalian berdua telah memepermalukan Lily! Sekarang pasti hati Lily hancur berantakan." Ucap Ibu panti di hadapan Marco dan Catty.
Ibu panti pun berjalan kembali masuk ke dalam, setelah mengatakan itu.
"Marco, Apa aku salah? Aku hanya tak mau kamu bersama dengan Lily. Katakan apa aku salah?" Tanya Catty sembari memegang kedua tangan Marco.
"Catty, kamu percayakan jika aku benar-benar menyayangimu? Tapi untuk saat ini. Biarkan aku kembali kesana. Aku benar-benar tidak enak dengan ibu panti. Dia sangat berjasa untukku. Aku akan meluruskan segalanya. Sekarang kamu kembali ke mobil, Setelah aku meluruskan segalanya aku akan kembali oke."
"Tapi Marco, apalagi yang harus di luruskan. Apa kamu tidak lihat tadi. Ibu panti sangat membenciku sejak pertama kita pertemu. Sekarang kamu tahu kan sikap dia!"
"Catty aku percaya padamu. Tapi tolong untuk saat ini aku harus meluruskannya."
Catty pun pasrah dan langsung pergi menuju mobil dan menunggu Marco disana. Dengan wajah yang masam karena Catty merasa Marco tak ada di pihaknya.
__ADS_1
Marco kembali ke dalam, saat Marco kembali ke dalam. Semua mata tertuju padanya.
Marco berjalan menghampiri Lily yang sedang menangis dalam pelukan ibu panti.
"Lily... Aku minta maaf, Semuanya aku minta maaf atas kejadian tadi." Ucap Marco dengan gugupnya dihadapan para tamu undangan.
Setelah Marco meminta maaf, tiba-tiba ibu panti berbicara dihadapan mereka semua dan menyuruh Lily melanjutkannya.
"Lily. Teruskan apa yang ingin kamu bicarakan pada Marco. Kepada para tamu saya mohon untuk mendengarkannya. Lily cepat katakan."
Lily pun berbicara kembali di hadapan Marco yang disaksikan oleh banyak orang.
"Marco, aku akan mengatakannya sekali lagi padamu. Marco aku sangat menyukaimu, aku tahu ini aga sedikit memalukan tapi... Maukah kamu menjadi kekasihku?"
Seketika Marco terdiam kembali dan para tamu undangan yang awalnya bersemangat menyoraki mereka berdua agar Marco mau menerimanya. Sekarang malah hening setelah kejadian itu.
Lily terus menatap mata Marco, dan Marco yang sedikit bingung dengan semuanya. Saat Marco terus terdiam Lily tiba-tiba memegang tangan Marco dengan eratnya.
"Lily apa maksudmu, aku menganggapmu sebagai adikku sendiri. Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Marco balik pada Lily dengan suara pelan saat mereka saling berhadapan di depan banyak orang.
"Marco aku mohon, aku tahu itu Marco tapi untuk sekarang katakan pada semua orang kamu menerimaku sebagai kekasihmu. Aku mohon terima permintaanku. Demi aku, tolong Marco."
Marco sama sekali tak punya perasaan pada Lily, karena hari itu banyak sekali orang yang datang dan melihat Lily menyatakan perasaannya pada Marco. Akhirnya Marco menerima ucapan Lily.
"Ya.... Aku menerimamu menjadi kekasihku Lily." jawab Marco dengan perlahan.
Dan tiba-tiba semua orang berdiri dari tempat duduknya dan memberikan tepuk tangan pada mereka berdua.
Saat seisi ruangan berisik dengan tepukan tangan dan juga sorakan. Lily tiba-tiba berbisik pada Marco. Namun entah apa yang dibisikan Lily pada Marco, karena membuat Marco sedikit terkejut.
Setelah beberapa menit acara selesai, Marco baru tersadar jika dirinya meninggalkan Catty seorang diri di dalam mobil.
__ADS_1
"Astaga Catty..." gumam Marco.
Lalu Marco dengan cepat menuju mobil tanpa berpamitan pada ibu panti dan Lily.
Marco tiba di area parkir dan mendekati mobilnya. Saat Marco masuk ke dalam mobil Catty sudah tak ada di dalam mobil. Marco seketika terkejut dan mencari di sekitaraan sana namun Catty sama sekali tak ada disana.
Marco akhirnya mencari Catty dengan mobilnya dibawah hujan yang begitu deras.
Marco benar-benar menyetir mobilnya begitu pelan sembari melihat ke kanan dan ke kiri jalan, agar bisa melihat apaakah ada Catty di tepi jalan sana.
Setelah dua puluh menit Marco mencari-cari Catty dengan mobilnya dibawah hujan yang deras.
Tiba-tiba Marco melihat Catty yang sudah basah kuyup dibawah derasnya hujan, tengah duduk di sebuah kursi taman pinggir jalan yang sepi.
"Astaga Catty... Ada apa dengannya. Apa dia mulai kembali seperti tingkahnya sejak awal yang aneh itu?" gumam Marco dari dalam mobil dan bersiap berlari keluar menghampiri Catty.
Catty!
Panggil Marco pada Catty.
"Astaga apa yang kamu lakukan?! Kamu gila apa hah! Kamu bisa sakit, Cepat kita pulang!" Sentak Marco di hadapan Catty yang duduk dibawah derasnya hujan.
"Yah... Aku memang gila, semua orang menganggapku gila. Kamu tak perlu peduli lagi padaku, Aku bukan kekasihmu..."
"Apa maksudmu Catty! Cepat masuk ke mobil dan jangan mengatakan hal yang tidak-tidak!" bentak Marco lagi pada Catty sembari menarik tangan Catty namun Catty melepaskannya.
"Lepaskan! Pedulikan saja kekasihmu itu, pedulikan Lilimu dan ibu pantimu yang baik hati itu. Kamu bahkan malu mengakuiku didepan banyak orang! Kamu malu saat aku memberikanmu sebuah ciuman! Kamu malu memiliki'ku sehingga kamu menyuruhku terus diam di dalam mobil!"
Ucapan Catty membuat Marco terdiam.
"Apa kamu mendengar semuanya?"
__ADS_1
"Aku mendengar semuanya... Kamu menerima Lily sebagai kekasihmu. Aku melihat dan mendengarnya dengan jelas. Sekarang aku tak punya siapa-siapa lagi. Kini aku sendirian."