Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 43


__ADS_3

Malam berlalu begitu saja, Marco dan Catty tidur bersama lagi walaupun mereka belum punya ikatan.


Saat Catty tertidur dalam pelukan hangat Marco. Catty masih saja memeluk dirinya sendiri, mungkin butterfly hug sudah menjadi kebiasaan Catty, sehingga Catty sulit menghapuskannya. Walau Marco melihat Catty tidur seperti itu, Marco tak melepaskan kedua tangan Catty yang sedang memeluk dirinya sendiri. Marco malah memeluknya lebih erat lagi.


Pagi pun tiba, dan hari ini adalah hari dimana Catty akan mengangkat kasus soal pembunuhan orang tuanya lagi setelah beberapa tahun lamanya kasus ini pernah ditutup.


Setelah Sarapan dan membersihkan diri, Marco dan Catty bersiap menuju kantor polisi.


Namun ketika mereka akan pergi kesana. Mereka melihat rumah Bibi Meeza tampak sepi, bahkan mobil yang terbiasa di parkir didepan rumahnya tidak ada.


"Catty aku rasa Bibi Meeza dan yang lainnya melarikan diri." Ucap Marco pada Catty saat akan masuk ke dalam mobil.


"Aku rasa mereka melarikan diri, karena malam itu dengan tak sengaja aku mengatakan pada Bibi Meeza jika aku mendapatkan bukti jika dirinya yang telah merencanakan pembunuhan ini."


"Baiklah Catty, kita biarkan mereka melarikan diri. Karena pada akhirnya semuanya akan terungkapkan dan mereka akan ditemukan. Lebih baik kita berikan bukti ini pada polisi yang dulu pernah melakukan pencarian akan kasus ini."


Marco dan Catty akhirnya pergi menuju kantor polisi untuk melaporkan kembali kasus pembunuhan orang tuanya, yang dulu sempat ditutup.


Setelah Marco dan Catty melaporkan kembali kasus itu. Mereka pergi menuju sebuah restoran untuk makan siang. Namun ketika Marco dan Catty sedang makan siang Restoran.  Tak sengaja mereka berdua bertemu dengan ibu panti dan Lily anak perempuannya.


"Marco kedua wanita itu adalah wanita yang tempo hari datang ke rumah, yang menitipkan surat untukmu padaku." Ucap Catty pada Marco saat mereka masuk ke dalam restoran.


"Ya! itu ibu panti dan Lily." Jawab Marco terkejut ketika melihat ibu panti dan Lily ada di restoran itu.


"Catty ayo sapa mereka sebentar, ibu panti sudah seperti ibuku sendiri." ajak Marco pada Catty.


Marco dengan sopan menghampiri mereka dengan Catty.


"Ibu, Lily selamat siang, bagaimana kabar kalian?" sapa Marco yang berdiri di hadapan meja Ibu pantinya dan Lily.


"Astaga Marco! Kamu kemana aja, Lily selalu mengirimi kamu pesan dan meneleponmu, tapi kamu tak pernah mengangkatnya." Ucap Ibu panti sembari berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, aku benar-benar sibuk dengan urusan pirbadiku, jadi aku jarang mengecek handphone."


"Tak apa sekarang ayo makan bersama disini duduklah," Ajak ibu panti kepada Marco dan mengacuhkan Catty yang ada di samping Marco.


"Oh kamu. Marco siapa wanita ini, Sebelumnya dia ada dirumahmu. Tapi saat itu ibu mengira dia orang kurang waras."


Saat ibu panti berkata spontan tentang Catty, seketika Marco, Lily dan Catty yang ada disana terdiam.


Marco langsung menatap Catty, karena Marco merasa tak enak kepada Catty karena ucapan ibu panti.


"O-oh... Apa saya salah ngomong. Maafkan saya." Ucap Ibu panti lagi karena merasa tak enak dengan ucapannya.


tapi tiba-tiba Catty mengulurkan tanganya dihadapan ibu panti dengan senyuman.


"Nama saya Catty, Saya tinggal dirumah Marco karena Marco berteman dengan saya. Maaf jika saat itu penampilan saya sedikit menyedihkan atau bahkan menakutkan." Kata Catty dengan senyuman sembari sembari menjabat tangan ibu panti.


Setelah Catty mengatakan hal yang merendahkan dirinya sendiri. Marco tiba-tiba menatapnya begitu tajam.


"Oh jadi kamu temen Marco, Ibu benar-benar lega. Oh iya Marco Lily memberikan surat dengan tulisan tanganya sendiri untukmu, tapi kenapa kamu tak mau datang? Padahal Lily sudah bekerja keras menyiapkan segalanya."


"Aku benar-benar minta maaf. Aku sudah mengatakannya tadi jika aku benar-benar sibuk dengan urusan pribadiku Bu. Liky aku minta maaf, lain kali aku akan makan malam denganmu lagi."


"Tak apa Marco, tak masalah kita bisa melakukannya dilain waktu."Jawab Lily dengan senyuman kecilnya.


Saat ditengah-tengah makan, tiba-tiba Bibi Meeza bertanya pada Marco tentang kedua orang tuanya. Dan itu membuat Marco sedikit serius untuk menjawabnya.


"I-Iyaa aku lupa tidak memberitahumu bu, aku sudah bertemu dengan ibuku. Ternyata benar mereka berasal dari keluarga Matteo. Aku benar-benar berterima kasih kepadamu. Sekarang aku tahu dimana keluargaku."


Saat Marco mengatakan kepada ibu panti jika dirinya sudah bertemu dengan ibu kandungnya dan tahu jika dia dari keluarga Matteo. Tiba-tiba ibu panti menegakkan tubuhnya dan mentapa Marco dengan begitu serius.


"Ya ampun Marco, kenapa kamu lupa soal kabar bahagia ini? Seharusnya kamu memberitahu ibu. Pokoknya malam ini, ibu akan mengadakan party. Karena kamu telah bertemu dengan ibu kandungmu. Malam ini kamu harus datang ke rumah ibu."

__ADS_1


Ibu panti begitu antusias akan kabar bahagia ini. Ketika ibu panti tersenyum bahagia, Lily anak perempuannya memasang wajah masam.


"Tapi itu tak perlu bu, kita rayakan itu nanti saja." Marco menolak ajakan ibu panti, Namun ibu panti terus memaksanya.


"Tidak! Kamu tidak bisa menolak Marco, pokoknya malam ini datang ke rumah ibu. Sekarang ibu dan Liky akan pergi dulu. Selamat siang Marco, Catty. Ibu pergi dulu.'


Tiba-tiba Ibu Panti berpamitan dan terburu-buru pergi begitu saja.


Marco akhirnya hanya berdua bersama dengan Catty.


"Kenapa ibu pantimu lebih bahagia dibandingkan denganmu Marco, saat kamu bertemu dengan ibu kandungmu?" Saat Catty bertanya. Marco tiba-tiba memberikan tatapan tajam pada Catty.


"Catty! Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Marco dengan tatapan tajamnya.


"Aku? Apa yang aku lakukan Marco, apa aku berbuat salah?"


"Ya! Kamu berbuat salah Catty, kenapa kamu merendahkan dirimu sendiri saat beribacara dengan Ibu panti!"


"Marco lupakan hal itu, aku hanya ingin dekat dengan kalian. Jadi mulai sekarang aku tak peduli orang-orang terdekatmu mau mengatakan apapun tentangku. Aku takut saat aku marah ataupun berbicara dengan nada tinggi kepada orang-orang terdekatmu. Kamu akan menjauhiku karena aku bertingkah tidak sopan."


Ketika Catty mengatakan hal itu perlahan di samping Marco, Marco tiba-tiab meneteskan air matanya.


"Ini semua salahku, aku terlalu kasar dan selalu mengahakimi'mu sendiri. Sampai-sampai kamu merendahkan dirimu sendiri agar aku tak menjauhi'mu."


Catty tiba-tiba memeluk Marco begitu erat.


"Tak apa Marco, jangan merasa bersalah."


"Tidak Catty, aku tak menyukai itu, aku tak ingin kamu merendahkan dirimu lagi. Kamu tahu betapa berharganya kamu bagiku."


"Baiklah aku tak akan melakukan itu lagi."

__ADS_1


__ADS_2