Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 24


__ADS_3

Catty memakan sandwich yang di beri oleh Marco dengan lahap dan tak lupa juga susu kotaknya. Marco hanya bisa terdiam melihat Catty makan di hadapannya dengan keadaan kacau seperti itu.


"Catty... Aku sudah bilang pergi dari rumah itu. Kenapa kamu selalu kembali kesana dan siapa mereka, dimana orang tuamu?"


"Aku tak ingin lepas dari mereka sebelum dendamku terbalaskan Marco. Mereka sudah merenggut banyak waktuku untuk hidup. Sudah lima tahun lamanya aku dalam kendali mereka."


"Bisakah kamu memberitahu aku semua kisahmu? Aku... Aku hanya ingin... "


"Marco aku akan memberitahumu segalanya, tapi sekarang aku ingin berganti pakaian dan juga mandi."


Marco menganggukan kepalanya, tapi tiba-tiba saat Catty akan bangun dari tempatnya. Catty terjatuh ke lantai.


Bruk!!! Prang!!!


Catty terjatuh ke lantai dan piring yang di bawanya pecah. Namun beruntung pecahan piring itu tak mengenai Catty.


Catty!!!


Sesegera mungkin Marco langsung membantu Catty yang terjatuh dari atas kasur. Marco membantunya berdiri dan mendudukannya di atas kasur.


"Mm-Marco... Kakiku benar-benar lemas... Aku tak bisa menopang tubuhku sendiri... " Rintih Catty dengan air mata yang mulai berlinang.


"Aku takut Marco, apa aku tak bisa berjalan?"


"Catty... Dengar kamu hanya lemas, kamu akan baik-baik saja. Kenapa kamu berpikir tak bisa berjalan hah... "


Tangisan Catty semakin menjadi dan membuat Marco cemas.


Marco tak bisa berkata-kata lagi melihat Catty yang menangis tersedu-sedu.


"Mm-Marco... Kamu kemana aja Marco, beberapa hari kebelakang itu aku benar-benar membutuhkanmu, aku butuh pertolonganmu. Kamu kemana Marco?"


"Maafkan aku, aku benar-benar tak ingat dengan apapun. Aku gila kerja membuat lagu di studio."


Catty terus mengis entah apa yang membuat Catty benar-benar menangis tanpa henti.


Marco dengan gentlenya duduk di samping Catty dan memeluknya dengan erat dari samping.


Maafkan aku Catty...


Marco mengelus kepala Catty dan mencoba menenangkannya sembari meminta maaf padanya.


Setelah mereka berpelukan beberapa menit, Marco tiba-tiba mengais Catty.


"Marco... Kita akan kemana?" tanya Catty yang sedang berada dalam pangkuan Marco.


"Kamu mau membersihkan dirikan, aku akan membawamu ke kamar mandi."


"T-tapi aku... Aku tak bisa bediri nanti."

__ADS_1


"Kamu pikir hanya kamu yang punya bathub, aku juga punya, aku akan dudukkan kamu disana."


Marco membawa Catty ke kamar mandi pribadinya yang ada di lantai dua kamarnya. Marco mendudukan Catty di tepi bathub, lalu menyalakan air hangatnya.


Saat Marco melakukan semua itu, Catty terus menatap Marco dengan penuh keseriusan.


"Nah airnya sudah penuh, masuklah ke dalam bathub aku akan keluar."


Marco menutup pintu kamar mandinya dan membiarkan Catty berendam di air yang hangat.


Saat Catty tengah membersihkan dirinya, Marco tiba-tiba bersandar ke tembok dan membuang nafas.


Huhh....


"Kenapa aku seperhatiaan itu pada Catty, argh aku harap aku tak jatuh cinta padanya." gumam Marco dengan jantung yang tak hentinya berdetak kencang.


setelah 20 menit berlalu, Catty akhirnya selesai membersihkan dirinya dengan air hangat. Namun Marco lupa tak memberinya handuk.


Marco! Marco! Apa kamu lupa tak memberiku handuk?


Sahutan Catty terdengar oleh Marco yang sedang duduk di depan komputernya.


Astaga aku lupa!


Marco pun berlari mengambil handuk yang baru dari dalam lemarinya. Lalu memberikan handuk itu pada Catty.


Marco mengetuk pintu kamar mandinya terlebih dulu untuk memberitahu Catty jika ia datang membawa handuknya.


Marco memasukan satu tanganya dan memberikan handuk itu pada Catty, setelah Catty memakai handuk yang cukup panjang dan lebar Catty memanggil lagi Marco.


Marco! Masuklah dan bantu aku keluar dari bathub. Kakiku masih tak bisa digerakan!


Marco pun tanpa pikir panjang lagi masuk perlahan ke dalam kamar mandi, Bahkan Marco membuka pintu kamar mandinya dengan sedikit gemetar.


Saat Marco sudah masuk ke dalam kamar mandi, Marco mengalihkan pandanganya dari tubuh Catty.


"Marco! Jika kamu mengalihkan pandanganmu, bagaimana bisa kamu melihatku dan mengangkatku keluar dari bathub! Bagaimana jika aku jatuh nanti?" kata Catty resah.


Marco menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai menatap Catty. Dan Marco akhirnya mengangkat tubuh Catty yang hanya terlapis handuk lalu membawanya keluar dari bathub.


Marco mendudukan Catty diatas ranjangnya, dan terlihat beberapa pakaian sudah disiapkan oleh Marco, diatas kasurnya. Walau pakaian itu hanya kaos berlengan panjang milik Marco dan celana panjang yang seperti celana sport.


Marco keluar dari kamarnya dan meninggalkan Catty sendirian di dalam kamar untuk berganti pakaian.


Namun saat Marco keluar dari kamarnya tanpa sadar Hana tiba-tiba berdiri di hadapannya. Marco tak tahu kapan Hana masuk.


Hana...


Hana terlihat membawa makanan dalam sebuah rantang, Hana juga memberikan tatapan dan senyuman pada Marco padahal sebelumnya Hana sedang merajuk pada Marco

__ADS_1


"Mm-Marco.... Aku datang kemari untuk meminta maaf, aku benar-benar menyesal telah marah padamu Marco. Aku kesepian saat aku tidak bertemu denganmu. Dan ini aku bawakan makanan untukmu."


Setelah Hana mengatakan itu, Marco langsung menarik tangan Hana perlahan.


"Hana kemari... Ayo kita turun." ajak Marco dengan gugupnya.


"Mm-Marco.... Ada apa kenapa buru-buru?"


Bukan maksud lain, Marco melakukan itu karena Marco takut Hana akan tahu jika ada Catty di dalam kamarnya.  Karena Marco yakin mereka pasti akan bertengkar lagi.


"Marco... Ada apa? Kenapa kamu buru-buru seperti itu, ada siapa di dalam kamarmu?"


"**-tidak. Tidak ada siapa-siapa aku hanya... Hanya ingin..."


"Ingin apa?"


"Aku ingin minta maaf sama kamu Hana, sekarang aku sudah memikirkan apa kesalahanku padamu tempo hari."


Setelah Marco mengatakan itu, Hana tiba-tiba tersenyum.


"Jadi kamu tahu kalo aku sedikit cemburu melihat kamu bermain dan dekat dengan wanita aneh itu?"


Seketika Marco terkejut dengan ucapan Hana.


Marco bahkan membelalakan matanya.


Marco pun teringat akan ucapan Catty dan Alby yang berkata pada dirinya jika Hana mungkin punya perasaan padanya.


Padahal Marco meminta maaf karena Marco juga tidak tahu apa salahnya, dan apa masalah yang membuat Hana marah pada dirinya.


Marco meminta maaf karena spontan. Ia tak tahu harus mengatakan apa pada Hana karena ada Catty di kamarnya. Dan tanpa disengaja kebenaran dan masalah yang membuat Hana marah pada Marco terjawab juga, Marco yang selama ini bertanya-tanya kenapa Hana marah padanya akhirnya terjawab. Marco mulai sadar sepertinya Hana punya perasaan padanya.


Marco...


Marco tiba-tiba mendengar suara Catty memanggilnya dengan pelan.


"Marco, apa kamu mendengar suara? Aku rasa seseorang memanggil namamu." tanya Hana bingung.


Marco pun mulai gugup dan mencari alasan.


"Ahh aku tidak dengar apapun Hana, Oh iya Hana aku harus pergi ke studio hari ini. Dan ini makanan untukku kan? Boleh aku mengambilnya, aku akan memakannya di studio nanti."


Alasan Marco membuat Hana percaya, Hana dengan senyuman lebarnya memberikan rantang makanan berisi makanan itu pada Marco.


"Nah ini... Ambilah, aku pulang dulu Marco, bay... "


"Makasih Hana... "


Hana pergi meninggalkan rumah Marco, Karena Marco masih tak yakin Hana pulang. Akhirnya Marco mengintipnya dari depan garasi rumahnya untuk memastikan Hana benar-benar pulang.

__ADS_1


...Bantu like komen dan vote ya...


...Terima kasih.❄...


__ADS_2