Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 29


__ADS_3

Hana....


Ya benda jatuh yang terdengar nyaring itu berasal dari rantang berisi makanan yang dibawa oleh Hana.


Hana terlihat begitu terkejut melihat Marco tengah berbaring bersama Catty petang itu di dalam kamar Marco.


"Aku datang kemari berniat memberikan makanan untukmu, tapi ternyata ini yang aku lihat..." Gumam Hana di hadapan Marco dan Catty.


"Hana... K-kapan kamu tiba disini?" tanya Marco gugup pada Hana. Namun tiba-tiba Hana berlari pergi meninggalkan rumah Marco dengan tangisan.


Hana! Hana!


Marco berlari mengejar Hana, Hana berlari begitu cepat menuju sebuah danau buatan dibelakang rumah Hana yang mempunyai taman belakang yang cukup luas.


Hana berdiri di dekat danau itu, lalu Marco menghampirinya dengan nafas yang masih belum stabil karena lelah berlari mengejar Hana.


Hana...


Marco berjalan perlahan mendekatinya.


"Hana aku... Aku dengan Catty... "


"Marco... Aku rasa kita akhiri saja persahabatan kita."


Belum selesai Marco berbicara, Hana sudah memotongnya. Hana berbalik badan dan menghadap Marco dengan mata yang terus meneteskan air mata.


"Hana apa maksudmu? Aku tahu kamu cemburu melihatku dengan Catty, aku tahu kamu menyukaiku Hana, tapi aku tak pernah mencintaimu sebagai kekasih. Aku hanya mencintamu sebagai sahabat dan teman terbaikku Hana..."


"Lihat... Bahkan sebelum aku mengatakannya, ternyata kamu sudah tahu jika aku menyukaimu Marco."


Marco terdiam setelah Catty mengatakan hal itu.


"Benar Marco, aku menyukaimu aku ingin lebih dari teman. Kamu cinta pertamaku Marco, satu-satunya pria yang selalu ada dalam pikiranku. Tapi ternyata kamu tak pernah menyukaiku."


Hana...


Marco tiba-tiba mendekati Hana.


"Hana aku mohon jangan seperti itu, aku menyayangimu Hana dan aku tak mau kehilanganmu. Aku ingin terus bersahabat denganmu Hana."


"Hentikan Marco! Aku tak ingin mendengar omong kosongmu lagi. Aku benar-benar membencimu Marco dan aku sangat benci dengan wanita gila itu! Sekarang jangan coba-coba untuk menghubungiku lagi atau mendekatiku lagi. Persahabatan kita berakhir disini, detik ini juga."


Hana pun pergi dengan penuh kemarahan, karena merasa cemburu melihat Marco bersama dengan Catty.


Namun Marco kini merasa lelah dengan sikap Hana, Marco menyerah dan tak mau lagi melakukan sesuatu agar Hana tak marah padanya. Marco akhirnya pulang dan tak peduli dengan Hana.


"Marco ada apa dengan Hana?" tanya Catty yang sedang membersihkan makanan yang tumpah tepat didepan pintu kamar Marco.


"Catty apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu membersihkan itu, biarkan saja. Biar aku yang melakukannya kembali ke tempat tidur, kamu masih lelah."


"Tapi kamu terlambat Marco, ini sudah hampir bersih dan tak ada sedikitpun noda di lantai."

__ADS_1


Marco membiarkan Catty membersihkan lantai rumahnya yang kotor akibat makanan Hana yang jatuh.


Malam pun tiba tanpa sadar Marco mulai lapar begitu pula dengan Catty.


"Marco apa kamu tidak merasa lapar?" Tanya Catty yang duduk diatas ranjang Marco, dan Marco yang tengah duduk di kursi depan komputernya.


"Emm... Aku lapar Catty, apa kamu juga lapar?"


"Ya Marco, bisakah kita beli makanan sekarang?"


"Baiklah, ayo kita pergi keluar sekarang untuk mencari makanan."


Marco dan Catty pergi menuju sebuha Mall utntuk membeli beberapa makanan dan pakaian untuk Catty.


Marco dan Catty masuk ke sebuah Mall yang sangat luas dan besar.


"Aku sudah lama tak pergi ke Mall, dulu saat aku dapat gaji dari pekerjaanku. Aku selalu boros dan membeli banyak pakaian di Mall." ucap Catty pada Marco yang berjalan di sebelahnya.


"Hari ini, kamu boleh beli banyak pakaian."


"Apa! Apa kamu serius Marco?"


"Ya, aku serius. Karena kamu akan tinggal bersamaku dan tak kembali lagi ke rumah Bibi Meeza. Jadi kamu harus membeli banyak pakaian untuk di pakai."


Catty tersenyum lebar lalu berlari ke dalam Mall untuk membeli banyak pakaian.


Marco juga ikut tersenyum melihat Catty yang tampak bahagia, karena Marco merasa khawatir terhadap Catty, jadi dia mengikuti dari belakang.


Saat Catty asik mencoba pakaian di ruang ganti, Marco berjalan ke arah pakaian pria untuk melihat-lihat, karena dari tadi dirinya hanya asik memperhatikan Catty yang sedang memilih pakaian.


Saat Marco tengah melihat-lihat pakaian pria, tak sengaja Marco menabrak seorang anak laki-laki.


"Ya ampun maafkan aku, aku tak melihat ada kamu disana, kamu tak apa-apa kan?"


"Argh ini sedikit sakit, karena badan kaka terlalu berotot. Tapi aku baik-baik saja."


"Ah seali lagi aku minta maaf ya."


Saat Marco meminta maaf pada anak laki-laki itu. Tak sengaja seorang wanita berpakaian rapih anggun nan cantik menghampiri Marco dan anak laki-laki disamping Marco.


"Matteo... Ada apa?"


Saat wanita itu menyebut nama Matteo, Marco tiba-tiba terkejut.


"Matteo... Bagaimana bisa kamu tahu nama saya?" tanya Marco pada wanita itu.


"Oh, nama anak saya Matteo, dia anak saya."


Jawab sang wanita sembari memegang pundak anak laki-laki yang tak sengaja Marco tabrak.


Marco seketika malu dan suasana terasa canggung.

__ADS_1


Marco!!!


Tiba-tiba Catty memanggil nama Marco dan menghampirinya.


"Marco lihat bagus yang mana? Bisakah kamu memilihkan salah satu baju ini untukku?" tanya Catty dengan girang.


"Catty beli saja keduanya, aku tak bisa memilih, keduanya sangat bagus."


"Ah baiklah, terima kasih Marco!"


Catty kembali berlari menuju tempat berganti pakaian untuk mencoba keduanya.


"Tunggu apa nama kamu juga Matteo?" tanya sang wanita yang sedari tadi masih disana bersama anak laki-lakinya.


"Ii-iya... Nama saya Matteo, Matteo Marco."


Saat Marco mengatakan namanya, Wanita itu tiba-tiba terkejut. Bahkan matanya terbelalak menatap tajam Marco.


"Bunda... Kenapa Bunda terkejut seperti itu? Apa karena nama kaka ini sama dengan namaku?" tanya anak laki-lakinya.


"Kalo begitu saya pergi dulu, dan sekali lagi saya minta maaf."


Tunggu!


Saat Marco akan pergi wanita itu tiba-tiba menahan Marco. Marco akhirnya berbalik badan.


"Ya... Ada apa?" tanya Marco bingung.


"Mm-maaf bolehkah saya bertanya sebentar."


"Ya tentu, apa yang ingin anda tanyakan?"


"Apa kamu benar-benar bernama Matteo Marco?"


"Ya benar."


"Siapa nama kedua orang tuamu?"


"Saya yatim piatu, saya kehilangan orang tua saya, tapi saya punya ibu asuh bernama Bunga. Dia yang mengasuh saya sejak kecil. Saya pergi dulu."


Saat Marco mengatakan semua itu, mata Marco berkaca-kaca bahkan saat menatap sang wanita, Mata Marco terlihat seperti menahan air mata.


Marco langsung berlari ke arah Catty yang tengah membayar barang-barangnya di kasir.


"Catty jika sudah selesai mari kita pergi dari sini." ucap Marco terburu-buru.


"Bb-baiklah, tapi Marco ada apa, kenapa terburu-buru? Kamu bilang kita akan makan."


"Kita makan di tempat lain."


Marco tiba-tiba terburu-buru ingin pergi dari Mall itu, entah apa yang membuat Marco tiba-tiba ingin pergi.

__ADS_1


...Bantu like komen dan vote ya...


...Terima kasih.❄...


__ADS_2